Panitia PPDB 2023/24 SDI Oebufu Siapkan 4 Unit Laptop Bantu Orangtua Siswa Mendaftar Online Di Sekolah

Birokrasi Pendidikan Warta Kota

KUPANG, TOPNewsNTT|| Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru SDI Oebufu TA 2023/2024 membuat kebijakan internal yang patut ditiru sekolah lain.

Sekolah Dasar Inpres dengan Kepala SD Ibu Irma Boymau ini memberikan solusi bagi kendala pendaftaran online siswa bagi orangtua yang akan mendaftar ke sekolah tersebut tapi terkendala tidak punya android, tidak mampu membeli pulsa atau terkendala pengetahuan dan jaringan untuk mendaftar yakni dengan menyiapkan beberapa unit laptop yang digunakan panitia PPDB untuk membantu pendafataran online.

Disaksikan media ini, sejumlah orangtua sedang dibantu 4 orang panitia membuka link SIAP PPDB 2023 dan mendaftarkan calon siswa secara online menggunakan laptop.

“Waktu pelayanan adalah 07.30 — 13.00 wita saat 14-17 Juni. Pada 17 Juni pukul 11.55 wita website akan tertutup demgan sendirinya atau langsung tertutup otomatis saat kuota siswa terdaftar mencapai 84 siswa sekalipun belum tanggal 17 Juni. Dan kami tidak membuka jalur offline di sekolah setelah batas tanggal 17 Juni. Itulah alasan kami membantu pendaftaran online siswa baru. Hanya ditujukan bagi orangtua yang tidak memiliki HP Android, terkendala pulsa data dan jaringan lelet, atau yang kurang paham mendaftar secara online.” Jelas Marselina, ketua panitia PPDB SDI Oebufu TA 2023/24 (Jumat, 16/6).

Hingga hari ke-3 pelaksanaan PPDB, animo masyarakat cukup tinggi, namun diakuinya kendala-kendala diatas membuat pendaftaran gagal. Hal ini ditunjukkan dengan para orangtua yang mendatangi sekolah untuk meminta tolong didaftarkan panitia secara online.

“Syarat administrasi adalah membawa KK, Ijasah atau SKL TK jika lulusan TK, sedangkan jika berasal dari rumah tangga atau tidak TK hanya membawa FC Akte Kelahiran, KK dan Pas Photo hitam putih serta usia casis minimal 7 tahun. Tahun Ajaran 2023 SDI Oebufu mendapat jatah 84 siswa untuk 2 rombel.” Imbuhnya.

Ia menambahkan untuk orangtua casis yang belum menikah harus membuat akte anak dengan nama ibunya, untuk kepentingan data dapodik sebagai syarat mendaftarkan anaknya.

Ibu Yeni,  orangtua casis berpendapat dengan sistem pendaftaran online dna zonasi mempermudah karena bisa mendaftar dari rumah dan kapan saja.|| jbr