Pimpin Faperta Undana 2026–2030, Dr. Tomycho Olviana Fokus pada Inovasi Agroindustri dan Ketahanan Pangan

NTT, TopNewsNTT.Com||  – Dr. Tomycho Olviana, S.P., M.M.A., resmi ditetapkan sebagai Dekan terpilih Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) periode 2026–2030. Terpilihnya Dr. Tomycho menandai dimulainya babak baru suksesi kepemimpinan yang berfokus pada akselerasi transformasi Faperta menuju pusat unggulan (Center of Excellence) berkelas dunia.

Dalam pernyataan perdananya pascapenetapan, Kamis (9/4/2026), Dr. Tomycho menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan amanah besar untuk mengabdi kepada lembaga. Ia berkomitmen merangkul seluruh civitas akademika guna mendorong sektor pertanian yang lebih tangguh dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Akselerasi 100 Hari: Kurikulum dan Digitalisasi

Guna mengawali masa jabatannya, Dr. Tomycho telah menyiapkan langkah taktis melalui Program Prioritas 100 Hari Pertama. Fokus utama akan diarahkan pada transformasi akademik dan pembenahan kurikulum agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian terkini.

“Prioritas kami adalah penguatan mahasiswa, perluasan kemitraan, serta digitalisasi tata kelola agar birokrasi lebih efisien. Kami juga akan mengoptimalkan ekosistem riset, baik bagi dosen maupun mahasiswa, agar hasil penelitian memiliki daya dampak yang nyata,” jelas Dr. Tomycho.

Strategi Lima Pilar Menuju Global

Transformasi Faperta Undana akan dibangun di atas lima pilar strategis yang mengintegrasikan ekosistem inovasi agroindustri, antara lain:

Transformasi Akademik dan Kurikulum.Riset Unggul dan Hilirisasi Produk.Kemitraan dan Kolaborasi Strategis.Kemahasiswaan dan Penumbuhan Jiwa Kewirausahaan.Tata Kelola Berbasis Kolaborasi, Integrasi, dan Sinergitas.

Melalui fondasi tersebut, Dr. Tomycho optimis Faperta dapat selaras dengan visi universitas untuk berdaya saing global sekaligus menjadi solusi bagi persoalan pertanian di daerah.

Senat: Proses Demokratis dan Ajakan Kolaborasi

Ketua Senat Faperta Undana, Prof. Dr. Ir. D. Roy Nendissa, M.P., menegaskan bahwa seluruh tahapan pemilihan, mulai dari penjaringan hingga pemungutan suara, telah berlangsung secara transparan, terbuka, dan demokratis. Dr. Tomycho Olviana meraih suara terbanyak, mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Dr. Mayavira Veronica Hahuly dan Dr. Lusia Sulo Marimpan.

Prof. Roy menilai visi ketiga kandidat sebenarnya saling melengkapi dalam semangat memajukan fakultas. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan dekan terpilih sangat bergantung pada kualitas komunikasi dan relasi di internal kampus.

“Bangunlah komunikasi yang baik dengan seluruh elemen, dari dosen hingga mahasiswa. Relasi yang harmonis akan melahirkan birokrasi yang sehat dan kolaborasi yang kuat,” tegas Prof. Roy.

Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk mengakhiri kompetisi dan bersatu mendukung kepemimpinan baru. Dengan komitmen bersama, Faperta Undana diyakini mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian dan memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat luas. (**)

pr.hms.undana

(Van)