2 Tahun Project UE & HI “Dukung Respon dan Pemulihan Dampak Covid 19 Di 2 Provinsi Di Indonesia Ditutup Dengan Capaian Memuaskan

Ekonomi Bencana Alam Nasional Organisasi

YOGJAKARTA, TOPNewsNT||Situasi pandemi Covid 19 memberi multi efect pada semua aspek kehidupan manusia.

Hal inilah yang menginisiasi HI dan Uni Eropa untuk mendanai proyek I AM SAFE yang  bertujuan untuk mendukung respons pemerintah terhadap COVID-19 kepada masyarakat yang terkena dampak di beberapa lokasi di wilayah Jabodetabek, DI Yogyakarta dan provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui akses inklusif ke bantuan multi-sektor dan layanan kritis, serta memitigasi dampak COVID-19 dengan menyediakan akses ke mekanisme perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi.

Penyerahan Dokumen policy brief ttg respon dan pemulihan covid 19 yang inklusif ke pemkab.Kupang diterima Kalak BPBD Titus .S.Tinenti,.M.Si

Secara khusus, untuk mencapai tujuannya, proyek ini melakukan 4 intervensi utama antara lain:

Membantu menahan penyebaran pandemi COVID-19 melalui penyediaan komunikasi risiko inklusif, promosi kebersihan, dan alat pelindung diri;

Mengurangi dampak langsung melalui dukungan psikososial, rujukan kesehatan, dan bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan dasar;

Merangsang pemulihan sosial-ekonomi dan meningkatkan ketahanan individu dan rumah tangga yang terkena dampak COVID-19 melalui mata pencaharian yang inklusif dan pembangunan ketahanan rumah tangga; dan,

Mempromosikan tanggap darurat dan pemulihan dini yang inklusif oleh para aktor kemanusiaan, Organisasi Masyarakat Sipil, dan pemerintah di tingkat nasional dan lokal.

Tujuan kegiatan yaitu Menyebarluaskan hasil implementasi proyek I AM SAFE kepada pemangku kepentingan utama di tingkat nasional dan lokal termasuk penerima manfaat dan mitra.

Untuk menyebarluaskan praktik yang baik dari pelaksanaan proyek I AM SAFE.

Memberikan informasi kepada pemangku kepentingan utama, mitra, dan penerima manfaat tentang akhir proyek I AM SAFE dan mengundang komitmen lintas sektor dalam respons inklusif terhadap penyebaran COVID-19.

Penyerahan kepada Pemkot.DIY

Peserta sekitar 250 orang, meliputi yang hadir secara online lewat zoom meeting (Kamis,21/4).

Hadir Wiwit Pemerintah Pusat (meliputi kementerian dan badan di level nasional antara lain: Kementerian Sosial; Bappenas; Kementerian Kesehatan; Badan Nasional Penanggulangan Bencana; Badan Pusat Statistik; Ombudsman RI dan Komnas Disabilitas).

Hadir pemberi sambutan  Yang Mulia Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia & Brunei Darussalam :  Vincent Piket, Marie Catherine Mabrut, Regional Program Director HI Filipina & Indonesia,  Mesak S. Elfeto,S.H., Assisten 2 Bupati Kupang mewakili Bupati Kupang dan
Dr. Yanti Damayanti, Perencana Madya Biro Perencanaan Kemsos mewakili Kepala Biro Perencanaan Kemsos.

Pemerintah daerah di D.I. Yogyakarta dan Nusa Tenggara Timur (Kabupaten Kupang hadir Klak BPBD Titus Samuel Tinentil), Perwakilan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis), Perwakilan Penyedia Layanan di 5 wilayah sasaran,Perwakilan INGO dan Organisasi Antar Badan lainnya Perwakilan Penerima Manfaat dan Media massa.

Project Uni Eropa dan Humanity & Inclusion menyelesaikan proyek dua tahun untuk mendukung Respon dan Pemulihan COVID-19 dengan capaian yang memuaskan

Uni Eropa (UE) dan Humanity & Inclusion (HI) menggelar upacara penutupan proyek “I AM SAFE: Inclusive Access to Multi-Sectoral Services and Assistances for Everyone”. Proyek ini mendukung respon COVID-19 yang inklusif disabilitas serta mengatasi dampak sosial-ekonomi yang tidak proporsional pada kelompok rentan di Kupang dan Yogyakarta.

Acara tersebut digelar secara virtual dan dihadiri oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Bupati Kupang, dan perwakilan dari Kementerian Sosial, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), organisasi penyandang disabilitas di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan DI Yogyakarta, akademisi, media, dan organisasi masyarakat sipil. UE diwakili oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia.

Proyek I AM SAFE telah membuahkan hasil yang signifikan, antara lain:

distribusi perlengkapan kebersihan kepada 4.000 rumah tangga (termasuk rumah tangga dengan perempuan sebagai kepala keluarga dan rumah tangga penyandang disabilitas) dan kampanye promosi kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19;

pendistribusian bantuan 23.500 masker kain untuk kelompok rentan dan 9.950 masker transparan untuk tunarungu, serta 5.647 paket alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan;

memberikan dukungan psikososial kepada 8.466 orang yang mengalami tekanan psikososial melalui layanan konseling online dan/atau kunjungan perawatan di rumah;

penyelenggaraan 5 layanan telemedicine berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat yang telah memberikan konsultasi medis kepada 1.079 pasien;

penyediaan alat bantu mobilitas untuk 418 orang yang membutuhkan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas;

penyaluran 6.000 paket gizi untuk keluarga berpenghasilan rendah, penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui, serta lansia yang mengalami kerawanan pangan dan gizi;

penyaluran bantuan tunai multiguna kepada 2.520 rumah tangga miskin dan rentan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka;

2.000 usaha mikro dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) menerima pelatihan dan dana stimulus untuk membantu mereka agar dapat terus beroperasi;

750 rumah tangga menerima pelatihan tentang kesiapsiagaan bencana yang sangat penting untuk mengurangi risiko bencana dan membangun ketahanan; 

166 organisasi kemanusiaan secara aktif terlibat dalam mengkampanyekan tanggap bencana yang inklusif; dan

pengembangan kapasitas 30 Forum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan.

Dalam melaksanakan proyek I AM SAFE, HI bekerja sama dengan dua organisasi lokal: CIS Timor, sebuah organisasi yang bergerak di bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, dan SIGAB, sebuah organisasi yang secara aktif mengadvokasi hak-hak penyandang disabilitas.

“Berkat kerjasama yang kuat dengan pemerintah daerah setempat serta mitra kami: CIS Timor dan SIGAB, dan dengan dukungan dari Uni Eropa, proyek ini mencapai tujuan awalnya. Proyek ini penting untuk membatasi dampak ekonomi, sosial, psikologis dari krisis COVID-19 di daerah pelaksanaan proyek bagi populasi yang paling berisiko. Selaras dengan mandat dan nilai-nilai HI, pendekatan yang inklusif memungkinkan untuk melibatkan penyandang disabilitas dan berkontribusi untuk memastikan tidak ada yang tertinggal,” kata Marie-Catherine Mabrut, Regional Program Director HI Filipina & Indonesia. “Kami sangat berterima kasih kepada Uni Eropa atas dukungannya dan mitra serta pemerintah setempat atas komitmen dan kolaborasi mereka yang memungkinkan proyek ini sukses,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Gunungkidul, H. Sunaryanta menyampaikan apresiasinya atas pencapaian proyek. “Saya sangat mengapresiasi proyek I AM SAFE yang didanai oleh Uni Eropa di Kabupaten Gunungkidul. Proyek ini telah memberikan kontribusi besar terhadap pengurangan kemiskinan. Di Gunungkidul, sekitar 17,02% penduduknya masih hidup dalam kemiskinan. Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya pandemi COVID-19. Pemerintah dan lembaga non-pemerintah perlu bekerja sama untuk memerangi kemiskinan dan pengucilan sosial. Semoga kerjasama yang telah terjalin dapat membawa manfaat positif bagi masyarakat khususnya kelompok rentan di Kabupaten Gunungkidul.”

Senada dengan itu, Bupati Kupang, Drs. Korinus Masneno, M.Si. menyatakan, “Atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas proyek I AM SAFE. Kami sangat mengapresiasi proyek yang berdampak positif bagi kelompok rentan di Kabupaten Kupang ini. Proyek ini telah mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19 dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi dari pandemi ini. Penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Uni Eropa yang bersedia mendanai proyek ini yang dilaksanakan oleh Humanity & Inclusion, SIGAB, dan CIS Timor.”

 “Proyek I AM SAFE merupakan bagian dari paket ‘Team Europe’ dengan total anggaran sebesar €200 juta (Rp3,5 triliun) untuk membantu Indonesia dalam menangani pandemi COVID-19 dan dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkannya, khususnya bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan,” kata Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket. “Proyek ini juga telah memberikan bantuan teknis kepada 2.000 UKM dengan fokus pada UKM milik perempuan untuk mengaktifkan kembali usaha mereka dengan strategi diversifikasi produk, pengembangan pasar, dan ekonomi digital. Kami berharap proyek ini akan meningkatkan mata pencaharian masyarakat yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi lebih dari 2,9 juta warga di Yogyakarta dan NTT,” tambahnya.

Menandai berakhirnya proyek, Duta Besar Piket secara simbolis menyerahkan berbagai hasil proyek I AM SAFE berupa ringkasan kebijakan tanggap bencana inklusif, laporan survei psikososial dan poster layanan konsultasi psikososial, dan Direktori UKM di Yogyakarta dengan profil usaha untuk mempromosikan produk UKM secara efektif di tingkat lokal dan nasional. 

Acara ditutup dengan berbagi praktik baik replikasi layanan psikososial di Sleman, tanggap bencana inklusif, dan pemberdayaan ekonomi. Diharapkan pembelajaran dan praktik baik yang dihasilkan proyek I AM SAFE dapat memberikan inspirasi, terutama dalam pemenuhan akses dan layanan yang inklusif, memastikan tidak ada yang tertinggal.

Tentang Uni Eropa

Uni Eropa adalah kesatuan ekonomi dan politik antara 27 Negara Anggota dengan populasi 470 juta. Bersama-sama, mereka telah membangun zona yang stabil, berlandaskan demokrasi dan pembangunan berkelanjutan sambil mempertahankan keanekaragaman budaya, toleransi dan kebebasan individu. Pada tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian karena upayanya dalam menjunjung perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi dan hak asasi manusia di Eropa. Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia dan merupakan sumber dan tujuan investasi langsung asing terbesar di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya adalah donor terbesar untuk Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) dengan menyediakan lebih dari setengah ODA secara global.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Uni Eropa dan hubungan kerjasama dengan Indonesia, kunjungi: http://eeas.europa.eu/indonesia 

Tentang bantuan Uni Eropa untuk mengatasi wabah virus corona di Indonesia

Untuk mendukung negara-negara mitra dalam perang melawan pandemi COVID-19 dan dampaknya, Uni Eropa telah meluncurkan pendekatan “Tim Eropa”. Tujuan dari pendekatan Tim Eropa adalah untuk menggabungkan sumber daya dari Uni Eropa, Negara Anggotanya, dan lembaga keuangan Eropa. Tim Eropa telah memobilisasi sekitar €200 juta dalam bentuk hibah dan pinjaman untuk mendukung Indonesia. Hibah €6 juta atau Rp108,5 miliar didedikasikan untuk mendukung organisasi masyarakat sipil dalam menanggulangi dampak kesehatan dan sosial ekonomi dari krisis COVID-19 di Indonesia. Tim Eropa menginvestasikan lebih dari €3 miliar untuk membantu mengamankan 1,8 miliar dosis vaksin untuk 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah. Indonesia merupakan salah satu negara penerima manfaat.

Info lebih lanjut: https://bit.ly/TeamEuropeIndonesia

Tentang Humanity & Inclusion

Humanity & Inclusion (HI) adalah nama operasional dari Handicap International Federation, yang didirikan pada tahun 1982, sebuah organisasi non-pemerintah kemanusiaan independen yang bekerja dalam situasi kemiskinan, konflik, dan bencana. Federasi ini terdiri dari 8 asosiasi nasional, yaitu Perancis, Jerman, Belgia, Kanada, Amerika Serikat, Luksemburg, Inggris, dan Swiss.

HI telah bekerja di Indonesia sejak tahun 2005 dan telah memberikan kontribusi di bidang tanggap darurat, pascabencana, pendidikan inklusif, dan hak-hak penyandang disabilitas. HI bekerja sama erat dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk melakukan kegiatan yang memungkinkan penyandang disabilitas dan kelompok rentan mendapatkan akses layanan yang lebih baik, menyuarakan kebutuhan dasar mereka secara langsung dalam pembangunan, dan mendorong terciptanya kebijakan yang inklusif.

Dalam kegiatan ini juga kepada Pemkot.DIY dan NTT dokumen policy brief tentang respon dan pemulihan covid 19 yang inklusif,  Dokumen survey kepuasan layanan psikososial poster layanan untuk kabupaten Sleman dan dokumen company profile KUB bagi pemkab.Gunung Kidul. Penyerahan dilakukan oleh UE Ambasador Indonesia & Darusalam Vincent Piket.

Acara penutupan diakhiri dengan pemaparan diseminasi pelaksanaan project atau praktek baik masing-masing wilayah locus program.** {jbr}