Mashud Bethan, “Peran Budaya Dalam Pembentukan Karakter Generasi Muda Sejak Usia Dini”

Kupang, TopNewsNTT.Com|| Kepala SMPN 3 Kota Kupang Mashud Bethan,S.Pd menilai pelajaran seni budaya punya peran penting dalam menjaga generasi muda berada dalam koridor yang yang sesuai jati diri bangsa Indonesia.

“Pelajaran seni dan budaya tidak sesuai suku bangsa masing-masing siswa dapat menjadi penyeimbang susana hati dan lingkungan sekolah. Seni itu keindahan, budaya itu jati diri masing-masing suku bangsa. Keduanya penting sebagai penyeimbang dan menjaga siswa tetap pada karakter dan jati diri bangsa Indonesia serta membentuk karakter siswa. Karena tugas sekolah bukan hanya mendidikan secara intelektual tapi membentik karakter siswa yang religius, Pancasilais, dan beretika.” Jelas Mashud.

Di SMPN 3 Kupang, jelas kepala sekolah yang sudah menjabat 7 tahun di SMPN 3 Kupang in, penerapan budaya tertentu sebagai pembiasaan bagi siswa sejak dini sangat berpengaruh pada pembentukan karakter siswa.

Ia berharap semua hal yang sudah ditetapkan dan dilaksanakan sesuai kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan diturunkan ke masing-masing  Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi dan kabupaten/kota sudah cukup untuk menggali dan mengembangkan potensi siswa dibidang seni dan budaya, sekaligus membentuk karakter siswa ditengah kondisi perkembangan zaman yang makin liar dan lebih banyak negatifnya.

“Kami mendukung siswa mengikuti perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan dan zaman, namun perlu dibuat sebuah patokan baku untuk memfilter berbagai informasi dan perkembangan luar yang makin liar dan berdampak negatif agar siswa sebagai generasi muda tetap berada pada jalur yang benar sesuai jati diri bangsa, sesuai ajaran agama masing-mssing siswa dan masih dalam koridor kurikulum pendidikan dan norma yang baik. Pendidikan agama dan seni budaya harus berdampingan menjaga generasi muda tidak keluar dari koridor itu. Jadi budaya perlu diajarkan di sekolah.” Ujar Mashud bijak.

Ia menilai kurikulum sudah menetapkan yang terbaik walau pasti akan berkembang sesuai kondisi dan perkembangan zamam, tinggal diterapkan sesuai kondisi sekolah.

Mashud sangat memahami kondisi anggaran saat ini yang belum mengakomodir sepenuhnya, karena jioa dikembangkan seluruhnya butuh waktu, konsentrasi dan anggaran lebih banyak, namun apa yang sudah berjalan sudah cukup mengakomodir kebutuhan siswa dan cukup memberi dampak positif.

Ia berharap ada perubahan pada tahun-tahun mendatang dalam dunia pendidikan yakni dalam anggaran dan aturan, karena aturan membutuhkan anggaran juga, ujarnya tersenyum.

Mashud menjelaskan di sekolah ini selama ini sesuai kutikulum,  pelaksanaan Matpel Budaya diterapkan dalam dua cara yakni praktek co-kurikuler (wajib) dan eksul (pilihan sesuai minat dan bakat siswa).

“Co-kurikuler dilaksanakan sebagai bagian dari Ujian Praktek setiap semester dan ujian akhir siswa kelas 9 (kelas 3) yang bisa dipilih yakni kegiatan wira usaha dan seni budaya. Sementara kegiatan eskul disiapkan setiap hari Sabtu bagi siswa untuk berlatih berbagai kegiatan seni dan olahraga yang nantinya akan dipraktekkan setiap akhir semester dalam kegiatan ekspresi siswa yakni Pentas Seni.” Tambah mantan jurnalis ini.

Selain itu, sekolah menerapkan nilai budaya  dalam bentuk 3 budaya (pembiasaan) dalam lingkungan sekolah diantara semua warga sekolah terutama siswa dengan tujuan pembentukan karakter menjadi disiplin, rajin, beretika dan menjaga suasana sekolah tetap berjalan dengan aman, nyaman, no bullying, bersih dan menyenangkan bagi siswa untuk belajar.

“Kami menetapkan 3 Budaya yakni Budaya yang harus dilaksanakan semua warga sekolah yakni Salam, Sapa dan Senyum,  Budaya Bersih, Budaya Sehat, dan Budaya Iman.” Tambah Mashud.

Ketiga budaya itu adalah : Budaya salam, sapa dan senyum yakni menyambut setiap warga sekolah di gerbang bagi guru dan siswa.

Budaya Bersih : Siswa diwajibkan membuang sampah pada tempat sampah dan wajib memungut sampah yamg ditemui di lingkungan sekolah ke tempat sampah.

Budaya Sehat yakni kegiatan senam bersama setiap Jumat dan Budaya Iman yakni pembinaan dan penyegaran rohani bagi siswa sesuai agama yang dianut.

Sekolah ini memiliki siswa-siswi berprestasi yang sudah mengharumkan nama sekolah diberbagai lomba, baik untuk lomba seni budaya, olahraga, dan sains. Seperti tahun 2025 SMPN 3 meraih juara 3 Lomba Tarian Tradisisional NTT yang digelar Dinas Pendidikan.

Tahun 2026 lomba Paduan Suara yang telah digelar Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kota Kupang meski belum meraih juara namun siswa mereka sudah berkontribusi dalam lomba. Saat ini sekolah sedang mempersiapkan  siswa berlatih untuk lomba menari tarian tradisional.

“Untuk kegiatan luar sekolah sekolah menudukung dengan menyediakan semua kebutuhan mereka.” Ujar Mashud menutup wawancara.|| jbr