Akhiri Tahun 2022, TPID NTT Publish Upaya Pengendalian Inflasi Di NTT

  • Bagikan

NTT, TOPNewsNTT||Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara  Timur (NTT) melalui Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (Rakor TPID) Bersama sejumlah Wartawan baik Cetak, Elektronik, dan Online di Ruang Rapat Biro Perekonomian, Rabu (28/12/2022).

Rapat bersama awak media tersebut dalam rangka mempublikasi semua kegiatan pengendalian Inflasi oleh TPID NTT yang telah dilaksanakan  di Tahun 2022.

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Dr. Drs. Jusuf Lerry Rupidara, M.Si didampingi Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, Daniel A.Prasetyo.

Rekapan kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian  Inflasi (TPID) Kabupaten/Kota di 9 (sembilan) lokasi 10 November- 16 Desember 2022.

Jusuf Lerry Rupidara menjelaskan bahwa Rapat Koordinasi TPID Kabupaten Sikka- Maumere, pada Kamis (10/11/2022) tujuannya untuk mensinergikan upaya pelaksanaan pengendalian inflasi sesuai dengan extra effort 10 kunci utama pengendalian inflasi di Provinsi NTT.

Kegiatan yang dirangkai  dengan penyerahan secara simbolis Tanaman Pangan Cepat Panen (anakan Cabai) yang sebelumnya dilaksanakan Survei Harga Pasar, di pasar Senja Wuring -Maumere.

Demikian pula Rakor TPID Kabupaten Flores Timur-Larantuka. Sebelumnya dilaksanakan survei harga pasar, di Pasar Inpres Larantuka.
Sementara itu, Rapat Koordinasi TPID Kabupaten Belu-Atambua yang dilaksanakan pada Kamis (24 /11/2022) tujuannya untuk mensinergikan pelaksanaan pengendalian inflasi sesuai dengan extra effort 10 strategi upaya pengendalian inflasi di Provinsi NTT.  Dirangkai dengan penyerahan secara simbolis Tanaman Pangan Cepat Panen  (anakan Cabai). Sebelumnya dilaksanakan survei harga pasar, di Pasar Baru Atambua.

Lebih lanjut, Rakor TPID Kabupaten Manggarai yang dilaksanakan di Hotel Ranaka Manggarai, Jumat (25 /11/2022) dirangkai dengan penyerahan secara simbolis Tanaman Pangan Cepat Panen (anakan Cabai). Sebelumnya dilaksanakan survei harga pasar, di Pasar Inpres Ruteng.

Rakor TPID Kabupaten Ende, Selasa (29/11/2022) Rangkaian kegiatan: Penyerahan secara simbolis Tanaman Pangan Cepat Panen (anakan Cabai), Meninjau Kawasan Surplus Pangan di Kampung Naubosi  (kebun Singkong dan hortikultura, Survei Harga Pasar, di Pasar Mbogawani (Senin, 28 November 2022).
Rakor TPID Kabupaten TTS, Selasa (13/12/2022) dirangkai dengan Penyerahan secara simbolis Tanaman Pangan Cepat Panen (anakan Cabai). Sebelumnya dilaksanakan Survei Harga Pasar, di Pasar Inpres Kabupaten TTS.

Rakor TPID yang dilaksanakan pada Rabu (14 /12/2022). Sebelumnya dilaksanakan Survei Harga Pasar, di Pelabuhan PELINDO Tenau, Bandara  Angkasa Pura El Tari dan Distributor Telur TDM Kupang.

Rakor TPID Kabupaten Kupang, Jumat (16/12/2022) dirangkai dengan penyerahan secara simbolis Tanaman pangan Cepat Panen (anakan Cabai). Sebelumnya dilaksanakan survei harga Pasar, di Pasar Oesao-Kupang

Lebih lanjut dijelaskan 6 (enam) upaya konkrit  yang harus dilakukan oleh pemerintah Daerah
Pertama, Melaksanakan operasi pasar murah
Kedua, Melaksanakan Sidak ke Pasar dan distributor agar tidak menahan barang
Ketiga, Kerja sama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan
Keempat, Gerakan menanam.
Ke Lima, Merealisasikan Belanja Tidak Terduga (BTT). Ke enam, DukunganTransportasidari BBT.

Menambahkan, 1.  KOMUNIKASI PUBLIK
Intensifkan komunikasi publik sebagai upaya menghindari kepanikan/menjaga ketenangan dalam masyarakat terhadap kondisi inflasi yang terjadi.

2. AKTIFKAN TPID
Peningkatan peran TPID pada tingkat Provinsi dan Kab/Kota agar sinergi dan konsisten dalam melaksanakan fungsi dan tugas.

3. AKTIFKAN SATGAS PANGAN
Satgas pangan didaerah memiliki tugas melaporkan harga dan ketersediaan komoditas untuk dilaporkan kepada Kepala Daerah selanjutnya secara berjenjang dilaporkan kepada Kemendagri dan mengecek langsung ke lapangan terkait harga dan ketersediaan komoditas termasuk masalah yang terjadi (supply/distribusi).

4. BBM SUBSIDI TEPAT SASARAN KE MASYARAKAT TIDAK MAMPU

Subsidi tepat sasaran untuk masyarakat miskin (80% dari Rp502 Triliun subsidi tidak tepat sasaran). Perlu pengawasan oleh pemda dan bantuan pengawasan dari penegak hukum.

5. LAKSANAKAN GERAKAN PENGHEMATAN ENERGI
Menghimbau masyarakat agar cermat dalam penggunaan energi (seperti: mematikan lampu yang tidak perlu di siang hari).

6. GERAKAN TANAM PANGAN CEPAT PANEN
Gerakan yang dapat dilakukan diantaranya menanam tanaman pangan cepat panen seperti cabai, bawang dll sebagai upaya mencukupi ketersediaan pangan rumah tangga. Gerakan ini perlu inisiasi dari seluruh komponen masyarakat seperti PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas dll.

7. LAKSANAKAN KERJA SAMA ANTAR DAERAH
Belum semua daerah memiliki Kerjasama Antar Daerah (KAD) yang meliputi seluruh komoditas pangan strategis. Setiap item komoditas dikaji oleh setiap daerah, dimana daerah yang kekurangan komoditas mengambil dari daerah yang surplus.

8. INTENSIFKAN JARING PENGAMAN SOSIAL
-Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
-Anggaran Bantuan Sosial (Bansos).
– Anggaran Desa.
– Realokasi Dana Alokasi Umum (DAU).
– Bantuan Sosial (Bansos) Pusat.

9. BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) DAN BANK INDONESIA (BI) PROVINSI UMUMKAN ANGKA INFLASI HINGGA KAB/KOTA

10. KUNCI UTAMA

Isu pengendalian inflasi jadikan isu prioritas dan sinergi semua stakeholder seperti saat penanganan pandemi Covid – 19.
Sementara itu menurut Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, Daniel A.Prasetyo, infografis SPH Provinsi NTT Periode Desember IV-2022: Inflasi 0,92 persen.

Hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) periode minggu IVDesember mencatat inflasi sebesar 0,92% (mtm).

“Konttributor utama pendorong inflasi berasal dari kelompok Administered Prices (AP) dan Volatile food (VF). Secara khusus, terjadi peningkatan harga pada Rokok Kretek Filter dan Bahan Bakar  RT (AP) sedangkan pada kelompok VF yakni komoditas Ikan Tongkol , Kangkung dan Sawi Hijau,” jelas Daniel.

Ia menyebut, harga rata-rata Rokok Kretek Filter dan Bahan Bakar RT mencapai  RP22.375/pack dan Rp134.500/satuan atau meningkat 11,88% dan 0,28 % dibandingkan bulan sebelumnya.

“Harga Kangkung tercatat sebesar Rp 16.322,31/kg, Sawi Hijau sebesar Rp18/357,06/kg dan Tomat sebesar Rp23.887,50/kgatau masing-masing meningkat sebesar 14,70%,21,83% dan 14,19% dibandingkan bulan sebelumnya,” jelasnya.
“Laju inflasi tertahan oleh penurunan harga pada komoditas AP yakni Angutan Udara dan VP diantaranya komoditas Ikan Kembung, Daging Ayam Ras, Tahu Mentah dan Cabai Merah,” terangnya.

Lebih lanjut Daniel mengatakan, harga rata-rata Angkutan Udara mencapai Rp1.250.173,57/penerbangan atau turun sebesar 3, 49% dibandingkan bulan sebelumnya. selanjutnya harga Ikan Kembung, Daging Ayam Ras, Tahu Mentah dan Cabai Merah masing -masing sebesar Rp43.431,44/kg, Rp48.339,34/kg, Rp12.330, 25/kg dan Rp71.418,75/kg atau mengalami penurunan sebesar 6, 29%, 1,50 %, 6,67 %, dan 12, 45 % dibandingkan bulan sebelumnya.
“Berdasarkan tracking SPH, inflasi NTT pada minggu ke-4 Desember 2022 tercatat sebesar 0,92% (mtm), lebih tinggi dibandingkan minggu sebelumnya yang mengalami inflasi  sebesar  0,78% (mtm),” sebut Daniel Agus Prasetyo.|| juli br

  • Bagikan