Tarian Gawi, Wakili Budaya Etnis Ende Lio Pada Festival Budaya Kelurahan Kayu Putih
Kupang, TopNewsNTT.Com|| Tarian Massal “Gawi” asal Ende Lio jadi wujud persatuan warga Multi Etnis warga pada pembukaan Festival Budaya yang dibuka oleh Sekda Kota Kupang Jefry E.Pelt mewakili Wali Kota Kupang.
Festival “Event Budaya” Kelurahan ke-18 untuk tahun 2026 ini mengangkat3 thema “Melestarikan Budaya, Eratkan Kebersamaan, Wujudksn Kayu Putih Berbudaya” bertempat di Lapangan Bola Kaki Mini Loka Du’u (Kamis, 30/7/2026) dan akan berlangsung selama 3 hari hingga 1 Agustus 2026.
Mewakili Wali Kota Kupang, Sekda Kota Kupang Jefry E.Pelt didampingi oleh Asisten II, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang dan pejabat lainnya ikut menarikan tarian Gawi usai membuka festival.
Festival Budaya mengangkat Budaya Ende Lio sebagai upaya melestarikan budaya, eratkan kebersamaan dan wujudksn Kelurahan Kayu Putih Berbudaya.
Festival didahului dengan parade budaya oleh perwakilan warga setiap rt dengan berbusana Adat NTT dari berbagai suku yang ada di kelurahan Kayu Putih, atraksi drum band siswa Asumta, tarian tradisonal sebagai penyambutan oleh para siswa SD Muhamadiyyah dan tarian massal.”Gawi” sebagai ucapan syukur atas semua hal baik yang Tuhan lakukan kepada warga Kayu Putih.
Selama festival akan digelar berbagai lomba tarian, tarik suara solo dan paduan suara lagu-lagu daerah NTT dan pelayanan kesehatan gratis dari UPT Puskesmas Oepoi.
Sebelum pembukaan festival oleh Sekda, didahului oleh tuturan adat Rafael Levi sebagai Ketua Kelompok Gawi masyarakat IKEF (ikatan Keluarga Asal Ende) yang antara lain menyampaikan terkait budaya Ende Lio, jenis dan aturan menggunakan serta makna pakaian tradisonal Ende menurut aturan adat Ende.
Tarian massal Gawi digelar secara melingkar sebagai simbol kesatuan, kekeluargaan dan penghormatan kepda leluhur, umumnya sebagai ungkapan syukur atas hasil pertanian, mempererat persatuan warga.
Sekda Kota Kupang Jefry E.Pelt membuka Festival, menyampaikan sambutan Wali Kota Kupang antara lain mengatakan bahwa pemetinthah kota Kupang mendukung kegiatan dan apresiasi panitia yang sudah mengangkat budaya Ende Lio.
Kelurahan Kayu Putih adalah ke-13 yang sudah menggelar event budaya ini.
Jefry mengingatkan bahwa Event Budaya ini sangat penting karena budaya merupakan perekat, dan budaya melambangkan identitas suatu bangsa yang tumbuh sejak dulu. Dengan event ini sekaligus sebagai upaya mengangkat, memperkenalkan dan melestarikan budaya kepada generasi muda sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan lewat pelibatan UMKM.
“Lewat event budaya budaya lokal dapat diangkat, diperkenalkan dan dilestarikan. Didalam setiap gerak tari ada doa maka mari kita taruh penghormataa yang tinggi kepada budaya. Dengan mengangkat Budaya Ende Lio kita dapat mengenal budaya Ende termasuk lewat tuturan adat Ketua Gawi IKEF Kota Kupang tadi, maka diharpkan generasi muda akan makin mencintai budaya dan melestarikan serta memperkuat persatuan.|| jbr