Dasa Cita Ketiga: “Wisata NTT, Penggerak Ekonoki Lokal” Pariwisata Sumbang 7,71 % Terhadap PDRD NTT
NTR, TopNewsNTT.Com|| Pada tahun 2025 sektor pariwisata telah berkontribusi 7,71 persen terhadap PDRB NTT, demikian penjelasan Gubernur NTT Emanuel Melkiedes Laka Lena terkait Program Dasa Cita 3 (Wisata NTT, Penggerak Ekonoki Lokal). Hal ini dipaparkan dalam Pidato Pembangunan dalam rangka Perayaan HUT RI ke-81 tahun 2026 di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Melky menyebutkan bahwa sektor pariwisata merupakan sektor strategis yang dapat menggerakan ekonomi Kerakyatan NTT melalui kekayaan alam, budaya dan ekonomi kreatif.
“Melalui dasa cita ketiga Pemerintah provinsi NTT memperkuat destinasi, SDM Pariwisata, promosi, event dan kolaborasi agar sektor ini semakin berdaya saing dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.” Sebut Melky.
Melky menekankan bahwa NTT memiliki lebih dari 1.600 daya tarik wisata, lebih dari 300 destinasi bahari, 534 desa wisata serta Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata Super Prioritas. “Pada tahun 2025 sektor pariwisata telah berkontribusi 7,71 persen terhadap PDRB NTT.” Sebutnya bangga.
Kunjungan wisatawan meningkat dari 1,56 juta pada tahun 2024 menjadi 1,84 juta pada tahun 2025, terdiri atas lebih dari 472 ribu wisatwan mancanegara dan sekitr 1.37 juta wisatawan nusantara. “Rata-rata lama tingga wisatawan juga naik dari 1.48 hari menjadi 2.67 hari, meskipun masih perlu ditingkatkan agar wisatawan tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak untuk produk dan jasa masyarajat lokal.” Tambahnya.
Melky menyebutkan bahwa pemerintah terus meningkatkan kualitas destinasi dan desa wisata, promosi digital, kalender kegiatan, serta event seperti Tour de Timor, Kupang Exotic Run, dan Rour de Timor dengan identitas promosi “Discover the Dream in NTT: A Thousand Dreams, One Archipelago”, Pelaku UMKM pengelola desa wisata, kelompok sadar wisata dan pandu wisata, termasuk Pantai Lasiana, diarahkan ubtuk meningkatkan kenyamanan wisata sekaligus Pendapatan Asli Daerah.
“Kesiapan pelayanan terus berkembang, pada tahun 2025 NTT memiliki 861 fasilitas akomodasi dan lebih dari 2.500 rumah makan. Peran masyrakat juga memperoleh pengakuan empat desa wisata NTT masuk 15 besar lomba desa nusantara 2025, sementara kampung Prai Ijing di kabupaten Sumba Barat merain ASEAN Sustainable Tourism Award 2026 dan sejumlah pengerak deaa wisata masuk jajaran Pejuang Pariwisata Nasional.
Pariwisata NTT Juga bertumpu pada kekayaan budaya. Hingga 2025 terdapat 479 sanggar seni yang aktif, disertai ratusan tarian, musik dan lagu daerah, tenun ikat, arsitektur tradisional, rumah adat, situs megalitik, dan berbagai warisan budaya lainnya. “Pelestariannya diperkuat melalui pendokumentasian, revitalisasi rumah dan kampung adat, pelatihan seni, dan kerajinan, pembelajaran berbasis kearifan lokal, penetapan warisan budaya Takbenda, serta festival, pagelaran seni, parade tari dan kegiatan sastra.” Jelasnya
“Inilah semangat dasa cita ketiga “Wisata NTT, Penggerak Ekonomi Lokal” Pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatwan tetapi juga dari manfaat bagi masyarakat, kelestarian lingkungan, dan terjaganya identitas budaya melalui destinasi berkualitas, masyrakat yang berdaya, dan budaya yang tetap hidup, pariwisata NTT kita dorong untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan dan memperkenalkan NTT kepada Indonesia dan dunia.” Tutup Melky.|| jbr