Perdana, Museum Daerah NTT Gelar LCC Tingkat Pelajar SMP Se-Kota Kupang

Birokrasi Edukasi nonformal Pendidikan

NTT, TOPNewsNTT|| Perdana dan merupakan terobosan baru Museum merambah dunia pendidikan Menengah Pertama di NTT untuk meningkatkan pemahaman sekaligus memperkenalkan Museum dan nilai-nilai sejarah, budaya dan edukasi dari benda-benda koleksi di UPTD Museum Daerah Provinsi NTT.

Terobosan  yang baru pernah dilakukan yakni menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) Museum Tingkat Pelajar SMP/sederajat Se-Kota Kupang pada (Senin, 17/3).

Lomba akan digelar selama 3 hari (27-29/) dan melibatkan 9 SMP Negeri dan Swasta di Kota Kupang, dimana setiap sekolah mengirim 1 regu dengan 3 peserta. Lomba menggunakan sistem gugur dalam 2 Babak yakni Penyisihan dan Final untuk mencari juara 1. Juara 1 akan dipersiapkan mengikuti LCC Museum tingkat provinsi dengan peserta dari 22 kabupaten kota di NTT dan Nasional.

Ke 9 SMP itu adalah SMPN 1 kota Kupang, SMPN 2 kota Kupang, MTS N Kupang, SMP ADVEN NUSRA, SMP Kristen, SMPS LENTERA, SMPK St. YOSEF, SMPK St THERESIA dan SMP Swasta Generasi Unggul.

Demikian penjelasan singkat ketua Panitia yang merupakan Kepala Bidang Edukasi dan Publikasi pada UPTD Museum Daerah Provinsi NTT, Dr.Wenseslaus Gampur,S.Pd,M.Si kepada awak media usai pembukaan kegiatan.

LCC ini, ujar Wenseslaus diharapkan akan memberikan motivasi kepada pelajar SMP agar bisa mempelajari nilai yang terkandung dalam benda koleksi di Museum sekaligus mengingatkan bahwa NTT, Indonesia secara umum adalah negara yang sangat kaya akan nilai budaya, historis dan edukasi apalagi NTT yang sangat majemuk.

Lewat LCC pelajar akan mengenal karakter san budaya di NTT. Juri berasal dari akademisi yakni  Undana dan Muhamadiyah.

Sementara Kepala UPTD Museum provinsi NTT Aplinuksi Asamani ungkapkan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat NTT dan semua kalangan yang terus mendukung Perkembangan Museum NTT.

“LCC ini sangat penting karena akan memberikan edukasi kepada para pelajar SMP bagaimana mereka mencintai budaya di NTT , mengenal akan nilai sejarah, budaya dan edukasi yang terkandung dalam benda koleksi  di museum sehingga dapat membentuk karakter mereka sebagai orang NTT.” Ujarnya.

Ditambahoanya, dalam LCC ini juara memang penting tapi yang lebih penting adalah bagaimana mengasah pengetahuan mereka terkait museum, benda koleksi dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Dan mereka termotivasi belajar tentang museum dan benda-benda koleksi serta nilai-nilainya dan peroleh pemahaman yang baik tentang budaya Masyarakat NTT.” Ujar Aplinuksi.

Harapan lainnya, tandas Aplinuksi lomba seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa-masa mendatang.

“Tahun ini kita gelar untuk tingkat pelajar SMP dulu, untuk peroleh juara yang akan diikutkan pada tingkat provinsi dan nasional. Dan jika anggaran memungkinkan, bukan tidak mungkin kita gelar untuk pelajar SMK/SMK.” ungkap Aplinuksi berharap.|| jbr