Bupati Hery Nabit Dampingi Gub VBL Tanam Perdana Program TJPS mandiri Pola Kemitraan di Desa Nao

Birokrasi Daerah Pertanian

Ruteng TopNewsNTT|| Bupati Manggarai Herybertus G.L.Nabit,S.E.,M.A dan Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut, S.H mendampingi Gubernur NTT Viktor B.Laiskodat saat melakukanntanam perdana “Program Tanam Jagung Panen Sapi” (TJPS) Mandiri Pola Kemitraan di Desa Nao, Kecamatan Santarmese Utara pada (Selasa, 19/4).

Gubernur NTT lakukan tanam jagung

Dalam sambutannya Bupati Hery memyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat di Desa Nao yang berpartisipasi dalam program TJPS.
“Terima kasih karena sebagian dari kita yang sudah menyediakan waktu program tanam jagung panen sapi ini. Kita mulai bersama-sama beberapa waktu lalu untuk membersihkan lahan ini saya kita bukan hal yang mudah.” Katanya.

Dijelaskan dengan program TJPS perkiraan hasilnya panen jagung bisa sampai 7 ton untuk 1 hektar lahan, bahkan di beberapa wilayah hasil panen dapat mencapai 11 ton.
“Katakan 8 ton, kita jual Rp3.000/kg maka akan mendapatkan uang Rp24 juta, maka keuntungan yang diperoleh Rp71 juta. Nah uang Rp17 juta itu bisa digunakan untuk beli sopi, itu yang dimaksud dengan program TJPS. Bukan tanam jagung, yang tumbuh langsung sapi.” Ujarnya.

Bupati Hery meminta para petani yang masuk dalam program TJPS untuk bekerja serius. Dirinya juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya kerja kolaborasi.
“Hari ini baru kita omong jagung kalau jagung berjalan baik, dalam diskusi kami dengan Bapa Gubernur beberapa hari ini, mungkin saja direplikasikasi ke komoditi lain nanti, tapi jalan dulu jagungnya.” Kata Bupati Hery.

Bupati Manggarai Hery Nabit saat lakukan tanam.perdana jagung prohram.TJPS

Sementara Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT Lecky Friederich Koli menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai yang ikut terlibat dalam merintis program TJPS Mandiri di Kabupaten Manggarai.
“Saya minta agar tidak ada dikotomi bahwa ini adalah program provinsi. Ini program pemprov dan kabupaten untuk membantu masyarakat yang meniliki keterbatasan akses pangan dan ekonomi.” Ujar Lecky.

Ia menghimbau agar seluruh jenjang pemerintah bersatu menjadi satu agar apa yang jadi kewenangan gubernur maka gubernur yang turun tangan dan begitu juga mana yang jadi kewenangan bupati maka bupati yang lakukan.
Tapi Lecky mengatakan dilapangan semua jenjang pemerintah harus bersatu supaya biaa saling menggerakkan berbagai potensi sumber daya yang ada untuk bisa mengubah NTT menjadi lebih baik.

Bagi pemkab.Manggarai, bupati dan wakilnya, Lecky sampaikan apresisi karena langkah yang diambil untuk sebuah desain yang besar.

Lecky menegaskan bahwa pemerintah sudah menerapkan program.TJPS pola kemitraan yang merupakab satu instrumen yang dapat membangun ekosistem untuk menyelesaikan 2 hal yakni persoalan pembiayaan pembangunan pertanian untuk para wirausaha mandiri atau petani dan persoalan pemasaran hasil yang sudah sekian lama tidak terselesaikan.

TJPS Pola Kemitraan sengaja dirancang atas arahan gubernur NTT dan sudah dibahas ahkan dilaksanakan di beberapa kabupaten dan nampaknya akan memberikan satu pendekatan pembangunan yang sifatmya kolektif, konprehensif dan terintegrasi, untuk menyelesaikan persoalan sosial ekonomi yang sudah lama dialami oleh semua kabupaten di provinsi di NTT.
“Kita berharap agar dukungan dari semua pihak agar betul-betul program yang dirancang ini teruji di lapangan dan memiliki satu efektifitas dan efisiensi usaha tani. Sehingga mampu menjadi saru enerfi yang besar untuk menjadi daya ungkit dalam menyelesaikab persoalan ekonomi, kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan lainnya.” Jelas Lecky.

TJPS juga merupakan satu filosofi untuk melakukan integrasi antara pertanian dan peternakan.
“Tujuannya untuk membangun ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi, supaya masyarakat pertanian dan wirausaha mandiri punya ketahanan ekonomi yang lebih panjang dari biasanya.” Tandas Lecky.

Ia minta para petani menyisakan sedikit keuntungan hasil panen untuk membeli ternak seperti ayam, dan kambing.
“Karena makanan yang diberikan sebagai pakan pada ternak tersebit berasal dari pertanian jagung. Ini untuk menjaga ketahanan ekonomi maayarakat pada saat belum musim panen, yakni dengan cara beternak.” Jelss Lexky merinci.

Ia mengingatkan dalam program TJPS produksi tidak boleh kurang dari 7 ton dalam.1 hektar lahan sebab semua pupuk yang dipakai adalah pupuk non subsidi baik urea maupun NPK.
“Itu sudah disiapkan untuk nanti para petani bisa gunalan sekaligus, kita sudah persiapkan biaya tenaga kerja yang sudah kita perhitungkan setara dengan kebutuhan satu bulan 100 kg untuk rumah tangga yang bersangkutan selama 3 bulan masa produksi. Tujuannya agar semua petani yang bekerja di sini tidak perlu ke luar dari kampung untuk memenuhi kebutuhan pangannya.
“Sampai kapanpun, kalau tidak mengubah pola pembangunan yang dikerjakan oleh gubernur dan bupati tidak akan menyelesaikan masalah kemiskinan.” Tandas Lecky.

Faktor biaya sering jadi kendala maka pemerintah, tegas Lecky akan pecahkan dengan pendekatan sektor pertanian yakni KUR. Ssmua peserta akan dibiayai minimal setengah. Pembiayaan yang diberikan tidak teebatas jumlahnya, sesuai kebituhan petani dan luas lahan yang disiapkan.

Program.TJPS akan menyelesaikan peraoalan pemasaran yamg menjadi kendala bagi petani, jika tidak maka akan ada rasa pesimis dari para petani.
“Sebab itu pemerintah akan siapkan iff taker atau perusahaan yang akan membeli semua hasil produksi jagung yang ditanam oleh petani.
Harga akan sesuai harga pasar, dan untuk memberikan jaminan kepada maayarakat, pemerintah batasi harga minimun Rp3.200/kg. Kendati saat panen harga pasar dibawah batas minimun, off taker tetap akan memneli dengan Rp3.200/kg.
“Kita sudah analisis, Rp3.200 itu dari aspek ekonomi sudah terpenuho, petani sudah untung ketika menjual demgan harga itu. Tetapi kalau harga pasar saat itu lebih tinggo maka bonus bagi petani.” Ujar Lecky otpimis.

Pola itu, lanjutnya menjelaskan disebut sebagai ekosistem pembiayaan TJPS pola Kemitraan dan ssmua masyarakat bisa ikut didalamnya untuk memanfaatkan semua lahan tidur menjadi lahan produktif. Tetapi akan kita dorong untuk bisa meningkatkan kapsitas ekonomi. Itu juga akan berdampak pada ekonomi daerah yang bersangkutan.

Di kegiatan itu Bank NTT juga menyerahkan secara simbolis bantuan biaya kepada masyarakat yang masuk dalam program TJPS.**{Jbr}

Sp prokopim setda kab manggarai