Bedah MBG Dengan Pemda.NTT, SPK Beri Usul Jitu Agar MBG Bisa Tepat Sasaran : “Perketat Pengawasan Dan Jalin Koordinasi Dua Arah”
NTT, TopNewsNTT.Com|| Putera NTT asal TTS, Brigjend.TNI Simon Petrus Kamlasi usai pensiun dari karir TNI yang sedang menanjak waktu itu (tahun 2024), dan masih tertunda karir politik pada perhelatan Pilgub NTT 2024, tidak membuatnya surut berkarir bagi bangsa, terutama NTT.
Sambil menikmati masa pensiun, SPK (panggilan akrabnya) tetap melanjutkan program di bidang air bersih bagi masyarakat NTT sekalipun dirinya dan keluarga berdomisili di Jakarta.
Saat ini SPK menjabat Tenaga Ahli Bidang Pengawasan Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kemenko Pangan RI.
Jumat, 10 April 2026, bertempat di gedung Sasando kantor gubernur NTT, SPK menjadi pemateri ahli dalam forum Lokakarya Persiapan Penguatan ProgeM Pendidikan dan Gizi, serta Penyelenggaraan Rantai PasokBahan Baku yang digelar atas kerjasama BGN, pemprov.NTT, Pemkab Kupang dan UNICEF yang dibuka Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Jumat (10/4/2026).
SPK membawakan dan membedah materi MBG sebagai program unggulan Presiden Prabowo ini.
Secara singkat SPK memberi pandangan dan usul agar Program MBG berhasil, tepat sasaran san bermanfaat : Perketat Pengawasan dan Jalin Koordinasi dua arah antara pemerntah pusat dan daerah.
“Agar program ini tepat sasaran dan memberi manfaat bagi penerima, pentingnya penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan implementasi program MBG, khususnya di Provinsi NTT. Pengawasan juga harus dilakukan secara menyeluruh. Apalagi program ini berskala besar dengan target penerima manfaat mencapai lebih dari 80 juta orang secara nasional,” tandas SPK.
Lebih mendalam pada penyampaian materinya, SPK menekankan pentingnya MBG karena merupakan investasi jangka panjang bagi generasi Indonesia.
Sementara arah kebijakannya, MBG sebagai instrumen pembangunan yang diarahkan untuk meningkatkan status gizi masyarakat, mendukung tumbuh kembang anak, menunjang proses belajar, memperkuat ketahanan pangan serta menggerakkan ekonomi lokal.
Lebih jauh SPK merinci, Program MBG berdampak pada semua sektor di seluruh Indonesia. Hari ini sudah beroperasi di 38 provinsi, 26.386 SPPG yang beroperasi, 10.369 SPPG yang sudah terbit SLHS, 1.154.548 petugas SPPG serta 61.805.601 penerima manfaat.
“Banyak yang sudah merasakan manfaat MBG ini tidak saja murid, juga pelaku UMKM. Capital flight kita itu Rp 8 triliun setahun. Bagaimana kita bekerja agar jangan kemana-mana uang ini,”tegas Simon lagi.
Ia juga menambahkan, dampak positif program ini mulai dirasakan masyarakat. Petani sayur, peternak ayam, hingga pelaku usaha pangan lokal mulai melihat peluang peningkatan ekonomi seiring hadirnya SPPG di wilayah mereka.
Hadir pula sejumlah pembicara seperti Deputy Promosi & Kerjasama diwakili oleh Direktur Kerjasama dan Kemitraan BGN, Herri Chandra, Tenaga Ahli Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Sosial, Florencio Mario Vieira. Hadir juga sebagai pemateri, Tenaga Ahli DPD RI, Brigjen Pol Ismet Hariadi, serta Tenaga Ahli Mentri Koperasi Rudi Wijaya. Bupati Kupang, Yosef Lede pun hadir dan memberikan sambutan. (**)