Angkat Budaya Timor, Festival Budaya Kelurahan Manulai 2 Meriah dengan Sajian Budaya : Tarian, Natoni dan

Kupang, TopNewsNTT.Com||Kelurahan Manulai 2 menggelar Festival Budaya Manunnadj dengan thema “Lestarikan Budaya, Tingkatkan Wawasan Dan Raih Prestasi” di halaman Kantor Lurah Manulai 2, Kecamatan Alak, yang berlangsung selama 3 hari 1-3 Oktober 2026.

Kegiatan dibuka oleh Camat Alak Amramsius Yolah, S.Sos, yang mengangkat adat dan budaya etnis Timor dengan tarian penyambutan etnis Timor, diterima oleh pagar betis orangtua dan pemuda dengan busana etnis Timor, Natonis dan Oko Mama atau Hanni atau Loe Sirih  Pinang sebagai penyambutan tamu yang menjadi tradisi masyarakat Kelurahan Manulai 2 yang mayoritas Timor.

Kegiatan Festival selama tiga hari akan dimeriahkan dengan berbagai ataraksi seni budaya berbagai etnis, natoni dan budaya, tarian massal Bonet, berbagai tarian etnis  lainnya seperti Rote dan Sabu, berbagai lomba antara lain lomba fashion show, lomba bersiul bagi mama-mama, laomba fashion show pasangan rt dan rw, lomba fadhion show busana bahan daur ulang dan lomba ikat selimut bagi para pria.

Dalam sambutannya Camat Alak Amramsius Yolah, S.Sos menyampaikan festiva budaya bukan sekedar pertujukan seni tapi didalamnya ada sejarah, identitas, dan jati diri bangsa di NTT. Dab kota Kupang dengan multi etnis, agama dan suku seharusnya membuat kita makin bersatu.

“Lewat event ini kita tidak ingin hanya mengenal budaya lewat buku dan medsos tapi melihat, mendengar dan meraskan budaya hidup di tengah-tengah masyarakat dan haeus tetap hidup di tengah-tengah perkembangan jaman. Teknologi boleh maju tapi budaya tidak boleh hilang. Karena masyarakat yang maju buka masyarakat yang melupakan masa lalu,  tapi masyarakat yang dapat membawa nilai-nilai baik dari masa lalu untuk menjawab kebutuhan masa kini dan masa akan datang.” Katanya mengingatkan.

Semangat menjaga budaya sejalan dengan semangat pemerintah Kota Kupang  yang tidak hanya bertumbuh secara fisik,  tapi juga bertumbuh dari aspek manusia, karakter, solidritas, kualitas kehidupan masyarakat.

Berbagai upaya pembangunan yang dilakukan bersama mulai mendapat pengakuan, Kota Kupang memperoleh penghargaan TERBAIK KETIGA untuk akses dan pelayanan kesehatan masyarakat dengan insentif fiskal sebesr Rp1 Milyar rupiah dan dalam dua minggu terakhir Kota Kupang meraih penghargaabn TERBAIK Kedua program 3 juta rumah dengan dukungan 250 unit rumah bantuan stimulan perumahan swadaya BSBS serta meraih Pengharagaan Terbaik Satu TP2D untuk Kawasan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Penghargaan tersebut tentu bukan menjadi tujuan akhir  karena bagi pemerintah penghargaan adalah tapi menjadi bentuk apresiasi dan pengingat bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikna bersama.

“Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya pada pengharagaan tapi pada seberapa besar manfaat pelayanan tersebut langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan semua bisa dicapai karena kolaborasi berbagai pihak.” Ujarnya.

“Mari jaga Kota Kupang sebagai Rumah bersama bagi semua generasi bertumbuh dan berkembang. Keberagaman budaya bukan sesuatu yang mempertentangkan tapi kekuatan yang mempersatukan dan membangun NTT.

Kegiatan sekaligus melaunching kegiatan biopori untuk upaya penghijauan. Hal ini dilakukan di 12 kelurahana di kecamatan Alak.

Mari jadikan budaya bukan sekedar warisan tapi kekuatan untuk membangun kota ini.

Ketua Panitia Festival Pdt.Emr.Hengky Abineno, S.Th menyampaikan lestarikan budaya menganding pesan budaya merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat lewat Natoni dan tarian tradisonal berbagai perlombaan seni dan budaya masyarakat diberkan ruang untuk mengenal melestarikan dan budaya kepada generasi berikutnya. Dan memberikan ruang bagi generasi muda. Tingkat nasionalisme menunjukkan kecintaan mencintai budaya daerah sama seperti mencintai negara Indonesia dan rasa bangga memiliki  akan indentitas daerah dan memperkuat kesatuan NKRI.

Budaya lokal bukanlah sesuatu yang memisahkan masyarakat justeru menjadi hal yang mempersatukan, membangun kebersamaan gotong royong dan rasa memiliki lingkungan, meraih prestasi dan potensi masyarakat pada sektor seni dan budaya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata tapi dapat dikembangkan menjadi peluang untuk meningkatkan prestasi dan memberikan peluang bagi generasi mudah berani tampil, percaya diri, berprestasi dan  menghargai karya orang lain.

Budaya yang dilestarikan akan memperkuat persatuan dan rasa nasionalisme terhadap NKRI.

Lewt kegiatan event menjadi tidak sekedar hibran masyarakan tapi juga menjadi momentum menjaga warisan budaya dan memberi peluang bagi generasi muda berprestasi.

Tarian tradisonal berbagai etnis, lomba bersiul, fashion show rt dan rw dengn pasangan, lomba busana daur ulang, lomba ikat selimut bagi bapa-bapa dan hiburan lainnya.|| jbr