Sistem Baru Berbasis Perangkat Khusus, Undana Siagakan Teknisi Ahli Kawal 10 Ribu Peserta UTBK-SNBT 2026
Kupang, TopNewsNTT.Com|| – Universitas Nusa Cendana (Undana) mematangkan kesiapan teknis menjelang pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Dalam rapat koordinasi di Gedung Rektorat pada Kamis (9/4/2026), universitas fokus pada mitigasi tantangan sistem operasi baru berbasis perangkat khusus (flashdisk) yang akan digunakan oleh sekitar 10 ribu peserta.
Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menegaskan bahwa seluruh aspek, baik infrastruktur maupun kesiapan sumber daya manusia, harus berada pada level optimal sebelum ujian dimulai serentak pada 21 April mendatang.
Antisipasi Lonjakan dan Kolaborasi Lintas Institusi
Hingga saat ini, data pendaftar UTBK di Undana tercatat menyentuh angka 10 ribu orang. Namun, jumlah final masih bersifat dinamis hingga batas akhir pembayaran pada 11 April 2026. Angka tersebut nantinya akan menjadi landasan utama panitia dalam menentukan pembagian sesi serta durasi total pelaksanaan ujian.
Guna mengakomodasi tingginya jumlah peserta, Undana menjalin kolaborasi strategis dengan Politani dan Politeknik Negeri Kupang (PNK). Fasilitas laboratorium komputer di kedua institusi tersebut telah disiagakan dan melewati serangkaian uji coba perangkat untuk memastikan kenyamanan peserta.
Tantangan Sistem Operasi Baru dan Keandalan Energi
Berbeda dengan tahun sebelumnya, UTBK 2026 menerapkan sistem operasi khusus yang dijalankan melalui perangkat eksternal. Perubahan ini menuntut kesiapan teknisi yang lebih terlatih untuk menangani potensi kendala teknis di lapangan.
Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Undana, Arfan Y. Mauko, S.Kom., M.Cs., menyatakan bahwa timnya telah menyiapkan langkah antisipatif yang komprehensif. “Kami menyiapkan teknisi yang benar-benar siap menangani sistem baru ini. Selain perangkat, dukungan kelistrikan menjadi atensi utama agar tidak ada gangguan berarti selama ujian berlangsung,” jelas Arfan.
Untuk menjaga stabilitas daya, panitia juga menyiagakan genset cadangan di titik-titik lokasi ujian guna mengantisipasi pemadaman listrik yang dapat mengganggu jalannya sinkronisasi data ujian.
Prosedur Ketat dan Layanan Inklusif
Undana kembali mengingatkan peserta untuk mematuhi aturan ketat selama ujian. Peserta hanya diperbolehkan membawa kartu peserta, identitas diri, dan surat keterangan lulus ke dalam ruangan. Sementara itu, barang bawaan lainnya akan ditempatkan di area penyimpanan khusus yang dijaga oleh petugas keamanan.
Selain aspek keamanan, Undana juga menjamin aksesibilitas bagi peserta berkebutuhan khusus. Fasilitas dan pendampingan disiapkan agar proses ujian berjalan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Dukungan tenaga medis dan kebersihan juga turut disiagakan untuk menciptakan atmosfer ujian yang kondusif.
Sebagai langkah final, panitia akan menggelar sosialisasi teknis terakhir bagi seluruh petugas lapangan guna menyamakan persepsi dan tanggung jawab. Melalui persiapan yang matang dan koordinasi intensif, Undana berkomitmen menyelenggarakan seleksi nasional yang transparan, akuntabel, dan profesional. (**)
pr.hms.undana
(IyL)