SMPN 18 Kupang, Walau Jumlah Siswa Paling Sedikit, Tapi Dukungan Masyarakat Besar Dalam Kegiatan Budaya

Kupang, TopNewsNTT.Com||Walau memiliki jumlah siswa dan rombel paling kecil, namun SMPN 18 Kupang peroleh dukungan besar dari orangtua siswa dan warga sekitar terhadap seluruh kegiatan seni budaya yang dilaksanakan di sekolah (pentas Seni) dan kegiatan luar sekolah yang digelar Pemkot.Kupang dan Dinas Pendidikan Kota Kupang

Misalnya festival Budaya yang digelar oleh pemkot.Kupang dan lomba-lomba yamg digelar Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang.

Letak SMPN 18 Kupang memang berada di atas perbukitan rendah dan dikelilingi  padang rumput bersebelahan dengan SMAN 10 Kupang. Sedikit jauh dari perumahan warga namun tak menyurutkan antusias dan dukungan warga bersama sekolah mempersiapkan kebutuhan anak-anak mereka maupun ikut menonton saat sekolah menggelar pentas seni.

Walaupun sekolah ini hanya punya rombel dan jumlah siswa paling sedikit di Kota Kupang (9 rombel dengan jumlah siswa 100 lebih) namun selalu aktif mengikuti setiap lomba dan kegiatan seni budaya yang digelar Dinas dan Pemkot.Kupang. Prestasi akademik dan potensi di bidang seni dan budaya para siswa oatut diacungi jempol, terutama dalam sendratasik (seni tari, suara dan drama) bahkan pada event lomba Paduan Suara yang digelar bulan April 2026 oleh Dinas Pendidikan Kota Kupang,  SMPN 18 Kupang masuk 10 besar.

Seperti pada sekolah-sekolah lain, SMPN 18 Kupang menerapkan matpel Seni Budaya dengan sistem ko kurikuler wajib dan  ektra kuirkuler.

Menurut kepala SMPN 18 Kupang  Gregorius Emilianus Karmin, karena terletak di kelurahan Fatukoa, Kecamatan Alak ditengah masyarakat mayoritas etnis Timor, maka kegiatan budaya sangat didukung oleh warga sekitar terutama orangtua.

“Dan disini kalau sekolah menggelar praktek seni budaya dengan menggunakan pakaian tenun ikat, dan mengangkat seni budaya NTT terutama Timor, baik untuk di sekolah maupun lomba-lomba, orangtua siswa dan warga sekitar snagat mendukung.” Ujar Gregorius bangga

Dukungan tersebut membuat kegiatan sekolah yang masih berstatus UPTD dan terletak di kelurahan yang wilayahnya jauh dari perkotaan ini selalu ramai.

“Mungkin karena berada diantara warga yang mayoritas etnis Timor dan letak yang masih jauh dari keramaian kota, membuat kegiatan seni budaya siswa didukung penuh. Mulai dari pakaian, aksesoris dll disediakan orangtua dan saat pementasan pun akan ramai ditonton warga. Dukungan itu membuat kami makin bersemangat.” Jelas kepala sekolah yang sebentar lagi akan pensiun ini.

Sekolah ini juga menerapkan beberapa pembinaan karakter siswa dengan Budaya Iman, Budaya Bersih, Budaya Sbut, Sapa, Senyum diantara semua warga sekolah.

“Dengan budaya tersebut siswa terbentuk mental beriman, mental disiplin, menjaga kebersihan dan perilaku sopan santun dan anti bulliying. Selain budaya iman, budaya lainnya dilakukan setiap hari efektif kbm (senin-Jumat). Sementara Budaya Iman pada hari Sabtu berupa pembinaan iman.” Jelas Gregorius.

Hal tersebut sangat berdampak positif bagi pembentukan karakter para siswa, tambahnya.|| jbr