Sosok Victorya Wewo,S.H, Ketua KJ TKBM Kupang, “Mama Yang Welas Asih, Tapi Tegas Dalam Aturan”

Figur Koperasi Warta Kota

KUPANG, TOPNewsNTT|| Sosok Ibu Victorya Wewo,S.H  Ketua Koperasi Jasa TKBM Kupang 3 periode (2013-2018 2018-2023 dan 2023-2028l laksana “mama” yang welas asih tapi tegas dalam aturan bagi 320 anggota TKBM  (Tenaga Kerja Bongkar Muat) di pelabuhan Tenau yang seluruhnya laki-laki.

Sebagai seorang perempuan yang juga seorang mama (ibu) bagi 3 putera-puterinya, Ibu Ria (sapaan-red) mampu menghandle para TKBM yang semuanya adalah pria yang mayoritas berpendidikan minim dan terbiasa bekerja kasar karena pekerjaan mereka bersentuhan dengan kegiatan fisik bongkar-muat angkut barang di pelabuhan Tenau.

Predikat “mama” yang tegas dalam aturan tapi penuh welas asih pantas disematkan bagi perempuan asal Sabu Raijua yang murah senyum ini.

Dalam sekali pertemuan saja, media ini dapat menyimpulkan dua sisi berbeda yang mampu diperankannya terhadap anggota TKBM, yakni ketegasan sebagai pemimpin perempuan yang mengedepankan aturan dan disiplin, tapi juga sisi keibuan yang penuh perhatian dan welas asih tapi humoris sesuai kondisi yang dihadapinya, sehingga mampu menghipnotis para pengurus dan anggota yang secara aklamasi mendaulatnya menjadi ketua KJ TKBM Tenau untuk. Periode ke-3 (2023-2028) saat RAT TB 2022 (3/2) lalu.

“Pokoknya untuk periode 5 tahun mendatang 2023-2028 kami belum punya calon yang mampu menggantikan mama Ria. Pada RAT ini calon tunggal, mama Ria lagi. Dalam lima tahun ini baru mama Ria kaderkan saja yang bisa memimpin dengan baik sebisa mungkin seperti mama Ria.” Ujar Daniel Nggeok salah satu  pengurus saat wawancara usai pembukaan RAT TB 2022 lalu.

Dan hal itu terbukti saat pemilihan pengurus, jabatan ketua secara aklamasi disetujui oleh para ketua regu sebagai perwakilan 320 anggota yang hadir dan pengurus bulat mendaulat Ibu Ria sebagai Ketua untuk masa jabatan 2023-2028.

Kesan sikap tegas, keibuan dan humoris yang mampu memanagemen 320 anggota yang semuanya laki-laki inilah yang membuat media ini ingin menulis dan menampilkan sosok perempuan Sabu Raijua ini dalam profil ini.

Ibu Ria menjelaskan ia sudah 30an tahun lebih berkarir di Koperasi TKBM Tenau dan Inkop TKBM Pelabuhan sejak tahun 1989, dua tahun setelah menamatkan pendidikan di SMEA Negeri Kupang jurusan Akuntansi.

“Jadi awal berkarir di KJ TKBM Tenau pada 1989 karena ada lowongan sebagai staf, melamar dan diterima. Koperasi baru saja berdiri dan saya sudah ada sejak awal koperasi berdiri, ada saat jatuh bangunnya. Dan akhirnya saya menikmati karir saya disini, karena baru tamat dan langsung berkerja. Kerja sambil kuliah jurusan hukum dan sampai sekarnag berkarir di koperasi ini.” Ujarnya.

Sempat menjabat sekretaris selama lima tahun, dan pada 2012 saat ketua sebelumnya meninggal dirinya otomatis sebagai ketua antar waktu sampai periode pemilihan 2013-2018 dan dirinya terpilih sebagai ketua, lalu dipercaya lagi untuk periode kedua 2018-2023 dan sekarang masih lagi dipercaya secara aklamasi sebagai ketua untuk periode ketiga 2023-2028.

“Jujur pada RAT TB 2022 saya sebenarnya sudah tidak boleh lagi periode ketiga, walau aturannya masih digodok di Kementerian, tapi ketika sepanjang saya masih dipercaya anggota, saya terima saja dan saya pikir hal ini juga sebagai cara perpanjangan tangan Tuhan untuk saya melayani lagi sambil mempersiapkan kader pengganti, saya jalani saja. Kedepan kita akan membuat terobosan yang berbeda dari kemarin-kemarin sehingga TKBM tidak hanya mengandalkan penghasilan dari TKBM saja, tapi dari simpan pinjam bisa juga jika anggota mau usaha dan butuh modal kita bantu melalui pinjaman. Dan jika plafon dana lebih besar dari ketentuan maka ditambah jaminan.” Ujarnya tersenyum.

Diakuinya saat mengemban tugas ketua untuk pertama kalinya pada 2013, ia sudah mampu melaksanakan tugasnya, karena sudah punya pengalaman menjadi sekretrais yang memberinya banyak pemgalaman dan pengetahuan kerja-kerja koperasi seperti apa.

“Karena sekretaris kan motor penggerak dalam organisasi. Bekal ilmu pengetahuan juga banyak menolong yakni saya SMEA Akuntansi dan S1 bidang Hukum, hukum perdata yang maching dengan pekerjaan perkoperasian, yakni terkait perikatan dan perjanjian kan ada unsur hukumnya sehingga semua berjalan dengan baik.” Ungkapnya.

Diakuinya, managemen yang dipakai di koperasi yang anggotanya para TKBM, membuatnya harus pandai-pandai kapan mengadaptasi ilmu hukum dan ilmu psikologi sebagai seorang ibu.

“Karena, tidak maksud merendahkan ya, tapi faktanya dengan latar belakang pendidikan para anggota  yang seperti kita tahu bersama, SMP ke bawah, butuh pendekatan dari hati ke hati. Jadi intinya ilmu yang didapat di bangku sekolah dan kuliah kita pakai pada saat kita memperjuangkan sesuatu yang seharusnya mereka dapat secara aturan. Tapi saat diluar masalah aturan dan hukum harus dengan pendekatan persuasif. Kita harus berhati-hati dan cerdas agar maksud baik bisa tersampaikan dengan baik tanpa konflik yang tidak perlu. Tapi jika melanggar aturan bahkan mengarah ke ranah hukum, saya akan tegas. Jadi pada forum rapat kita pakai ilmu dari pendidikan kita, tapi kalau dalam keseharian sepanjang masih bisa ditolerir, kita pakai pendekatan persuasif. Tidak bisa satu cara saja.” Ujarnya mengakui.

Pendekatan persuasif, lanjut Ibu Ria, “dimaksudkan bukan hanya agar mereka menerima kita sebagai pimpinan, tetapi juga sebagai keluarga, sebagai orangtua. Walaupun dari sisi usia, ada TKBM yang usia lebih tua dari saya, semuanya pria dan pekerjaan mereka pekerjaan fisik yang berat, tapi bagaimana cara kita pakak agar mereka bisa tunduk tapi lebih ke taay kepada kebijakan atau aturan organisasi ini, ya dengan pendekatan persuasif dari hati ke hati.”

“Intinya hanya satu saja komitmen kita jika berhadapan dengan para TKBM yakni HAK mereka JANGAN DIAMBIL.” Tegasnya.

Ibu 3 putera dan 1 cucu ini menambahkan,  perhatian lebih lainnya, ssbagai kunci yang mampu mneyentuh nurani mereka adalah dengan pemberian bonus dan bantuan sembako dll. “Kalau bisa ada bonus yang bisa diberi, berikan saja. Seperti di TKBM ini ada pemberian sembako gratis yang memang saya programkan. Bagaimana mewujudkannya adalah tugas ketua untuk melihat peluang diluar dari mana bisa dapat bantuan untuk program itu. Misalnya ke Pelindo, Polda NTT dan ke unit-unit lain yang mau berbagi. Tapi dari internal koperasi jika pendapatan meningkatkan dan ada kelebihan dan bisa menutupi biaya dan ada surplusnya, ya sudah kita tambah lagi. Tahun 2022 kemarin, bahkam sampai 4 kali kami beri bantuan sembako gratis.” Ungkap wakil bendahara Inkop TKBM Pelabuhan, ketua Korwil Inkop TKBM Pelabuhan Bali Nusra, dan Indotim ini.

Keberhasilannya memimpin 320 TKBM Kupang selama 2 periode lalu dan dipercaya untuk 1 periode lagi 2023-2028, lantaran ia memposisikan dirinya sebagai ibu dari para anggota koperasi sebagai anak-anaknya.

“Dan sebagai ibu saya harus mengenal mereka secara personal seperti apa watak, karakter sifat dan kelemahan serta kekuatan mereka. Apa maunya mereka, apa kebutuhan mereka yang paling urgent dan saya harus mengenal secara personal.” Terangnya.

Diakuinya sejak ia juga mengemban tugas wakil bendahara Inkop TKBM Pelabuhan, ada sebagian anggota baru memang belum dikenalnya dan mengenalnya secara emosional. Tapi pada sesi wawancara saat melamar adalah kesempatan bagi dirinya mengenal pribadi mereka, dan itu kesempatan kita sebagai pengurus memberi informasi dan membuat mereka juga harus tahu aturan yang harus ditaati.

Ditekannya di Koperasi TKBM bukan hanya masalah bekerja saja, tapi bekerja dengan ketentuan yang harus laksanakan dan ditaati. Misalnya masalah APD, disiplin waktu masuk kerja, selama kerja, pulang, istirahat dll.

“Pola metodologi pelaksanaan pekerjaan seperti apa semuanya harus berjalan sesuai mskanisme. Dan saya tidak ada tawar menawar terutama terkait K3, BPJS dan APD, karena itu nyawa taruhannya.” Tegasnya.

Terutama untuk TKBM yang bekerja di lapangan, lanjutnya, “sebelum mereka punya BPJS baik Kesehatan maupun Ketenagakerjaan saya tidak ijinkan mereka turun lapangan.” Ia menegaskan.

Ia menegaskan haram bagi dirinya untuk mengijinkan para pekerja turun bekerja, tanpa proteksi BPJS,  “mereka harus sudah terproteksi dulu baru boleh kerja. BPJS mereka diurus dan disiapkan oleh Koperasi.” Imbuhnya.

Ia membuka fakta, kadang walau mereka sudah dibekali BPJS saja masih ada yang berhadapan dengan kasus hukum, apalagi jika tanpa BPJS.  Walau diakuinya saat saat masalah untung saja mereka saya bekali dengan BPJS tadi, APD dan sertifikasi-sertifikasi profesi sehingga aman. “Kemarin sempat ada salah satu TKBM berhadapan dengan kasus hukum operator dari kami tapi karena punya lisensi dan sertifikasi lengkap maka aman.” Ungkapnya.

Diakuinya dalam penerapan aturan bisa saja terjadi benturan, misal kritik dari pekerja akibat misalnya adanya tindakan skorsing sampai pemecatan atau turun jabatan bagi TKBM yang melakukan kesalahan fatal, tapi selama sesuai aturan dan melalui tahapan-tahapan seperti teguran lisan, tertulis sp 1, 2.dan 3, maka dirinya merasa aman-aman saja, dirinya tidak gentar. Karena yang utama ia berjalan dalam pimpinan Tuhan sehingga otomatis apa yang dilakukannya sesuai aturan.

Kedepan dirinya dan managemen KJ TKBM sudah programkan diklat keterampilan bersama Kementerian Koperasi, Perhubungan dan Ketenagakerjaan, bahkan peningkatan status pendidikan bagi TKBM kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yakni paket A, B dan C sebagai syarat administrasi sesuai aturan baru Kementerian.

TKBM juga sesuai hasil RAT TB 2022 untuk TB 2023 akan memberikan sarana kredit kendaraan roda 2, alat elektronik dan perumahan bagi anggotanya

Selain itu hak wajib anggota adalah Dana Pensiun atau Purna Bakti, Tali Asih, Pinjaman Modal Usaha, Beasiswa bagi putera-puteri anggota yang berprestasi serta BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan.

“Dengannya saat mereka pensiun usia 56 tahun, dengan hak-hak diatas mereka masih bisa membuka usaha.” Jelasnya.

Selain hak-hak diatas, para TKBM diikutkan dalam diklat peningkatan ketermpilan sesuai jenis pekerjaannya mulai dari operator hingga ke buruh baik yang dilaksanakan oleh Koperasi maupun yang bermitra dengan 3 Kementrian yang membawahi TKBM yakni Koperasi, Ketenagakerjaan dan Perhubungan.

Hal tersebut dilakukan agar para TKBM memiliki sertifikasi keterampilan sehingga menjamin kualitas dan keselamatan kerja di lapangan.

Ibu Ria mengungkapkan bahwa untuk lima tahun kepemimpinannya di Koperasi ini akan dijalani seperti air mengalir sambil melihat apa saja yang perlu dibenahi, ditambah dan diperbaiki.

“Tapi intinya saya sehat dulu, itu yang terpenting. Karena saya baru sembuh dan masih dalam masa pemulihan sakit cukup serius sejak setahun silam. Jadi saya akan lakukan semua yang terbaik yang bisa saya lakukan dan pengkaderan pimpinan periode selanjutnya. Saya akan berjalan seperti air mengalir saja.” Ujarnya lugas.

Dengan beberapa jabatan di TKBM Pusat dan Kupang, pelayanan gereja, diakuinya sedikit waktunya untuk keluarga, tapi yang disyukurinya adalah dukungan dan pengertian suami dan anak-anak, keluarganya sangat kuat sehingga membuatnya juga mampu menjalankan semua tugas dan jabatan ini

Terkait perhatian pemerintah apalagi di era presiden Jokowi, diakuinya sudah sangat terbuka dan memberi banyak peluang bagi perkembangan koperasi teurtama lewat berbagai program dan penganggaran bagi pertumbuhan koperasi.

“Tinggal bagaimana koperasi membuka diri, melihat dan berusaha meraih peluang itu. Semuanya demi kesejahteraan anggota. Dengan sistem koperasi “dari, oleh dan untuk anggota”, serta sistem gotong royong dan kekeluargaan, maka koperasi tentu sudah ikut mensejahterakan masyarakat NTT.” Imbuhnya.

Dengan aturan, ketegasannya menindak dan pendekatan persuasif yang dilakukannya bersama staf,  koordinasi dengan stakeholder pelabuhan dan aparat kepolisian, sudah makin meminimalisir masalah yang timbul akibat berbagai hal di pelabuhan misal pembagian kerja, calo dll. Ia berharap ke depan akan semakin baik.

Sebisa mungkin managemen koperasi akan membagi secara adil dan merata tugas bongkar muat agar jangan ada konflik.

“Di pelabuhan bongkar muat 320 TKBM dibagi dalam 19 regu kerja dengan jumlah anggota sesuai dengan kebutuhan kapal. Ada 2 jenis pekerjaan yang saat ini berjalan yakni  Stevedoring yakni pekerjaan bongkar diatas kapal sampai diturunkan ke jaring-jaring dan  Cargodoring yakni pekerjaan menaikkan kedalam truk. Sementara jenis pekerjaan Receiving/ Delivery saat ini sudah tidak dilakukan karena truk-truk perushaan yang punya barang langsung mengangkut ke gudang mereka. TKBM sudah tidak keluar pelabuban mereka hanya melakukan pekerjaan bongkar muat dipelabuhan dan mereka ini yang menjadi anggota KJ TKBM Kupang ditambah portir kapal perintis (penumpang).” Jelasnya.|| juli br