Tinjau Fasilitas RSU Undana, Rektor Targetkan Peningkatan Standar Pelayanan dan Kerjasama BPJS
Tinjau Fasilitas RSU Undana, Rektor Targetkan Peningkatan Standar Pelayanan dan Kerja Sama BPJS
KUPANG – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri Samuel Bale, S.T., M.Eng., menegaskan komitmennya dalam upaya transformasi Rumah Sakit Umum (RSU) Undana menjadi fasilitas kesehatan unggulan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Komitmen ini disampaikan saat melakukan kunjungan kerja bersama jajaran pimpinan universitas ke RSU Undana pada Senin (18/5/2026).
Langkah penguatan ini difokuskan pada pemenuhan standar pelayanan kesehatan nasional serta optimalisasi kerja sama dengan BPJS Kesehatan guna memberikan akses layanan medis yang maksimal bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya.
Peningkatan Indikator Pelayanan BPJS
Dalam kunjungan tersebut, Rektor mengapresiasi progres perbaikan manajemen RSU Undana. Berdasarkan data terkini dari BPJS Kesehatan, indikator kesiapan pelayanan RSU Undana menunjukkan tren positif, yakni meningkat dari angka 70 menjadi 78.
“Pengembangan RSU Undana adalah prioritas strategis. Kami terus memperbaiki diri, melengkapi persyaratan administratif, serta memperkuat fasilitas medis agar rumah sakit ini segera menjadi mitra pelayanan kesehatan terbaik bagi pengguna BPJS di NTT,” ujar Prof. Jefri di sela-sela peninjauan fasilitas.
Perwakilan BPJS Kesehatan, Arfin Nalenan, membenarkan adanya perkembangan signifikan tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap memberikan sejumlah catatan evaluasi untuk memastikan seluruh standar fasilitas kesehatan (faskes) terpenuhi sesuai regulasi yang berlaku sebelum kerja sama diperluas.
Penguatan Sarana dan Prasarana Medis
Ketua Pengurus Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah NTT, dr. Rita Enny, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, menilai RSU Undana memiliki potensi besar sebagai rumah sakit rujukan. Ia menekankan bahwa keberadaan alat kesehatan (alkes) yang mumpuni merupakan jantung dari operasional rumah sakit.
“Fasilitas di RSU Undana sudah cukup baik, namun penguatan pada ruang tindakan, ruang isolasi, dan ruang kombinasi perlu terus dioptimalkan. Hal ini penting untuk menjamin keamanan pasien serta tenaga medis dalam memberikan tindakan,” ungkap dr. Rita.
Dinas Kesehatan NTT juga memberikan sejumlah rekomendasi teknis berdasarkan hasil evaluasi rutin tahunan. Fokus utama pengembangan meliputi pemenuhan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan dan penyesuaian sarana pendukung sesuai standar perizinan nasional.
Pusat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat
Direktur RSU Undana, dr. Efrisca M. Br. Damanik, M.Biomed., menyampaikan bahwa dukungan penuh dari rektorat memberikan energi baru bagi manajemen untuk terus berinovasi. Selain melayani publik, RSU Undana memiliki fungsi vital sebagai laboratorium praktik bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana.
“Rumah sakit ini adalah tempat di mana pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan bertemu. Kami berkomitmen untuk menjadikan RSU Undana sebagai sarana pengembangan kompetensi tenaga medis masa depan sekaligus pemberi layanan kesehatan yang ramah dan profesional bagi masyarakat NTT,” pungkas dr. Efrisca.
Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi teknis bersama jajaran Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana untuk menyusun jadwal pemenuhan fasilitas sesuai target yang ditetapkan dalam rencana strategis universitas tahun 2026.(**)
sp.hms.undana