Sikat Plagiasi Berbasis AI dan Kekerasan, Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana Siapkan Mahasiswa Jadi Agen Sosial
Kupang, TopNewsNTT.Com|| – Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) bergerak serentak membenahi moralitas akademik sekaligus keamanan ruang publik kampus. Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelaran sosialisasi akbar yang membedah kode etik, anti-plagiasi, pencegahan perundungan, bahaya narkoba, hingga penanggulangan kekerasan di Aula FKIP Undana, Kupang, pada Selasa (23/6/2026).
Langkah jemput bola ini menjadi bagian integral dari pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas dalam menciptakan ekosistem belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter. Menghadirkan atmosfer edukasi lintas sektor, ajang yang dipandu oleh dosen Pendidikan Ekonomi, Emirensiana Adha, S.Pd., M.Pd., ini mempertemukan para pakar akademis dengan institusi hukum dan kesehatan daerah, seperti KPAD Kota Kupang, UPTD PPA, hingga BNN Provinsi NTT.
Soroti Mahasiswa Suka Jiplak AI Mentah dan Bahaya Fabrikasi Data
Mewakili Koordinator Prodi, Retno Hernawati, S.Pd., M.Pd., mengupas tuntas fenomena digital yang belakangan ini mengikis kejujuran ilmiah di tingkat hulu perguruan tinggi. Salah satu perhatian tajam diarahkan pada tren penyalahgunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kalangan mahasiswa dalam menyusun tugas akhir atau karya tulis ilmiah.
Retno Hernawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan mewakili Koordinator Prodi Pendidikan Ekonomi
“Selama ini masih ditemukan mahasiswa yang menjiplak hasil dari AI secara mentah-mentah tanpa melakukan pengolahan, komparasi, dan analisis kritis kembali. Tindakan jalan pintas seperti ini masuk dalam kategori pelanggaran kode etik akademik serius, termasuk plagiasi,” kritik Retno tajam.
Dosen Pendidikan Ekonomi ini menambahkan bahwa racun akademik tidak hanya sebatas plagiarisme, melainkan juga mencakup tindakan manipulasi dan fabrikasi data penelitian. Praktik lancung tersebut dinilai merusak kredibilitas ilmu pengetahuan dan mencederai marwah perguruan tinggi. Oleh karena itu, Retno mendesak mahasiswa untuk kembali menegakkan lima pilar penulisan ilmiah: kejujuran, objektivitas, transparansi, orisinalitas, dan kredibilitas.
Darurat Kasus Kekerasan dan Misi Memutus Stigma ODHIV
Dilihat dari sisi keamanan sosial, Kepala Seksi Pengaduan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Jefry Handre Aryandra, S.KM., M.KM., membeberkan data yang memprihatinkan. Sepanjang tahun terakhir, UPTD PPA telah menangani sedikitnya 454 kasus kekerasan di masyarakat, mulai dari kekerasan fisik, psikis, seksual, hingga penelantaran. Jefry mengingatkan bahwa trauma kekerasan ini merusak perkembangan psikologis, moral, dan performa akademik korban secara permanen.
Kepala Seksi Pengaduan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Jefry Handre Aryandra, S.KM., M.KM.,
Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang, James Tanggu Bore, S.H., menyoroti beban sosial ganda yang dialami Orang dengan HIV (ODHIV) akibat rendahnya literasi kesehatan publik. James menegaskan bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial biasa atau kontak kasual harian, melainkan lewat hubungan seksual berisiko dan jarum suntik tidak steril.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang, James Tanggu Bore, S.H.,
Untuk menopang ketahanan lingkungan dari bahaya narkotika, Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN Provinsi NTT, Yosna Julia Juwita, S.Psi., mengajak mahasiswa proaktif mewujudkan program Kampus Bersinar (Bersih dari Narkoba). Mahasiswa ditargetkan mampu mengambil peran strategis sebagai peer educator (pendidik sebaya) dan agent of change yang aktif memproduksi konten edukatif kreatif di media sosial guna memutus mata rantai peredaran gelap narkoba.
Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN Provinsi NTT, Yosna Julia Juwita, S.Psi., menyampaikan materinya
Mencetak Guru Masa Depan yang Bersih dan Berintegritas
Intervensi masif yang dilakukan Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Undana melalui sosialisasi multidimensi ini membawa dampak perubahan yang sangat mendasar bagi kualitas mutu lulusan di NTT. Sebagai prodi pencetak calon guru dan tenaga pendidik masa depan, mahasiswa Pendidikan Ekonomi tidak boleh hanya unggul dalam penguasaan materi diktat kuliah kelas, melainkan wajib bersih dari catatan kriminalitas moral di luar kelas.
Apabila calon guru masa depan sejak masa kuliah sudah terbiasa memalsukan data penelitian, memplagiasi tugas lewat AI, permisif terhadap perundungan, atau abai pada bahaya narkoba, maka mereka berpotensi menularkan kerusakan mentalitas tersebut kepada generasi penerus di sekolah kelak.
Lewat edukasi ini, Undana memotong potensi kegagalan moral tersebut. Kampus membekali calon pendidik ini dengan kepekaan sosial tingkat tinggi, sehingga saat mereka lulus dan terjun ke masyarakat, mereka siap menjadi benteng pelindung anak didik dari bahaya kekerasan serta menjadi figur teladan yang menjunjung tinggi orisinalitas berpikir. (**)
Sp.hms.undana
(Ref)