Gubernur VBL Buka Kegiatan Camp Pemuda GMIT Klasis Amarasi Timur

  • Bagikan

“PEMUDA ADALAH BERLIAN-BERLIAN GEREJA. BELAJARLAH DARI PEMUDA NAZARETH YESUS KRISTUS YANG TAK PERNAH GAGAL MEMBIMBING SETIAP INSAN MENJADI PRIBADI YANG BAIK, “KATA KETUA MAJELIS JEMAAT IMANUEL PONAIN.

Gubernur NTT, Victor B.Laiskodat didampingi Bupati Kupang, Korinus Masneno dan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, menghadiri acara Camp Pemuda GMIT Klasis Amarasi Timur, bertempat di Jemaat Betesda Pankoto, Desa Tesbatan II, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Rabu 6 Juli 2022, yang berlangsung selama 5 hari, dan berakhir pada tanggal 10 Juli 2022.

Ketua panitia pelaksana, Usias Reinnati melaporkan, Camp Pemuda GMIT Klasis Amarasi Timur merupakan salah satu program pelayanan yang telah ditetapkan dalam Sidang Majelis Klasis Amarasi Timur Tahun 2021, khususnya UPP (Unit Pembantu Pelayanan) pemuda GMIT Klasis. Program ini merupakan program kebersamaan yang diramu dengan beberapa item kegiatan kreatif yang nantinya diharapkan membawa dampak positif bagi keberadaan dan peranan pemuda GMIT di tengah-tengah masyarakat dan jemaat. Peserta pemuda Camp Pemuda GMIT Klasis Amarasi Timur sebanyak 35 orang tiap Jemaat dari 46 Jemaat di Klasis Amarasi Timur. Sehingga menjadi total peserta Camp sebanyak 1.610 orang. Untuk konsepnya, berupa model perkemahan dimana penempatan peserta dalam areal perkemahan diatur dalam kelompok satuan yang terpisah menurut jumlah jemaat dalam Klasis Amarasi Timur. Selain kegiatan perlombaan dan pertandingan berupa lomba paduan suara, fashion show, Stand terbaik, Voly, Bakti sosial, pelayanan vaksinasi dosis 1 dan 2, talkshow dan penyegaran rohani, pelatihan kepemimpinan dan public speaking, sosialisasi TJPS dan pelatihan limbah pertanian menjadi pakan ternak, terdapat juga kegiatan yang mendukung program Pemerintah Provinsi NTT yaitu Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Untuk itu, ia memohon kesediaan Gubernur NTT untuk dapat meninjau 4 titik lokasi percontohan TJPS yang berada di wilayah desa Tesbatan II, dengan total lahan seluas 560 ha di Klasis Amarasi Timur.

Acara diawali dengan ibadah yang dipimpin Pendeta Sepy Marthen Alexander Hawu, S.Th, Ketua Majelis Jemaat Imanuel Ponain. Dalam suara gembalanya, ia katakan pemuda harus memiliki komitmen menjadi pemuda yang lebih baik. Contohnya, gunakan media sosial secara benar. Bukan sebaliknya, narkolema (narkoba lewat mata), tidak maju, tidak kreatif, tidak inovatif. Apresiasi diberikan untuk para pemuda yang gunakan handphone sebagai media untuk berkarya, berinovasi, dan sebagai sumber penghasilan. “Pemuda adalah berlian-berlian yang ada di gereja. Kesempatan ini jangan dijadikan euforia belaka sebagai ajang kumpul-kumpul, namun menjadikanmu pribadi yang lebih baik. Taburlah yang baik. Belajarlah dari guru kita, Yesus Kristus pemuda Nazareth, yang tidak pernah gagal membimbing kita menjadi pribadi yang lebih baik,”pesannya.

Sementara Ketua UPP Kaum Bapak dan Pemuda Majelis Sinode GMIT, Pdt. Petrus Tameno, M.Th mengatakan, pemuda harus terbiasa dengan kegiatan-kegiatan gereja. Camp pemuda pertanda siap untuk mengerti apa muatan-muatannya. Inilah tantangan pemuda, untuk mengerti apa maksud Tuhan dalam peristiwa Camp, yang adalah ibadah karya dalam artian benar-benar siap ketika kembali ke Jemaat masing-masing. “Ingatlah dimana ada pemuda disitu ada syalom Allah. Terus bina diri, dan jadi pelaku damai tanpa kekerasan. Terus disiplin, produktif, kreatif dan jadilah pelaku ekonomi, pelaku perubahan, pelaku persekutuan yang handal dalam berbagai aspek pelayanan,”katanya.

Sementara Bupati Kupang dalam sekapur sirihnya, berterima kasih kepada Gubernur NTT, Victor B.Laiskodat yang selalu mengunjungi wilayah Kabupaten Kupang, melakukan banyak hal untuk pembangunan fisik, pembangunan mental juga spiritual. “Dari Gubernur kami belajar, kami tumbuh, kami maju,” akui Bupati.

Dan Gubernur NTT pada kesempatan tersebut menekankan, ciri khas pemuda adalah daya tahan terhadap tekanan. Selalu bersedia memanage energinya dalam amarah dan dalam cinta, serta responsif. Anak muda harus pintar sebab kalau tidak pintar menurut Gubernur tidak spiritual. Dimanapun anak muda berada harus membawa harapan bagi orang lain. Ia pun melanjutkan ada 4 (empat) hal yang merupakan sumber kekayaan dalam membangun diri dan orang lain yaitu spiritual, intelektual, networking dan sehat. “Jika empat hal itu ada, uang pasti datang,”kata dia. Pemuda jangan hanya habis di bicara tapi kerja nyata kosong. Revolusi cara berpikir, tunjukkan kemandirian sebagai pemuda GMIT. Kemandirian atas dasar kecerdasan, kepedulian dan keberanian. Dirinya siap membantu bagi yang membutuhkan tapi bukan berarti yang dibantu terus menerus berharap bantuan tapi tidak mau bergerak maju. Begitu gagal kirim proposal lagi. Janganlah demikian,”pinta Gubernur. Ia lanjutkan, GMIT harus terkoneksi dalam setiap informasi digital, bangun kolaborasi. Diakui Gubernur, GMIT itu sebenarnya punya perangkat-perangkat hebat, namun belum bisa di kapitalisasikan dengan baik. Bangunlah kecerdasan dalam gereja. Bukan dari gedung gereja semata, tapi bagaimana berkolaborasi dengan Tuhan dalam rupa kerja nyata. “Bilaperlu gereja saja di dalam lahan perkebunan, pertanian ataupun peternakan. Tuhan pasti berkati. Sebab perubahan yang ekstrem hanya akan dilakukan oleh mereka yang dekat dengan Tuhan dan cerdas,”tandas Gubernur yang sangat tidak suka dengan orang yang takut atau menghindari panas terik matahari ataupun hujan.|| juli br

  • Bagikan