Camat Alak Ajak Masyarakat Kelurahan Mantasi Aplikasikan Nilai-Nilai Luhur Budaya

Kupang, TopNewsNTT Com|| Camat Alak, Amramsius Yolah, S.Sos, kembali membuka Festival Budaya dan Local Expo Kelurahan Mantasi yang di gelar di Lapangan Victory (Rabu, 23/9/2026).

Amram membuka kegiatan sampaikan sambutan Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo mengapresiasi Kelurahan Mantasi walau kelurahan dengan luas wilayah terkecil namun memiliki kekayaan budaya yang beragam dari berbagai etnis dengan makna filosofis yang mendalam dari thema “Akar Tradisi, Sayap Masa Depan.”

Camat Alak menyampaikan  budaya bukan hanya sekedar pentas seni dan budaya tapi budaya juga adalah tentang nilai-nilai luhur dan postif yang terkandung dalam seni, budaya dan tradisi yang harus diangkat, diperkenalkan, dipelihara, dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa dan bermanfaat bagi kelangsungan hidup bersama.

Menjalin kebersamaan bukan perkara mudah di waktu sekarang dimana terjadi krisis moral dan disintegrasi bangsa terancam oleh karena perkembangan jaman  dan teknologi yang bukan dasar wawasan bangsa kita.

“Untuk itulah, pemerintah saat ini berupaya merekatkan kembali nilai-nilai itu yang akan berdampak pada persatuan dan kebersamaan warga lewat festival kelurahan.” Ujarnya.

Festival Budaya juga diinisiasi menjadi ruang bagi UMKM untuk memasarkan produk-produk mereka sehingga  dapat berdampak pwda peningkatan ekonomi masyarakat

Dan festival budaya juga menjadi ajang membangun silahturahmi antar warga di wilayah keluarahan.

“Tadi tokoh masyarakat mengatakan bahwa kelurahan Mantasi adalah Kelurahan terkecil di Kota Kupang, namun saya teringat suatu peribasa bahasa Inggris “small is beautifull” atau kecil itu indah. Maka dengan kelurahan berwilayah kecil masyarakat akan lebih mudah berinteraksi. Semisal lewat festival ini. Tapi saya mau apresiasi bapak Lurah Mantasi dimana dua stafnya tahun ini dilantik sebagai Lurah Nunhila dan Manulai 2. Itu luar biasa dalam sejarah promosi jabatan di Pemkot Kupang.” Sebutnya mengapresiasi.

Ia berharap seluruh rangakaian kegiatan berlangsung dengan baik dan ada manfaat positif didapat

Festival budaya digelar dengan latar belakang pertimbangan bahwa pemerintah kelurahan sebagai garda terdepan  penyelenggaran pemerintahan dan pembangunan masyarakat memiliki tanggaunjawab yang besar memberdayakan masyarakat melalui program kolaboratif bersama masyarakat. Seluruh aktivitas yang dijalankan bertujuan menjadikan masyarakat sebagai objek yang mendapat pelayanan tapi juga subjek yang melaksanakan kegiatan demi kesejahteraan bersama.

Melalui kegiatan festival budaya mengangkat thema “Akar Tradisi, Sayap Masa Depan” yamg memiliki filosofi keseimbangan  sempurna antara menjaga identitas budaya dan menggelar inovasi serta kemajuan masa depan.

Akar tradisi berarti harus menghornati, memahami dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya dan adat istiadat.

Sayap masa depan melambangkan penguasaan teknologi, inovasi, kreatifitas dan kesiapan untuk bersaing di kancah global.

Festival berisi pentas seni atau atraksi tarian daerah, lomba busana etnis Daerah NTT dan pameran UMKM, demo memenun para pelaku UMKM tenun ikat etnis Timor TTS dan  Flores, tarian Massal Kebalai etnis Rote Ndao, Trian Leddo Hawu Etnis Sabu Raijua, Tarian Penyambutan Maumere.