Ciptakan Pelayanan Gereja Ramah Anak, Jemaat GMIT Pniel Sikumana Jadi Pilot Project Forum Ramah Anak

Kupang, TopNewsNTT.Com|| Jemaat GMIT Pniel Sikumana terpilih sebagai Pilot Project Pembentukan “Forum Ramah Anak”.

Ketua Satuan Pelayanan GRA Sinode GMIT Pendeta Rony Steven Runtu, M.Th sebagai pemimpin ibadah Minggu, 31 Mei 2026 sekaligus mengukuhkan Pengurus Forum Ramah Anak Jemaat GMIT Pniel Sikumana bertempat di Gedung  Jemaat GMIT Pniel Sikumana. Pengurus Forum Ramah Anak Jemaat Pniel Sikumana terdiri dari 8 pemuda dan pemudi dari lingkungan jemaat.

Pengukuhan dihadiri juga oleh pihak pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTT yang diwakili oleh Kabid Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB NTT Aresta Nesimnasi,S E.,MM.

Kadis DP3AP2KB provinsi NTT drg.Lien Andriany,M.Kes dalam sambutannya yang dibacakan Aresta Nesimnasi mengatakan bahwa pemerintah provinsi NTT memberikan apresiasi yang tinggi kepada Jemaat GMIT Pniel Sikumana karena terpilih menjadi pilot project Forum Ramah Anak di NTT untuk menciptakan linglungan yang aman, nyaman, ramah dan inklusi bagi anak di lingkungan gereja.

Tujuan dibentuknya Forum Anak adalah sebagai wadah partisipasi anak untuk menyalurkan aspirasi, suara, pandangan, dan kebutuhan mereka dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan. Organisasi ini dibentuk dari, oleh, dan untuk anak guna mendukung pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan anak.

Forum Anak memiliki tujuan dan fungsi utama yakni:

Penyalur Aspirasi: Menjadi sarana bagi anak-anak untuk menyampaikan ide, saran, dan kebutuhan mereka agar didengar oleh pemerintah dan masyarakat.

Mitra Pemerintah: Membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dengan memastikan setiap kebijakan berperspektif dan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

Pelopor dan Pelapor (2P):Pelopor: Menjadi teladan dan agen perubahan yang aktif dalam melakukan kegiatan positif dan menginspirasi lingkungan sekitar.Pelapor: Berani melaporkan dan mencegah terjadinya pelanggaran hak anak (seperti kekerasan atau diskriminasi).

Pusat Pengembangan Karakter: Membangun jiwa kepemimpinan, karakter positif, rasa percaya diri, dan kemampuan berorganisasi bagi generasi muda.

Forum Anak sudah terbentuk klasis Kota Kupang : Jem Horeb Perumnas, Jem Eden Kisbaki, Jem Koinonia Kuanino, Jem Batu Karang Kuanino; di Klasis Kota Kupang Timur : Jem Kaisarea BTN Kolhua, dan Jem Hosana Sungkaen dan di Klasis Kota Kupang Barat : Jem Pniel Sikumana.

Di NTT tahun 2026 hingga Mei 2026 tercatat ada 69 kasus kekerasan anak yang terjadi yakni pada anak laki-laki sebanyak 29 orang dan 40 orang. Dan terbanyak pelaku dari lingkungan keluarga dekat.

Tahun 2025 dari data terlapor pada Dinas terjadi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 453 orang: pelaku dari 258 orang korban adalah internal keluarga.

Itulah yang menjadi dasar pembentukan Forum Ramah Anak untuk melakukan pengawasan, edukasi, deteksi, temuan, pelaporan dan pendampingan terhadap korban.

Kadis mengharapkan komitmen kuat dan kolaborasi semua pihak demi berhasilnya tujuan dan sasaran pembentukan forum anak.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Pniel Sikumana Pendeta Selviana Aome-Bule Logo, S.Th memyampaikan Suara Gembala yang secara singkat mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak di lingkungan gereja dengan melakukan edukasi terkait hal-hal yang berhubungan dan termasuk tindak kekerasan, pengawasan agar tidak terjadi kekerasan di lingkungan gereja, menciptakan suasana yang aman, nyaman, kondusif dan inklusi bagi anak-anak di lingkungan gereja hingga ke lingkungan rumah.|| jbr