Festival Budaya Kelurahan Tode Kisar Meriah Oleh Berbagai Atraksi Seni dan Budaya NTT, Sambil Nikmati Sunset di Pinggir Pantai
Kupang, TopNewsNTT.Com|| Festival Budaya Kelurahan Tode Kisar angkat Thema Multi Etnis berlangsung meriah dengan berbagai atraski seni dan budaya sambil menikmati sunset di pinggir Pantai Ketapang Satu pada Senin, 13/07/2026.
Pembukaan Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Tofe Kisar kali ini diwarnai oleh berbagai atraksi seni dan budaya seperti tarian kreasi baru multi etnis Sabu, Rote dan Timor, yang dipersembahkan oleh 3 sanggar Tari “Six Star Sikumana, Swnggar Tari Tujuh Binntang Kelurahan Pasir Panjang, Pemuda Kelurahan Tode Kisar. Fashion show anak usia 4-8 tahun sebanyak 22 orang, usia 9-15 tahun 20 orang, persembahan Drum band SMAN 6 Kota Kupang.
Selain itu ada Tarian bersama asal Rote Nda’o “Kebalai”, ada juga atraksi budaya pukul kaki dari Kabupaten Rote Ndao dikenal dengan nama “Bahoruk.” Tradisi ini menampilkan dua pria yang saling berhadapan dan berbalas memukul kaki menggunakan sebilah rotan untuk menguji kekuatan, ketangkasan, serta menjalin keakraban antar warga.
Dalam sambutannya Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo menyatakan sangat kagum dengan ide pihak panitia penyelenggara dan pemerintahan kelurahan Tode Kisar serta Kecamatan Kota Lama karena pertama kali dalam penyelenggaraan Festival Budaya memilih Pantai sebagai lokasi.
Wali Kota mengingatkan juga bahwa di kelurahan yang multi etnis ini penting untuk menjaga persatuan dan toleransi karena keberagaman itu indah.
Wali Kota pun mengingatkan bahwa budaya bisa menjadi alat pemersatu di wilayah ini karena kondisi wilayah yang merupakan daerah usaha dan multi etnis.
Ia menegaskan menjaga, merawat dan mewariskan budaya adalah tugas bersama semua pihak, karena budaya adalah pinjaman dari anak cucu yang suatu saat harus dikembalikan.
Sunset di pinggir pantai Ketapang Satu menambah indah dan meriahnya Festival Budaya tahun 2026 di kota Kupang ini.
Dengan kelurahan Tode Kisar sudah 15 Kelurahan yang menggelar Festival Budaya
Kelurahan yang masuk wilayah Kecamatan Kota Lama ini merupakan kelurahan kedua setelah Kelurahan Air Mata yang menggelar Festival Budaya dalam mendukung Program Wali Kota dr.Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang Serena Corgrova Francis dalam hal pengembangan budaya yang berfokus pada misi menjadikan keberagaman etnis sebagai modal sosial, ekonomi kreatif, dan identitas kota jasa. Inisiatif utamanya meliputi pelaksanaan Karnaval Budaya Kota Kupang, Festival Koepan, Festival Budaya Kelurahan, serta pengembangan City Branding dan maskot daerah.
Pemerintah Kota Kupang mengimplementasikan berbagai program strategis ini melalui langkah-langkah prioritas antara lain;
Penyelenggaraan Karnaval dan Parade Budaya: Mengadakan Malam Karnaval Budaya tahunan sebagai wadah bagi puluhan paguyuban etnis untuk menampilkan kesenian tradisional, sekaligus memperkuat semboyan Kupang sebagai “Rumah Bersama”.
Festival Budaya Berbasis Kelurahan: Program berkelanjutan yang diselenggarakan di 51 kelurahan sebagai sarana pelestarian nilai tradisi dan ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal.
Koepan Festival: Menjadikan perayaan budaya seperti Koepan Festival di Taman Nostalgia sebagai wadah kreativitas pemuda, selaras dengan tema “Youth in Action, Culture in Motion”.
Pengembangan City Branding dan Maskot: Mempersiapkan peluncuran maskot baru dan identitas city branding untuk meningkatkan citra daerah yang berakar pada budaya dan kreativitas lokal.
Pembinaan Sanggar Seni: Memberikan dukungan legalitas, bimbingan teknis, dan bantuan fasilitas kesenian kepada komunitas serta sanggar seni lokal agar mampu berdaya saing dan melestarikan warisan budaya.|| jbr