Politisi Partai Demokrat, Djunaedi Kana Komitmen Dukung Pelestarian Budaya dan Situs Cagar Budaya di Wilayah Kota Kupang
Anggota DPRD Kota Kupang Djunaedi Kana Fraksi Partai Demokrat Komisi 4 yang membidangi Kesehatan, pendidikan, Olahraga dan Kebudayaan, kepada media usai pembukaan Festival Budaya kelurahan Maulafa mengatakan pada dasarnya dirinya sebagai wakil rakyat sangat mendukung pelaksaan Fetsival Budaya dan juga program pemerintah Kota Kupang untuk pelestarian budaya dan perawatan Cagar Budaya di wilayah Kota Kupang.
“Kami sebagai wakil rakyat apalagi saya di Komisi 4 yang salah satu bidang yang saya uris adalah pendidikan termasuk budaya, daya sangat mendukung pelaksanaan Festival Budaya. Karena dalam Festival Budaya akan menyatukan semua etnis yang berbeda secara budaya misalnya Sabu, Rote, Timor bersatu dalam harmoni indah.” Ujarnya.
Menurut Politis Partai Demokrat yang sudah dua periode mewakili kecamatan Maulafa di DPRD Kota Kupang ini, di event Festival Budaya semua keberagaman budaya bukan hanya dipersatukan saja, tapi sedang mengembangkan dan dilestarikan.
“Budaya harus dikembangkan dan dilestarikan, agar tidak hilang. Jadi kegiatan festival memang sangat penting dilakukan di tahun-tahun mendatang. Kalau bisa jangan hanya di tingkat kelurahan tapi juga dilaksanakan di tingkat Kecamatan dan Kota.”
DPRD juga mendukung program pemkot Kupang di bidang kebudayaan untuk identivikasi, invetarisir dan pendaftaran objek yang diduga adalah Situs Cagar Budaya untuk dikaji dan ditetapkan menjadi Situs Cagar Budaya walau ditengah efisiensi dan defisit anggaran pusat hingga Rp2.204 M.
Djunaedi mengatakan pelaksanaan event festival budaya sudah cukup setahun sekali dengan alokasi anggaran untuk festival budaya Rp20juta per kelurahan.
Djunaedi mengusulkan taman-taman di dalam Kota Kupang dapat dimanfaatkan juga untuk melaksanakan event budaya, sehingga taman-taman lebih bermanfaat dan orang akan berkunjung ke sana jadi bukan hanya di event tahunan.
Djunaedi menyoroti dampak ganda yang diperoleh dengan adanya Festival Budaya, yakni selain budaya diangkat, ekonomi juga bergerak karena ada pelaku UMKM yang terlibat dan berjualan.
“Orang melihat UMKM hanya berjualan sedikit tapi ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat, karena ada perputaran uang di setiap event.” Sebutnya.
Djuenaedi juga mengakui kondisi ekonomi nasional Indonesia sementara sulit, namun ia melihat pelibatan pelaku UMKM dalam event-event dan setiap hari mereka berjualan, akan membuat roda perekonomian terus berputar walo sedikit. “Pergerakan ekonomi tetap berjalan, dan sejarah mencatat, selama pandemi covid, pelaku UMKM menjadi penopang ekonomi NTT. Jadi dengan event festival ini pasti akan ada dampak positifnua bagi pengbangan budaya dan peningkan ekonomi.” Katanya.
Djunaedi menegaskan bahwa DPRD tentu akan mendukung program pelestarian cagar budaya walau ditengah efisiensi anggaran besar-besaran.
“Defisit anggaran 2026 sebesar Rp2,204 M dan itu sangat berdampak pada semua Dinas dan OPD. Namun kami akan terus berkoordinasi dengan pemkot dan.mendorong pemkot untuk berkoordinasi dengan pemprov agar ada alokasi anggaran yang bisa didapat baik untuk event festival budaya maupun untuk perawatan Objek Cagar Budaya di Wilayah Kota Kupang. ” janjinya.|| jbr