Selama Tahun 2025-2026, Sebanyak Rp927.174.400 Dana Pengaman Rp3 Milyar Sudah Tersalur Untuk 83 Pasien Keluarga Tidak Mampu di Kota Kupang
Kupang, TopNewsNTT.Com||Sejak Tahun 2025-2026, Dana Pengaman sebesar Rp3 Milyar sudah terpakai sebesar RpRp927.174.400 bagi 83 pasien yang merupakan warga tidak mampu di Kota Kupang.
“Terkait dana pengaman Rp3 Milyar, sejak dilaunching tahun 2025 sudah 49 orang menggunakannya, dan hingga Mei 2026 sudah 34 orang, total 83 orang dengan total anggaran yang digunakan Rp927.174.400 ribu rupiah dari total Dana Pengaman Rp3 Milyar yang didistribusikan ke RS.S.K.Lerik Kupang.” Jelas Direktur RS.S.K.Lerik, dr. Maria Veronica Ivonny Dondao Ray usai kunjungan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Komjen Pol (Purn) Purwadi Arianto, M.Si (Selasa, 12 Mei 2026).
Menurut dr.Ivon, ke-83 warga Kota Kupang yang dibantu dengan Dana Pengaman ini sangat bersyukur, karena seseorang sehat dulu baru bisa lakukan berbagai aktivitas.
“Banyak orang merasa putus asa ketiK tidak punya uang dan saat butuh pelayanan kesehatan, tapi harus membayar. Maka 83 orang ini tentu sangat berayukur Pak Wali dan Bu Wakil sudah membantu dengan kebijakan Dana Pengaman sebesar Rp3 Milyar pertahun bagi masyarakat tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus membayar.” jelas dr.Ivon.
dr.Ivon menjelaskan jenis pelayanan kesehatan yang diperoleh adalah khusus untuk gawat darurat,
“Jadi ketika pasien datang ke IGD dan dokter di IGD deteksi pasien dalam kondisi gawat darurat dan ternyata dia tidak punya Kartu BPJS ataupun jaminan kesehatan lainnya, maka pasien langsung di rawat. Jadi pasien tetap dirawat, dan keluarga pasien kita arahkan langsung mendaftar untuk veridikasi data.” Jelas dr.Ivon lagi.
Untuk memastikan warga tersebut layak menerima perawatan dengan bantuan dana pengaman, di RS.S.K.Lerik, jelas dr.Ivon, ada tiga Dinas Sosial, Dispenduk dan Dinas Kesehatan.
“Kita verifikasi data secara online dengan tiga Dinas yakni Kesehatan, Sosial dan Dispenduk untuk memastikan bahwa pasien benar-benar warga Kota Kupang dan status sosialnya keluarga tidak mampu yang layak memperoleh bantuan Dana Pengaman tersebut. Dengan tiga OPD yang standby di Rumah Sakit ini, maka bantuan diharapkan akan tepat sasaran.” Jelas dr.Ivon
RS.S.K. Lerik juga menyiapkan pelayanan kesehatan yang memadai saat ini yakni selain 33 dokter spesialis yang tersedia, managemen RS juga menyiapkan pelayanan spesifik yakni dokter spesialis mata dan cukup digemari oleh masyarakat Kota Kupang cukup tinggi.
dr.Ivon berkomitmen bahwa sebagai ASN yang terikat pada aturan, maka dirinya dan seluruh staf akan bekerja sesuai aturan.
“Selama mengikuti aturan maka semua akan berjalan dengan baik. Maka saya mengajak 429 tenaga dokter dan nakes kita akan menjaga pelayanan yang sudah baik makin baik, dan yang belum baik akan kita perbaiki.” Tegasnya.
Dirut RS.S.K.Lerik Kupang dr. Maria Veronica Ivonny Dondao Ray, M.Kes juga menanggapi positif kunjungan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Komjen Pol (Purn) Purwadi Arianto, M.Si di RS.S.K.Lerik.
Ia memberi apresiasi dan berterima kasih atas kunjungan Wamen.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan bapak Wamen dan Pak Wali Kota Kupang. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kamindan sskaligus sebagai motivasi bagi kami untuk bagaimana meningkatkan pelayanan bagi masyarakat di Kota Kupang yang membutuhkan. Kami akan memupuk integritas dan sinergi antara kami sehingga kita bisa melayani dengan dedikasi sesuai dengan motto dari Kota Kupang, yakni Kota Kasih.” Ujar dr Ivon yakin.|| jbr