Sinergi Undana-UPH: Kuliah Umum Bedah Masa Depan Kedokteran Presisi dan Teknologi AI

Kupang, TopNewsNTT.Com|| Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menyelenggarakan kuliah umum berskala besar di Aula FKIP Undana, Jumat (29/5/2026). Mengusung tema “Masa Depan Kedokteran: Presisi, Teknologi, dan Tantangan Kesehatan Global”, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis bersama Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta.

Forum ilmiah ini diikuti oleh ratusan calon dokter dari berbagai institusi di Kota Kupang, mulai dari mahasiswa Pendidikan Dokter Undana, Universitas Citra Bangsa (UCB), hingga Poltekkes Kemenkes Kupang. Sinergi ini bertujuan membekali calon dokter muda NTT dengan wawasan teknologi medis terkini dalam menghadapi tantangan kesehatan global.

Peluang Beasiswa Spesialis bagi Calon Dokter NTT

Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., dalam sambutannya menekankan pentingnya mahasiswa menyerap ilmu langsung dari para pakar sebagai modal pengabdian di daerah. Sementara itu, Dekan FK UPH, Prof. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.BS(K)., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi atas perkembangan pendidikan kedokteran di NTT yang kini telah memiliki dua fakultas kedokteran.

Prof. Eka menegaskan bahwa mahasiswa kedokteran saat ini adalah tumpuan masa depan yang akan mengubah citra NTT di tingkat nasional. “Kami membuka peluang beasiswa bagi dokter muda asal NTT yang memiliki kemauan kuat untuk melanjutkan studi spesialis di UPH,” ungkap ahli bedah saraf terkemuka tersebut.

Integrasi Teknologi Gamma Knife dan Kecerdasan Buatan (AI)

Kuliah umum yang terbagi dalam dua sesi ini menghadirkan enam narasumber pakar dari berbagai sub-spesialisasi, antara lain:

Prof. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.BS(K)., Ph.D.Prof. Dr. dr. Antonia Anna Lukito, Sp.JP(K).Dr. dr. Rusli Muljadi, Sp.Rad(K).Dr. dr. Nata Pratama Hardjo Lugito, Sp.PD.Dr. dr. Elric Brahm Malelak, Sp.FTB.Dr. dr. Yafet Ronny Setiawan, Sp.BS.

Para narasumber membedah penanganan kasus kompleks, mulai dari komplikasi infeksi TBC-HIV/AIDS hingga prosedur bedah saraf tingkat tinggi. Fokus utama pemaparan adalah peran teknologi digital dalam meningkatkan presisi diagnosis. Salah satu yang menarik perhatian peserta adalah teknologi Gamma Knife, prosedur bedah otak tanpa sayatan yang menjadi terobosan dalam kedokteran modern.

Selain aspek teknis, para mahasiswa dimotivasi untuk adaptif terhadap perkembangan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dalam praktik medis. Laksni, mahasiswi kedokteran angkatan 2024, mengaku terinspirasi untuk tetap menjaga motivasi meski dihadapkan pada isu investasi pendidikan yang tinggi. “Materi Gamma Knife membuka mata kami tentang masa depan kedokteran yang minim invasi,” ujarnya.

Membangun Proyeksi Karier Spesialis

Urgensi dari kuliah umum ini adalah memberikan gambaran konkret mengenai proyeksi karier spesialisasi bagi mahasiswa kedokteran di wilayah NTT. Dengan terbukanya akses teknologi dan tawaran beasiswa spesialis, Undana berupaya memperpendek jarak kesenjangan kompetensi tenaga medis antara daerah dan pusat.

Melalui kegiatan ini, calon dokter muda diharapkan tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki literasi teknologi yang mumpuni untuk mengabdi dan menyelesaikan masalah kesehatan di pelosok Nusa Tenggara Timur.(**)

sp.hms.undana