Cegah Malpraktik Industri, Prodi Teknik Mesin Undana Gandeng Kejaksaan Tanamkan Integritas Antikorupsi

Kupang, TopNewsNTT.Com||  – Program Studi (Prodi) Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar kuliah umum bertajuk “Mahasiswa Hari Ini, Pemimpin Tanpa Korupsi Esok: Membangun Karakter Anti-Suap sejak di Bangku Kuliah”. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater Rektorat Undana, Lantai 3, ini menghadirkan praktisi hukum untuk membekali mahasiswa dengan integritas etika sebelum terjun ke industri manufaktur yang kompleks.

Dalam sesi pembukaan kegiatan yang dilakukan oleh Wakil Dekan 2 FST, Dr. Ir. Erich Umbu K. Maliwemu, ST., M.Eng dijelaskan bahwa pemahaman antikorupsi sangat mendesak bagi calon insinyur mesin. Dalam dunia teknik, korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi berdampak fatal pada kegagalan mesin, kerusakan proyek, hingga ancaman keselamatan jiwa.

Integritas Sebagai Standar Kompetensi Teknik

Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan, Hasbuddin B. Paseng, S.H. Dalam paparannya, ia membedah bentuk-bentuk korupsi “halus” yang kerap menjebak profesional, seperti benturan kepentingan dalam relasi pribadi dan keluarga. Mahasiswa diajarkan untuk peka terhadap titik rawan dalam proses bisnis, mulai dari pengadaan barang (procurement), penyusunan anggaran (budgeting), hingga proses rekrutmen (hiring).

“Integritas harus dilatih dari hal kecil di kampus, seperti kejujuran dalam tugas, menghindari plagiarisme, dan tidak menitip absen. Kebiasaan kecil ini adalah cermin perilaku di dunia kerja nanti,” tegas Hasbuddin di hadapan mahasiswa angkatan 2025 yang menempuh mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi.

Mahasiswa sebagai Iron Stock dan Agen Perubahan

Kuliah umum yang dipandu oleh Nobertus Pajasi sebagai moderator ini berhasil menjembatani teori akademis dengan realitas penegakan hukum di lapangan. Antusiasme peserta terlihat meningkat signifikan saat diskusi menyentuh tantangan nyata di industri. Mahasiswa didorong untuk menjadi Iron Stock atau calon pemimpin masa depan yang berani berkata “tidak” pada praktik suap dan mampu bertahan tanpa harus ikut arus sistem yang korup.

Korprodi Teknik Mesin Dr. Ir. Jahirwan Ut Jasron, ST., MT menambahkan bahwa kolaborasi dengan praktisi Kejaksaan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan. “Industri saat ini tidak hanya mencari lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga yang tangguh secara etika dan sadar hukum. Kombinasi inilah yang menjadi nilai tawar lebih bagi alumni Teknik Mesin Undana,” ujarnya.

Transformasi Praktisi Menjadi Co-Educator

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian seri kuliah umum yang telah berjalan selama tiga tahun dengan menghadirkan narasumber lintas sektor, mulai dari OJK, Bawaslu, hingga Kejaksaan. Mekanisme ini mengintegrasikan praktisi sebagai co-educator yang berkontribusi langsung pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

Sebagai tindak lanjut, prodi berkomitmen mengubah peran praktisi dari sekadar pembicara tamu menjadi mitra berkelanjutan melalui kolaborasi pembelajaran dan potensi magang. Langkah ini diharapkan mampu membentuk mental manajerial mahasiswa agar siap menjadi penggerak perubahan (agent of change) di lingkungan kerja.

Melalui kegiatan ini, Tim Dosen Pengampu Mata Kuliah Pendidikan Anti Korupsi yang terdiri dari Jack Pah, ST., MT, Ir. Gusnawati, ST., M.Eng dan Ir. Rima N. Selan, ST.,MT turut menegaskan pesan kunci bahwa masa depan industri manufaktur di Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat bergantung pada lulusan yang tidak hanya berperan sebagai pekerja, tetapi sebagai profesional yang adaptif, kompeten, dan memiliki moralitas tinggi dalam menjaga martabat profesi keinsinyuran. (**)

pr.hms.undana

(Ing)

 

Pojok Catatan: Kegiatan ini menegaskan posisi FST Undana dalam mendukung reformasi birokrasi dan penciptaan budaya antikorupsi yang berkelanjutan di lingkungan kampus dan masyarakat.