Cegah Konflik Sosial Di Masyarakat, KODIM 1604/Kupang Gelar Binkom

Daerah Edukasi nonformal TNI/POLRI

KUPANG, TOPNewsNTT||Dengan semakin kompleksnya permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat, dan dalam rangka menciptakan suasana aman dan kondusif serta terhindar dari segala bentuk konflik sosial, KPDIM 1604/Kupang menggelar kegiatan Pembinaan Komunikasi yang melibatkan para tokoh masyarakat, tokoh lintas agama dan juga para anggota ormas yang ada di wilayah Kodim 1604/ Kupang.

Kegiatan dipandu oleh Waasintel Kasad Brigadir Jenderal TNI Antoninho Rangel Da Silva, S.I.P., M.Han, dihadiri oleh, Kasi Intel Korem 161/Wira Sakti Kolonel Inf. Sentot Dwi Purnomo,.Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, SH,SIK,MH
Dandim 1604/Kupang,  Letkol Inf. Wiwit Jalu Wibowo, Rektor Universitas Muhammadyah Kupang Prof. Dr. Zainur Wula, S.Pd., M.Si dan
Kabid Wasnas & Penanganan Konflik Kesbangpol Prov NTT, Adelino DC Soares ,AKS, MPS.Sp

Dandim 1604/Kupang, Letkol Inf. Wiwit Jalu Wibowo, mengatakan Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi seperti saat ini, membawa banyak perubahan gaya hidup di masyarakat.

“Masyarakat dapat mudah mengakses berbagai informasi dari media sosial. Kemajuan tehknologi tidak hanya membawa dampak positif, namun juga akan memberi dampak negatif, bila tidak bijak dalam memanfaatkannya. Untuk itu harus bijak dalam menerima informasi, kedewasaan dalam menerima perkembangan teknologi seperti saat ini sangat dibutuhkan agar mendapat manfaat dari perkembangan tekhnologi itu sendiri.”

Dandim menyatakan berkaitan dengan hal tersebut, maka KODIM 1604/Kupang menggelar kegiatan Pembinaan Komunikasi Ancaman
Gangguan Hambatan Tantangan Cegah Konflik Sosial dengan yang bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat, dalam mengantisipasi konflik sosial dilingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan Binkom kepada masyarakat di wilayah, ia berharap akan  lebih meningkatkan peran seluruh komponen masyarakat dalam mencegah konflik sosial khususnya di Provinsi NTT.

Assintel Kasad, Mayjen TNI Dr. A. Jaka Tandang, yang diwakili Ketua Tim Binkom Kolonel Inf. Junaidi mengingatkan sejak Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 hingga sekarang.

“Keberlangsungan penyelenggaraan pembangunan nasional tidak pernah bebas dari ancaman keamanan. Berbagai gejolak yang membahayakan keamanan nasional, mulai dari pemberontakan, separatisme, terorisme, kerusuhan hingga terjadi konflik sosial menjadi pengalaman buruk yang mengakibatkan terganggunya stabilitas keamanan nasional.” Ujar Asisten Kasad mengingatkan.

Di samping itu, ia menyentil juga soal transisi demokrasi dalam tatanan dunia yang makin terbuka, justeru mengakibatkan makin cepatnya dinamika sosial.

“Kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang rawan konflik, baik konflik yang bersifat vertikal maupun horizontal. Konflik tersebut, terbukti telah mengakibatkan hilangnya rasa aman, timbulnya rasa takut masyarakat, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, korban jiwa dan trauma psikologis seperti dendam, benci, dan antipati, sehingga menghambat terwujudnya kesejahteraan umum.” Sentilnya.

Ia juga mengingatkan penyelenggaraan Pemilu serentak pada tahun 2024 mendatang, yakni pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, pemilihan anggota legislatif, serta pemilihan kepala daerah. Pemilu digelar pada 14 Februari
2024 sementara, Pilkada digelar pada 27 November 2024, pada hakikatnya Pemilu merupakan sarana konkret bagi rakyat untuk menentukan pemimpin pemerintahan dan diharapkan masyarakat antusias berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pemilu serentak tahun 2024.

“Untuk itu sinergitas perlu dibangun secara lebih luas antara Pemerintah dengan Stakeholder lainnya dalam upaya mencapai hasil Pilkada yang berkualitas dan berintegritas dalam menghadapi berbagai macam problematika bangsa ini, diperlukan langkah-langkah yang baik, cerdas, benar, dan bijaksana dari seluruh pihak.” Ujarnya.

Konflik, sambungnya, bukanlah tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab moral.

“Oleh karena itu, upaya untuk mencegah terjadinya konflik sosial merupakan langkah strategis yang perlu dilakukan agar konflik sosial tidak semakin meluas. Dengannya stabilitas keamanan yang kondusif tetap terjaga.” Tandasnya.

Kegiatan Binkom dalam rangka mencegah konflik sosial di wilayah Kodim 1604/Kupang adalah salah satu upaya preventif melalui metode ceramah dan tanya jawab. Dimana  para peserta akan menerima pemaparan materi dari para narasumber dengan tema Peran Seluruh Komponen Masyarakat Dalam Mencegah Konflik Sosial.
“Marilah kita segenap komponen bangsa, selalu bekerja sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, di tengah-tengah situasi yang sedang dilanda berbagai permasalahan. Segera laporkan kepada pihak yang berwenang apabila terdapat hal-hal yang mengarah pada potensi konflik di sekitar tempat tinggal masing-masing, sehingga upaya preventif dapat ditempuh guna menghindari kerugian.

“Ikutilah seluruh kegiatan dengan motivasi dan semangat tinggi, manfaatkan sebaik-baiknya kegiatan ini dan jadikan sebagai wahana untuk mendiskusikan solusi terhadap persoalan di wilayah NTT.” pesan Assintel Kasad.

Sementara itu, Waasintel Kasad Brigjen TNI Antoninho Rangel Da Silva, S.I.P., M.Han, saat ditemui usai kegiatan mengatakan bahwa kegiatan Binkom, cegah konflik sosial dengan tema “Peran Seluruh Komponen Masyarakat Dalam Mencegah Konflik Sosial” merupakan upaya membantu mencegah konflik agar tetap kokohnya NKRI.

“Pertemuan seperti ini merupakan sarana yang efektif, untuk memelihara dan meningkatkan kebersamaan guna membangun komunikasi dialogis untuk memperoleh kesamaan pandangan dalam memahami setiap permasalahan yang terjadi. Kegiatan ini juga merupakan wadah bagi kita untuk berinteraksi secara harmonis,  saling memberi dan menerima pendapat serta ide-ide positif yang membangun sehingga timbul saling pengertian tentang peran dan tugas serta fungsi masing-masing.” Tegasnya diakhir sambutan.|| jbr