Unik! Atraksi Budaya Sabu Raijua : Banting Sabu dan Taji Ayam Jadi Sajian Menarik Festival Budaya Kelurahan NBS

Kupang, TopNewsNTT.Com|| Atraksi Budaya Etnis Sabu Raijua Banting Sabu Dalam bahasa Sabu, Peluru Hawu (dhajja raiy), sedangkan Taji Ayam disebut sebagai Pe’iu Manu atau Iu Dara Manu jadi sajian unik dan menarik dalam pembukaan Fwstival Budaya Kelurahan Nunbaun Sabu (NBS).

Kedua atraksi ini merupakan bagian dari warisan budaya dan olahraga tradisional masyarakat Sabu Raijua.

Makna dan nilai yang terkandung dari atraksi Banting Sabu (Peluru Hawu) dilihat dari arti Bahasa: Dhajja raiy bermakna gerakan membanting dalam olahraga gulat tradisional etnis Sabu.

Bentuk Atraksi: Pertarungan fisik atau gulat adat di mana dua pesilat atau pegulat saling menguji kekuatan dengan teknik bantingan khas.

Nilai Budaya: Menjadi simbol ketangkasan, kekuatan, serta hiburan rakyat yang sering ditampilkan dalam acara budaya.

Taji Ayam (Pe’iu Manu) : Arti Bahasa: Pe’iu manu atau iu dara manu berarti kegiatan memasang taji dan menyabung ayam.

Bentuk Atraksi: Tradisi sabung ayam yang tidak terpisahkan dari ritual adat tertentu (seperti rangkaian upacara adat atau perdamaian).

Nilai Budaya: Sarana mempererat persaudaraan dan melepas permusuhan antar kelompok masyarakat.

Festival Budaya bertajuk “Multi Etnis” Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari (4-6 Agustus 2026) di Stadion Mini A.D.Riwu Kore dan dibuka oleh Staf Ahli Bidang Daud Nafi.

Selain Taji Ayam dan Banting Sabu, ada juga Pado’a, tarian tradisional penyambutan dari daerah Flores, Marching Band Siswa/i MAN Kupang, parade busana Tenun Ikat NTT dari lembaga Masyarakat, pelajar SD, SMP dan SMA.

Tujuan festival budaya ini dalam rangka mengangkat dan mempromosi budaya dan mempererat kekerabatan dan persatuan terwujud dengan begitu banyak dan beragamnya atraksi seni dan budaya yang persembahkan.

Keterlibatan dan kehadiran  pemerintah dan masyarakat dari berbagai elemen kecil besar, tua muda nampak selama kegiatan pembukaan berlangsung.

Ketua panitia melaporkan tujuan festival budaya adalah dalam rangka melestarikan dan memperomosikan adat budaya dan mengajak masyarakat mencintai dan mempromosikan budaya NTT serta mempererat hubungan antar masyarakat.

Daud Nafi, Staf Ahli Setda Kota Kupang membuka festival membacakan sambutan Wali Kota Kupang,  mengapresiasi konsep kegiatan festival yang dirancang panitia kelurahan NBS sebagai sebuah upaya mengangkat, memperkenalkan, mempromosikan dan melestariakan budaya NTT dengan beragam dan banyaknya sajian atraksi seni dan budaya NTT yang digelar menunjukkan keterlibatan masyarakat yang luar biasa.

Wali Kota mengatakan pemerintah tentu sangat mendukung dan akan terus mendukungnya.

Wali Kota mengingatkan bahwa pada dasarnya budaya dapat mempererat peratuan dan menjalin kekerabatan. Dengan bukti  terlibatnya berbagai unsur pemerintah, masyarakat, dengan seluruh sajian yang unik dan indah dalam festival ini  menciptakan kegembiraan.

Pembukaan Festival ditandai dengan pemukulan gong. || jbr