Pj.Walikota Kupang George Hadjoh masuk Got Pungut sampah saat Pencanangan Gerakan Masuk Got di Jalan Banteng Kelurahan Nunleu

  • Bagikan

KOTA KUPANG, TOPNewsNTT||Luar Biasa penjabat walikota Kupang George Hadjoh patut diapresiasi oleh semua warga kota Kupang dalam hal menerapkan pesan Gubernur NTT saat pelantikan yakni menyelesaikan masalah sampah.

Pesan itu sekaligus diartikan sebagai tugas, penjabat walikota Kupang mencanangkan Gerakan Masuk Got dalam rangka mengatasi masalah sampah di 12 lokasi atau titik yang didata sebagai pusat sampah yakni kecamatan Kota Raja, jalan Banteng (Jembatan Kali Sembunyi), Alfons Nisnoni (Selolan sepanjang lampu merah Polda hingga ke kelurahan Airnona, Bakunase  Naikoten 1  Naikoten 2 (Pasar Inpres), Jalan Herewila, Selokan Di kelurahan Fontein), Pasar Oesapa, Jalan El Tari, Pasar Penfui, selokan Sepanjang Jalan Soeharto, Kali Merdeka kelurahan Oeba, Jalan Sunan Gunung Jati sampai dengan jalan Cendrawasih.

Jembatan Kali Sembunyi di Jalan Bantemg Kelurahan Nunleu (Lokasi 8) menjadi titik pencanangan oleh Penjabat Walikota.

Nampak turut serta ikut kerja bakti bersama penjabat walikota adalah Dinas PU dan Pemukiman Rakyat, Kasad  Pol PP Kota Rudi Abubakar, Dinas Kebersihan diwakili Kabid.pengendalian penvemaran dan kerusakan lingkungan Yuven Bria, Camat Kota Raja Viktor Terikh, Lurah Nunleu Bugel Mauta, Kepala Dinas Perhubungan, Erens Ludji Kepala BPDB Kota Kupang, damkar, perwakilan Polres Kupang dan Kodim 1604 Kupang dan jajaran staf masing-masing.

Sementara penjabat walikota Kupang George Hadjoh saat dimintai keterangan mengatakan tidak perlu statemen apapun, lihat saja apa yang dikerjakan dan beritakan saja. Karena yang terpenting bukan bicara tapi kerja.

“Ini gerakan baru dimulai Gerakan Masuk Got jadi masih awal jadi kita tidak menitikberatkan pada dinas dan instansi mana, kita semua punya kewajiban yang sama menjaga kebersihan dan ini baru dimulai jadi lihat saja prosesnya. Kita kerja saja.” Ujarnya singkat sambil berjalan menuju kali sembunyi dbawah jembatan yang menjadi jalan alternatif menuju jembatan Mapoli ini.

Nampak Georga dengan berkaos putih celana cokkat, sepatu boot dan bersarung tangan orange tanpa masker tanpa segan atau jijik mengeruk sampah dari dalam got dan dari dalam kali hanya bersarung tangan orange.

Sementara para staf kepala dinas, asn, kapolres kupang kota, babinsa, babhinkamtibmas sat pol pp serta dinas lain dengan bersemangat ikut mengeruk dan mengangkut sampah dengan karung-karung bekas menuju 2 unit truk sampah yang stand by diatas jembatan.

2 Unit mobil Tangki damkar dan Tangki Plat Merah siap menyemprotkan got melancarkan sumbatan sehingga sampah jatuh ke arah kali dan langsung diangkut ke atas lagi menuju truk sampah dan langsung diangkut ke TPA Alak.

Pantauan media ini, George Hadjoh langsung turun ke dalam got di pinggiran jalan kali sembunyi Nunleu dan memimpin pembersihan menggaruk sampah dari dalam lubang got yang tersumbat dan beberapa staf dari 3 Dinas yang lain Yakni Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat, Satpol PP dan BPBD Kota Kupang sebagian masul got dan sebagian berdiri di bagian atas got menyambut karung sampah.

Samuel Haning ketua RW 04 kelurahan Nunleu yang turut hadir menyatakan apresiasi luar biasa atas gerakan Masuk Got dalam rangka mengatasi  sampah dan memelihara kebersihan di kota Kupang yang dilakukan oleh Penjabat Walikota.

“Jadi sebagai warga dan ketua RW 04 kelurahan Nunleu saya menilai ini gerakan luar biasa. Karena sepanjang beberapa walikota di kota Kupang baru dijaman penjabat walikota Georga Hadjo datang membersihkan sampah di linglungan kami. Dan juga pak lurah Bugel Mauta ini juga merupakan lurah yang luar biasa mau turun ke masyarakat. Lurah belum 2 bulan tapi sudah turun dan mau menyatu dengan masyarakat. Dan saya sangat mengapresiasi..” ujar Samuel.

Samuel ajak masyarakat untuk mendukung Gerakan Masuk Gotnya Penjabat Walikota Kupang ini dengan tidak membuang sampah sembarangan terutama dalam kali dan got.

“Saya akan perintahkan para ketua rt di lingkungan rw 04 untuk melarang warga jangan membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga bersih lingkungan. Karena ait dalam got dan ke kali bukan air pembuangan saja tapi juga air bersih untuk kebutuhan masyarakat.” Tegas Samuel.

Menurutnya gerakan masuk got adalah sebuah gerakan memalukan warga kota Kupang agar ikut menjaga kebersihan di limgkungan tempat tinggal agar terpelihara sumber air bersih bagi warga masyarakat kota Kupang terutama kelurahan Nunleu dan warga RW 04.” Ujar Sam.

Setelah ini kita akan buat gerakan pemberaihan sebulan sekali bersama pak lurah.

“Kepada masyarakat saya minta jangan membuang sampah sembarangan. Saya akan bentuk tim satgas rw untuk mengontrol masyarakat siapa saja jika kedapatan membuang sampah akan disanksi.” Tegasnya.

Jaga Kali Bersih, Rencana Pengembangan “Wisata Kali Nunleu”

Lurah Nunleu Bugel Mauta nampak sangat bersemangat turun masuk ke dalam got menemani penjabat walikota Kupang masuk kedalam got sambil membawa sekop dan pacul untuk mengeruk sampah didalam got dan  kali Nunleu.

Kepada Media Bugel atas nama lurah dan masyarakat Nunleu kami ucapkan terima kasih banyak kepada bapak penjabat walikotadan semua pihak yang sudah memberi diri, hati dan perhatian kepada masyarakat khususnya kepada masyarakat Nunleu dalam rangka membersihkan sampah yaitu Gerakan Masuk Got.

Dan ini merupakan contoh bahwa semua masyarakat harus melihat ini sebagai contoh,  bahwa bersih itu indah, bersih itu sehat dan dengan kebersihan dan keindahan kita akan sehat san  punya pikiran yang baik untuk melakukan berbagai aktifitas.

“Saya berharap dengan program ini dilaunching, kita sebagai masyarakat kota Kupang bisa menyambut dengan baik program ini dan semua berainergi dan bergandengan tangan melaksanakan program ini. Kita melibat hampir seluruh got di kota Kupang tersumbat dan ini harus menjadi tanggung jawab kita semua. Program ini memang milik pemerintah, tapi kebersihan adalah tanggungjawab kita bersama, bulan hanya pemerintah tapi tanggungjawab kita semua sebagai warga kota. Mari kita ciptakan kota Kasib yang Bersih, Sehat, Aman,  Indah dan harmonis.” Ajaknya.

Selain itu Bugel mengatakan akan mengembangkan wisata Kali Nunleu (Kali Sembunyi),

Kedepan kami akan mengembangkan wisata Kali Nunleu ini. Karena dari Kali Nunleu merupakan sumber SPAM Kali Dendeng. Kami akan berjuang bersama masyarakat untuk menjadikannya Kali Wisata.” Ungkapnya.

Kepada masyarakat kelurahan Nunleu Bugel berpesan “Ayo dukung Program Kebersihan dengan Gerakan Masuk Got dengan ikut menjaga kebersihan dan jangan buang sampah sembarangan terutama jangan membuang ke dalam got dan kali. Kumpulkan sampah rumah tangga masing-masing dan buanglah ke Tempat Pembuangan Sampah yang ada di setiap RT.” Ajaknya.

Mewakili Kadis Kebersihan, Yuven Beribe Kabid.Pengendalian kerusakan dan pencemaran Lingkungan Dinas Kebersihan Kota Kupang, mengatakan ia  berikan apresiasi yang tinggi pada penjabat walikota yang sudah peduli pada kebersihan kota Kupang dan berharap ini jadi langkah awal  dari kegiatan lain yang behubungan dengan program kebersihan dan keindahan. Ia juga berharap gerakan ini menjadi teladan dan motivasi bagi warga kota untuk bertanggung jawab bersama terhadap kebersihan kota Kupang.

Karena jika beranggapan kebersihan dan keindahan hanya diletakkan menjadi tanggung jawab Dinas Kebersihan maka tidak akan terwujud. Butuh kerja kolaborasi semua elemen di kota ini. Semua stakeholder terutama lurah dan masyarakat.

Dengan motivasi gerakan hari ini ia mengatakan akan usulkan dari bidangnya melaksanakan Program PROKASIH atau Kali Bersih dan bisa diterima sna disetujui anggarannya sehingga bisa dilakukan setiap tahun.

Untuk menjaga kebersihan dan memberi efek jera ke masyarakat yang membuang sampah sembarangan, menurut Yuven ada PP, UU, Permen tapi kurang sosialisasi sehingga masyarakat tidak tahu ada sanksinya .

Kita akan usulkan sosialisasi sampai ketingkat kelurahan terkait tupoksi Dinas Kebersihan dan Limgkungan Hidup yang salah satunya berkaitan dengan kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Camat Kota Raja Viktor Terikh mengatakan ia sudah minta ke 8 Lurah di wilayahnya untuk memberi tugas menggerakkan masyarakat di setiap rt dan rw untuk menjaga kebersihan dan keindahan di masing-masing wilayahnya. Karena kebersihan adalah bagian dari iman.

Juga kepada para pemilik toko dan pedagang wilayah Kota Raja di Fontein, Kuanino, Naikoten 1 dan 2 disepanjang jalan Soeharto untuk ikut memanagemen sampah mereka, dan tidak membuang sampah sembarangan agar aliran drainase jangan tersumbat sehingga pemerjaan jadi ringan.

“Karena sampah yang sekarang menyumbat drainase di jalan Banteng dan  di dalam kali Nunleu adalah berasal dari drainase di depan pertokoan dibawah lampu merah. Karena itu saya minta semua warga Kota Raja dan para pengusaha dan pedagang tolong ikut jaga kebersihan karena ini untuk kita bersama.” Ujarnya.

Sanksi akan dibuat jika membuang sampah sbarangan akan diddnda Rp50 juta tanpa kecuali.

Untuk memastikan masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, menurut Viktor akan dilakukan kontrol yang dilakukan oleh perangkat pemerintah mulai dari RT, RW, Lurah, Camat, Dinas Kebersihan sampai PJ Walikota dan tim yang akan dibentuk untuk penanganan masalah sampah

Penjabat beri waktu 1 minggu untuk menyelesaikan pemberatasan sampah plastik di Kota Raja dan ia sudah perintahkan lurah, rt dan rw untuk gerakkan masyarakat.

Sebagai alat kontrol, Penjabat walikota, Lurah,  camat dan RT R diwajibkan  turun langsung untuk lakukan pengawasan ke lokasi titik sampah got atau drainase dan TPS untuk melihat sejauh mana ketaatan masyarakat membuang sampah pada tempatnya serta kinerja Dinas Kebersihan dalam pengelolaan sampah. Dan jika didapati masih ada masyarakat mrmbuang sampah sembarangan maka akan langsung ditindak tegas.

Selain itu alan dibentuk tim satgas untuk mengawasi,  mengontrol dan menjaga masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya.

Diantara 8 kelurahan Viktor mengatakan Naikoten 1, Nunleu serta Kuanino paling banyak sampah sehingga akan diusulkan penambahan tempat sampah di tps dan disiapkan kantong sampah didalam tong sampah.

Jadwal pembuangan sampah juga akan diatur yakni mulai 06.00 pukul 22.00 wita sore  hingga jam 10 malam (22.00 wita) dan pengangkutan akan dilakukan pada jam 22.00 malam himgga pukul 06.00 wita pagi.

Untuk menghindari penumpukan sampah dan pengelolaan sampah maka di setiap TPS akan ditempatkan 3 tong sampah yakni untuk  sampah organik, sampah plastik dan sampah sisa makanan sehingga jika ada masyarakat pemulung atau yang mau mengambil makanan buat ternak bisa mengambil langsung pada tong yang sudah dipisah dan diberi label sesuai jenis sampah. Untuk sampah makanan sisa akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk membuat pakan ternak.

Kasad POL PP Kota Kupang Rudi Abubakar kepada media mengatakan karena ini gerakan pertama penjabat langsung turun ke got memang masih banyak ASN yang belum turun memungut sampah  tapi ia berharap kedepan akan lebih terlibat aktif lagi

“Saya akan gerakkan para ASN untuk ikut pro aktif pungut sampah. Ini gerakan yamg sangat bagus dan harus didukung mulai dari ASN sebagai teladan.” Ujarnya.||juli br

 

 

 

 

  • Bagikan