Percepat Internasionalisasi, Undana Bentuk Task Core Pendirian Confucius Institute 2030
Kupang TopNewsNTT.Com|| – Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi memulai langkah strategis pendirian Confucius Institute (CI) sebagai upaya memperkuat jejaring internasional dan pengembangan sumber daya manusia menuju visi tahun 2030. Langkah ini diawali dengan pembentukan tim khusus (task force) yang bertugas menyusun proposal serta dokumen akademik dalam rapat teknis di Gedung Rektorat Undana, Selasa (12/5/2026).
Pendirian lembaga ini diproyeksikan menjadikan Undana sebagai kampus ke-11 di Indonesia yang memiliki Confucius Institute. Lembaga ini akan menjadi pintu masuk utama kolaborasi pendidikan, riset, dan pertukaran budaya antara Undana dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di China.
Media Pertukaran Budaya dan Riset Global
Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Undana, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si., menjelaskan bahwa CI memiliki peran yang jauh lebih luas dari sekadar pusat pembelajaran bahasa Mandarin. Lembaga ini merupakan jembatan pertukaran kebudayaan yang bersifat timbal balik.
“Bukan hanya budaya China yang diperkenalkan di sini, tetapi budaya NTT juga akan dipromosikan ke China melalui jalur akademik. Peluang kita sangat besar karena Undana telah memiliki Mandarin Center sebagai modal awal,” ujar Prof. Annytha.
Pendirian CI ini nantinya akan didukung penuh oleh yayasan pendidikan di China, mencakup pembiayaan program pengembangan SDM, riset bersama, hingga penyediaan tenaga ahli. Sebagai langkah persiapan, Undana dijadwalkan bertemu dengan Prof. Tao—inisiator CI di Universitas Udayana dan Universitas Hasanuddin—untuk mematangkan program awal.
Fokus pada Pengembangan Vokasi dan Sektor Strategis
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa Undana tidak lagi sekadar mengejar kerja sama tradisional, melainkan kolaborasi internasional yang berdampak sistemik bagi institusi. Konsep yang akan diusung Undana mengarah pada Vocational Confucius Institute.
“Kami fokus pada bidang strategis yang menjadi keunggulan Undana, seperti pertanian (agriculture), kedokteran hewan (veterinary), dan peternakan (animal husbandry). Kerja sama awal akan melibatkan Jiangxi Normal University dan sejumlah universitas mitra di China,” jelas Prof. Jefri.
Melalui skema ini, para pakar dari China dapat melakukan in-house training dan riset kolaboratif langsung di fakultas terkait guna meningkatkan kapasitas teknis dosen dan mahasiswa Undana.
Target 2030: Penguatan Jejaring Global
Guna mendukung naskah akademik pendirian CI, tiga fakultas terkait bersama International Relations Office (IRO) Undana tengah menyusun concept note dan Term of Reference (TOR). Program ini diharapkan tidak hanya menyentuh aspek Tridarma Perguruan Tinggi, tetapi juga penguatan pelatihan vokasional bagi masyarakat luas.
Rektor berharap, pada tahun 2030, Undana telah memiliki fondasi internasional yang kokoh, bahkan membuka kemungkinan adanya kantor perwakilan kerja sama di luar negeri. Transformasi ini menjadi bagian dari peta jalan Undana untuk menjadi universitas yang berdaya saing global namun tetap relevan dengan potensi lokal.(**)
sp.hms.undana