Penjelasan Resmi UNDANA Terkait Fakta Kasus Jesika Tunardjo dan Langkah-Langkah Konkrit Yang Telah, Sedang dan Akan Dilakukan
Kupang, TopNewsNTT.Com|| Akhirnya Pihak Undana yang diwakili oleh Wakil Rektor 4 Prof.Philipi de Rosari memberikan penjelasan resmi terkait kasus Mahasiswi FKM Jesika Sofia Runardjo yang viral beberapa waktu lalu di berbagai platform medsos dan dirilis berbagai media massa lokal dan nasional tertunda ujian skripsi hingga 12 kali.
Prof.Piliphi de Rosari dalam konferensi pers terhadap media yang dilakukan secara offline dan digital melalui kanal youtube Undana (Rabu, 5 Agustus 2026) pukul 18.00 wita di ruang rapat warek 4 mengatakan bahwa pada dasarnya, pihak civitas Undana sangat prihatin terhadap masalah yang menimpa mahasiswa Jesiko S.Tunardjo.
Dalam konferensi pers ini ada 3 hal yang ditegaskan pertama fakta usai dilakulan imvetigasi, penggalian informasi dan data, diperoleh data bahwa Jesika S.Tunardjo bukan depresi tapi kelelahan, kedua bahwa bukan 12 kali pembatalan ujian skripsi, tapi akumulasi pembatalan terjadi sejak ujian proposal, hasil dan skripsi dan ketiga adalah apa saja langkah-langkah konkrit yang sudah, sedang akan diambil oleh pihak UNDANA dalam rangka menyelesaikan persoalan mahasiswi bersangkutan, dan membuat perubahan dan penyesusian terhadap tata kelola akademik serta proses komunikasi antara mahasiswa dan dosen penguji serta pembimbing untuk seluruh proses seminar dna ujian.
Berikut penjelasan lengkapnya dilansir dari kanal Youtube resmi Undana:
Warek menyebutkan bahwa tanggapan masyarakat lewat platform medsos diterima Undana sebagai bagian perhatian masyarakat NTT kepada Undana.
“Tapi, apa yang diberitakan di berbagai media tidak seperti itu kondisi Nona Jesika bukan akibat depresi tapi hanya kelelahan saja. Dan saat ini yang bersangkutan sudah pulih dan sudah ada di rumah. Dan kami mohon doa agar pemulihan kesehatan mahasiswa kami berjalan baik sehingga mahasiswa kami ini dapat melanjutkan proses akademiknya, dapat menyelesaikan tugas akhirnya dan dapat meraih cita-citanya supaya dapat memberikan kontribusi bagi bangsa ini dan Flobamora.” Sebut Warek 4 awali Konferensi Pers
Dirinya melanjutkan bahwa tentang isu pembatalan ujian skripsi 12 kali terhadap mahasiswi ini, itu tidak benar. Dan proses yang terjadi adalah penyesuain jadwal untuk seminar proposal dan seminar hasil, jadi hukan ujian skripsi. Tahapan tugas akhir itu ada seminar proposal, seminar hasil dan ujian Skripsi.
Penyesuaian jadwal seminar itu biasanya dilakukan oleh para pembimbing, penguji dna mahasiswa. Selama ini komunikasi berjalan dengan baik, dan umumnya pembimbing dan penguji responsif terhadapa mahasiswanya. Dan perlu kamu sampaikan bahwa komumikasi khusus antara oenguji dan mahadiswa sangat baik dab bahkan seluruh pertanyaan mahasises dijawa penguji ddngan baik.
Terkait isue proses dan jadwal ujian proposal hasil dan skripsi yang cukup lama dan jadi viral, kami sampaikan bahwa itu tidak sepenuhnya jadi tanggung jawab dari dosen penguji. Tapi juga ada kontribusi dari dosen pembimbing, penguji mahasiswa dan staf administrasi. Jadi ada yang sudah dijadwalkan pada hari tertentu, pembimbing tidak bisa, ada yang penguji yang tidak punya waktu, dan ada yang malah mahasiswanya yang tidak bisa karena berbagai alasan, dan itu terjadi. Tapi itu menurut kami itu akumulasi dari kontribusi dari pembimbjng, penguji, mahasisws dan administrasi di tingkat prodi maupun fakultas.
Undana akan memfasilitasi pertemuan antara mahasiswa dan penguji dan dengan peristiwa jadi tempat menjadi baik dan damai dan Undana berkomitmen untuk memperbaiki hal-hal yang masih menjadi kendala tersebut.
Dalam proses selama ini yang terjadi belum bisa kita laksanakan karena baik dosen penguji dan mahadisea sedang dalam masa recorvery, semoga berjalan dengan Dan kami sudah berkomunikasi dengan baik.
Undana sedang dan akan lakukan langkah-langkah pertama : investigasi secara menyeluruh dan independen terhadap seluruh peristiwa yang sudah terjadi.
Investigasi ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai kronologi kejadian, mengidentivikasi fakta-fakta yang dapat diverifikasi dan mengklarifikasi informasi yang berkembang di media sosial dan masyarakat, serta memastikan setiap kesimpulan harus didasarkan pada bukti dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan bersama.
Kedua Undana sudah lakukan kunjungan ke rumah sakit yakni Rektor dan tim, juga kunjungan terhadap dosen penguji, karena mereka adalah kolega kami yang saat ini perlu mendapat perhatian khusus dari kami.
Baik mahasiswa dan dosen perlu mendapatkan pendampingan secara psikologis, dan kami sangat mengharapkan teman media dan netizen (masyarakat), membantu bersama kami agar proses recovery berjalan dengan baik.
Kami laksanakan konferensi pers sebagai wujud keterbukaan informasi ke masyarakat. Undana adalah milik publik, dan segala hal yang berurusan dengan Undana harus terbuka ke publik.
Konferensi pers ini sebagai bentuk tanggungjawab ke publik antara lain tentang hal-hal yang sudah terverifikasi dan langkah-langkah yang sudah dan sedang dilakukan lalu memberikan klarifikasi tentang informasi yang sudah berkembang di ruang publik dan media sosial serta mencoba menghindari untuk munculnya informasi, spekulasi dan disinformasi. Dan dalam pelaksanaannya Undana tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip kehati-hatian, perlindungan data pribadi, etika akademik serta praduga tak bersalah.
Undana telah membentuk tim klarivikasi dan investigasi, untuk mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang berkaitan termasuk mahasiswa, dosen pembimbing, dosen penguji, pimpinan program studi, pimpinan fakultas, tenaga kependidikan, serta pihak lain yang memiliki informasi yang relevan tentang ini.
Langkah-langkah ini dilakukan untuk menjamin bahwa proses klarifikasi ini harus berlangsung secara komprehensif, objektif dan memberikan kesempatan kepada setiap pihak untuk memberikan penjelasannya. Kami juga telah melakukan kajian terhadap dokumen administrasi yang berkaitan dengan SOP khususnya proses penyusunan dan pelaksanaan ujian seminar proposa dan hasil, termasuk jadwal ujian, surat penugasan dosen, pembagian pembimbing dan penguji, korespondesni resmi termasuk dokumen pendukung lainnya guna memastikan penyesuain pelaksanaan dengan peraturan akademik yang berlaku.
Undana juga melakukan tata kelola pada akademik semuanya berjalan dengan baik. Undana juga lakukan evaluasi terhadap tata kelola menyeluruh pada akademik khususnya terkait nekanisme penjadwalan ujian skripsi, koordinssi antar unit, sistem komunikasi terhadap mahasiswa, serta prosedur penanganan apabila terjadi perubahan jadwal atau apabila terjadi keadaan mendesak.
Selanjutkan kami akan menulis rekomendasi penyusunan perbaikan berdasarkan hasil investigasi sebagai dasar bagi penyempurnaan kebijakan di institusi. Standar operasional prosedur mekanisme pelayanan akademik agar kejadian serupa dapat dicegah pada masa mendatang serta kualitas layanan kepada mahasiswa semakin meningkat.
Selanjutnya kami akan menyampaikan kembali apa yang telah kami kerjakan kepada pemangku kepentingan yang berwenang termasuk kepada masyarakat sebagai stakeholder sebagai bentuk akuntabilitasi dari institusi kami sekaligus dasar pengambilan kebijakan dan tindakan sesuai ketentuan berlaku.|| jbr