Mengulas Manfaat Positif Festival Budaya Bersama Lurah Oeba, Rina Marlina Saudale,S.Pt
Kupang, TopNewsNTT.Com||Lurah Oeba Rina Marlina Saudale,S.Pt kepada media ini di hari kedua pelaksanaan Festival Budaya di kelurahannya mengakui banyak dampak positif dari pelaksanaan event budaya ini.
“Program Pemkot.Kupang lewat Dinas Pariwisata ini benar-benar punya dampak positif. Pertama, akan muncul berbagai kreativitas seni, budaya dan tradisi yang selama ini tersimpan di masyarakat akan muncul dan ditampilkan baik seni suara, tari atraksi budaya dan tradisi. Itu kekayaan yang tidak ternilai. Masyarakat sebagai pelakonya ada di setiap kelurahan. Selama ini wadah berupa event gratis yang belum banyak. Nah lewat festival budaya yang digelar di 51 kelurahan, akan mucul tuh. Masyarakat memperoleh wadah mengekspresikan kreativitasnya, dan publik memperoleh kesempatan menikmati karya seni yang tinggi. Lewat panggung festival pemerintah punya data kekayaan intelektual seni, budaya dan tradisi asli NTT yang bisa diinventarisir dan dikembangkan. Itu potensi luar biasa yang harus dipelihara, dikembangkan, dipromosi dan dilestarikan kepada generasi muda. Artinya tujuan dan sasaran program pemerintah terwujud lewat fetival budaya, disamping berbagai program lainnya dalam hal pelestarian budaya. Dan itu suatu kekayaan yang tersimpan, dan seolah warga memperoleh panggungnya untuk menampilkannya.” Ulasnya.
Selain itu, terjadinya pergerakan ekonomi kerakyatan masyarakat selama Festival Budaya,
“Di arena Festival Budaya pelaku UMKM yang ads di setiap kelurahan punya wadah gratis untuk berjualan, karena tidak semua pelaku UMKM punya tempat berjualan. Selama ini masyarakat ada yang berjualan online, ada yang punya lapak atau boot, tapi banyak yang tidak punya tempat. Nah lewat pameran UMKM di festival budaya, mereka punya wadah gratis. Memang waktu pelaksanaan singkat tiga hari, tapi tentu tetap akan terjadi perputaran uang disitu. Artinya ada dampak domino di situ.” Jelasnya.
Ia juga melihat potensi pengembangan usaha ke depan dari pengunjung yang datang menonton dan membeli produk UMKM,
“Bisa saja dari festival budaya ada jejak lanjutan pengembangan usaha, misalnya dari pelaku seninya, baik perseorangan maupun kelompok seni ada yang meminta nomor untuk diundangan dalam event lainnya, atau pembeli yang memesan untuk event mereka dikemudian hari. Semua bisa terjadi di fetival budaya. Jadi memang festival budaya bisa memberi manfaat yang besar tergantung bagaimana pelaku seni dan UMKM memanfaatkan moment tersebut.” Ungkapnya
Diakuinya waktu tiga hari memang singkat, dan anggaran juga belum mencukupi, dirinya berharap tahun 2027 anggaran dan waktu pelaksanaan bisa ditambah agar pelibatan pelaku seni dan UMKM bisa lebih banyak, ada lomba-lomba juga bukan hanya lomba seni budaya tapi lomba bagi pelaku UMKM baik kuliner, tenun ikat dan produk ikutannya, ataupun lomba-lomba lainnya.
“Kami akan mengevaluasi dan meningkatkan hal yang belum terlaksana pada moment ini di tahun 2027. Semoga lebih meriah, lebih bervariasi dan banyak atraksi seni dan budaya yang akan kami tampilkan, begitu juga pelibatan UMKM akan lebih banyak dan bervariasi produk yang dipamerkan.” Janjinya.|| jbr