Di SMPN 12 Kupang Gali Bakat Siswa Dimulai dari SPMB
Kupang, TopNewsNTT.Com|| Di SMPN 12 Kupang punya cara jitu mendukung pengembangan minat dan bakat siswa dalam bidang Seni Budaya, yakni dimulai dari awal siswa mendaftar atau proses SPMB.
Dengan kebijakan itu, pihak sekolah berharap sekolah bisa mendata apa saja bakat siswa sesuai minat mereka di bidang seni dan budaya. Tujuannya agar selama menempuh pendidikan guru dapat mengembangkan bakat mereka dengan latihan lebih serius di sanggar seni yang dibentuk sekolah agar dipersiapkan untuk pementasan seni di setiap akhir semester di sekolah maupun mengikuti lomba dan mengisi acara di luar sekolah baik yang digelar Dinas Pendidikan maupun oleh dinas Pariwisata atau oleh lembaga lain.
Selain itu dengan kebijakan tersebut sekolah dapat mendorong prestasi siswa untuk dikembangkan menjadi sebuah karir di masa depannya.
Hal tersebut dilakukan pertama karena sekolah memiliki empat guru Seni Budaya yang berlatar belakang pendidikan Sendra Tasik (Seni Tari, Seni Suara, Musik dan teather), sehingga siswa akan serius perdalam minat dan bakat seni dan budaya mereka.
Dan berkat latihan yang sangat profesional dari guru-guru Seni Budaya, siswa sekolah ini selalu memboyong piala atau peroleh juara setiap lomba di luar sekolah.
Hal ini dijelaskan oleh Kepala SMPN 12 Kupang, Elisabeth Lensi,S Pd kepada media (Senin, 8/6/2026).
“Seperti tahun 2025 dan 2026 sekolah kami peroleh juara Lomba Paduan Suara antar SMP Se-Kota Kupang yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dan ada berbagai lomba seni lainnya selalu kami ikut dan juara. Saat ini kami sedang mempersiapkan siswa untuk lomba menari yang akan dilaksanakan di Juli 2026 nanti yang digelar oleh Dinas Pendidikan. Dan saya yakin akan juara lagi karena pelatih mereka guru sendratasik dan siswa yang terpilih sudah kami latih dan biasa isi acara di Pentas Seni sekolah.” Ujar Elisabeth optimis.
Menurut selain itu kebijakan tersebut memudahkan sekolah ketika Dinas mengundang sekolah mengisi acara di Program Budaya Pemerintah misalnya Karnavak dan Festival Budaya atau Festival Budaya Kelurahab maka anak-anak tinggal berlatih sesuai permintaan.
Elisabeth mengatakan sekolah sangat mendukung kegiatan seni budaya diterapkan di sekolah baik teori maupun praktek karena dampaknya sangat bagus untuk menarik minat siswa selalu hadir di sekolah. Karena kegiatan budaya ternyata memberi keseimbangan pada pembentukan mental, psikologis dna karakter anak.
“Budaya itu seperti penyeimbang bagi psikologis anak ditengah kesulitan mencerna dan mengikuti KBM, aerta memberi ruang eksplore dan eskpose ekspresi ditengah pengaruh buruk informasi hoax lewat gagdet, media sosial. Kegiatan seni budaya dan juga olahraga dapat menjadi pengalih bagi siswa dari danpak gagdet, miras, narkoba, pergaulan bebas lainnya. Apalagi siswa SMP adalah usia-usia masih sangat muda dari anak-anak ke remaja dan persiapan masuk ke usia pemuda-pemudi yang masih mencari identitas diri tapi mudah terpengaruh hal buruk. Tantangannya berat generasi muda yang hidup di tengah kota yang sedang beranjak menjadi kota besar dengan segala pengaruh buruknya. Apalagi anak-anak muda sekarang sedang kehilangan identitas dari aspek seni lagu-lagu isinya tidak mendidik. Lewat kegiatan seni budaya, siswa memiliki kegiatan yang positif karena seni apapun dari budaya tradisional NTT berisi hal-hal baik.” Jelas Elisabeth.
Ia berharap siswa akan mencintai dan mampu mempromosikan seni tradisonal NTT lewat kegiatan di sekolah.
Sesuai kurikulum sekolah, jelasnya, Pelajaran Seni Budaya diajarkan dalam bentuk teori dan praktek yakni Ko Kurikuler dan Ekstra Kurikuler.
Selain itu, sekolah menerapkan empat gerakan yang dinamakan Budaya (pembiasaan) yang bertujuanĀ membentuk karakter anak dengan soft yakni Budaya Sabtu Iman, Sabtu Sehat, Sabtu Bersih dan Sabtu Kreatif pada setiap Sabtu, karena mereka belajar Senin-Jumat dan Sabtu libur.
“Pihak sekolah harus kreatif dan menarik minat belajar dan pembentukan karakter siswa menujuĀ generasi emas 2045.” Jelas Elisabeth.
Elisabeth meminta agar pemkot.Kupang mengoptimalkan sanggar-sanggar seni budaya di sekolah agar siswa yang punya minat dan kemampuan bisa berlatih lebih intens dan serius.
Pada penerimaan siswa baru dibuat aturan untuk mencari tahu bakat dan minat agar bisa selanjutnya diarahkan dan dilatih selama menempuh pendidikan. Dan siswa disuruh menunjukkan kemampuan minat dan bakanya di depan panitia pendaftaran untuk selanjutnya didata dan diarahkan untuk dilatih guna mempersiapkan mereka untuk event dan lomba baik didalam.maupun luar sekolah.
Sekolah ini juga menjadi gudang atlit futsal, yang setiap ikut lomba selalu meraih juara. Ada banyak piala yang kami punya dari para atlit tersebut.
Ia berharap sekolah ini bisa terus bersaing dalam berbagai hal baik akademik dan non akademik.|| jbr