Multi Etnis Festival Budaya Kelurahan Airmata: Dari Pad’doa, Hingga Tarian Lembata, Alor dan Etnis Arab
Kupang, TopNewsNTT.Com|| Kelurahan Airmata menggelar Festival Budaya Multi Etnis dengan thema “Merajut Budaya, Mempererat Persatuan” di halaman Masjid al Baitul Qadim (Jumat, 19 Juni 2026).
Dasar digelarnya Festival Budaya Multi Etnis ini karena pertimbangan seiring dengan perkembangan zaman dan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi serta kurangnya minat dan perhatian kita terhadap seni dan budaya yang sudah semestinya kita lestarikan kini tenggelam karena begitu kuatnya arus budaya asing yang sudah masuk sampai ke pelosok pelosok.
Terlihat hanya sedikit saja dari kita yang masih memiliki kepedulian terhadap budaya.
Pergeseran adat dan budaya tampaknya telah merubah wajah anak anak negeriyang lebih memilih budaya asing untuk mereka banggakan.
Masuknya budaya asing yang mendapat respon positif dari kalangan pemuda tanpa adanya filter dan penyeimbang dari budaya local mengakibatkan para pemuda dan sebagian besar masyarakat mengalami kerancuan dalam memahami dan membedakan budaya local dengan budaya asing.
Berdasarkan fakta diatas, dengan program kerja Pemerintah Kota Kupang.khususnya disektor pariwisata, kami terdorong membuat satu kegiatan yang dapat dijadikan sebagai media menyalurkan bakat dalam ajang pentas seni dan budaya hari ini.
Festival ini bertujuan untuk antara lain untuk memperkenalkan kekayaan tradisi, seni, dan budaya dari berbagai etnis; mempererat tali silaturahmi dan memperkuat toleransi antar masyarakat dan memberikan ruang aktualisasi bagi para seniman dan generasi muda dalam melestarikan warisan leluhur.
Berbeda dengan kegiatan festival budaya di kelurahan lainnga, dalam kegiatan Festival Busaya Multi Etnis Kelurahan Airmata pada hari kedua digelar Seminar Kebudayaan dengan thema : “Merawat jejak sejarah Islam di Kota Kupang : Pelestarian cagar budaya Masjid Agung Al Baitul Qadim Airmata dalam perspektif kebudayaan lokal.”
Selain itu selama tiga hari Festival 19-21 Juni berlangsung ada lomba-lomba dan sajian atraksi seni budaya dari berbagai suku yang tinggal di kelurahan Airmata.
Sebagai pembuka Tarian Pad’doa dari sanggar tari Sabu Raijua, tarian dani dana dari lembata, persembahan dari kader posyandu tarian Kabupaten Alor dan persembahan anak-anak kecil dani dana dari warga etnis Arab dan fashion show perangkat Kelurahan Airmata dan RT/RW
Dan yang paling unik, tenda dipenuhi warga dari berbagai suku termasuk warga suku campuran Arab-Indonesia yang sudah mendiami keluarahan ini dan bahkan kawin mawin. Nampak ibu-ibu lansia berjilbab dan bapa-bapa serta anak-anak jemaat masjid tersebut, serta warga Kelurahan dari suku dan agama lainnya memadati pembukaan Festival Budaya ini.
Dan ini membuktikan Multi Etnis yang dirajut dalam Budaya yang mempersatukan semua suku dan agama sesuai thema yang diangkat sungguh ada di Kelurahan Airmata.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Kupang Margaretha Salean, S.E.MAP saat membuka kegiatan membacakan sambutan Wali Kota Kupang mengatakan kegiatan Festival Budaya Kelurahan adalah program pemerintah Kota Kupang yamg sudah dilaksanakan sejak tahun 2023 yang bertujuan mengangkat, mempromosikan, dan merawat budaya NTT yang ada pada masyarakat Kota Kupang yang heterogen dan majemuk dari berbagai aspek terutama suku yang berbeda ragam budayanya antara satu dengan yang lain..
Selain Festival Budaya Kelurahan, Pemkot Kupang juga menetapkan event tahunan Festival dan Karnaval Budaya, Saboak dan Car Free Night setiap Sabtu.
Pemkot mengapresiasi konsep Festival yang mengangkat Multi Etnis agar makin memperkenalkan dan menjadikan budaya sebagai perajut persatuan bangsa.|| jbr