Bupati Hery Nabit Launching Program TJPS di Wongka, Manggarai

Birokrasi Daerah Ekonomi dan perbankkan Pertanian

SATARMESE BARAT, TOPNewsNTT||Bupati Manggarai Herybertus G.L.Nabit,S.E., M.A melaunching program Dinas Pertanian Provinsi NTT Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Wongka, Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat (Kamis 23/12).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Hery juga menyerahkan secara simbolis kredit pembiayaan ekosistem pertanian dan bibit jagung Bank NTT kepada sejumlah kelompok tani.

Bupati Manggarai Herybertus G.L.Nabut,S.E.,M.Si dan Dirut Bank NTT Harry Aleksander Riwu Kaho saat menyerahkan secara simbolis kredit Pertanian Ekosistem kepada beberapa Poktan Wangke, Desa Satar Langke, Manggarai (Kamis, 23/12).

Bupati Hery menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memperbaiki sistem pertanian masyarakat agar mendapatkan hasil panen yang lebih baik dan sesuai kebituhan konsumen.
“Karena selama ini kita bertani masih menggunakan pola lama. Karena itu maka Bapak Gubernur berpikir untuk menerapkan pola yang baik, mulai dari pembukaan lahan, bibit yang berkualitas dan pemberian nutrisi atau pupuk.”ujar Bupati Hery.

Dalam program ini pemerintah juga telah bekerja sama dengan off-taker atau membeli, sehingga hasil panen petani dijamin untuk membeli dan harganya mengikuti harga pasar.
“Masalahnya selama ini kita tidak tahu mau jual kemana. Tapi dengan adanya program inj dijamib akan ada pembeli yang akan mengikuti harga pasar. Tapi tentunya hasil pertanian harus sesuai dengan standar yang mereka tetapkan, makanya mereka mulai melakukan pendampingan sejak penanaman sampai panen ” jelas Bupati.

Selain itu, lanjut Bupati, dalam menyukseskan program ini, pemerintah bekerja sama dengan Bank NTT untuk memberikan pinjaman modal kepada petani dan pembayaran mengikuti musim panen.
“Setelah ini maka akan ada tim yang untuk cek lokasi dan petani. Waktu panen baru kita bayar. Benih diberikan itu dijanin berkualitas, sehingga hasilnya juga baik. Saya jamin bahwa ini akan berhasil. Jika biasa selama ini kita tanam jagung di lahan seluas satu hektar hasilnya 2-3 ton, tapi kalau menggunakan pola lertanian ini hasilnya mininal 7 ton.” Jelas Bupati Heri optimis.

Tapi Bupati Hery meminta komitmen ini dari para petani yakni harus dapat mengembalikan pinjaman dari Bank NTT, hasil pertanian untuk dijual kepada off-taker yang sudah bekerja sama dengan pemerintah dan sudah membuat kesepakatan dengan petani.
“Jangan sampai saat masuk musim panen nanti saat para pembeli datang ke sini tapi hasil panen sidah dijual ke orang lain. Yang pasti mereka tidak akan memberikan kepercayaan dengan kita lagi. Itu yang harus dijaga. Wongka menjadi contoh untuk Manggarai. Saya yajin kita biadsnya berpegang teguh dengan janji ” ujarnya berharap.

Bupati juga meninta para petabi ubtuk rutin menyampaikan laporan kepada Pemda Manggarai ketika menemukan persoalan, agar Pemda Manggarai langsung berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi NTT

Sementara Dirut Bank NTT Harry Aleksander Riwu Kaho menjelaskan bahwa kehadiran Bank NTT sesuai denga pesan gubernur NTT antara lain untuk berkontribusi terhadap pembangunan di NTT, termasuk bidang pertanian.
“Program TJPS ini jelas bertujuan untuk membangun kemandirian petani, mengubah pola pertanian menjadi lebih produktif dan berdampak pada perekonomian keluarga.” Ujar Aleks.

Peran Bank NTT dalam program ini, lanjut Aleks, adalah untuk pembiayaan ekosistem pertanian, Banl NTT juga menggubakan sistem kredit merdeka tanpa bunga, tanpa angunan dan tanpa rentenir.

Hadir plt.kadis Pertanian Kabupaten Manggarai Hendrik Rana Rora, kadis PUPR kab Manggarai Lambertus Paput,S.Sos, kepala Bapelitbangda Kab Manggarai Drs.Hilarius Jonta,M Si.|| juli br

Sp forkopim.setda.manggarai