Wawali Serena Francis, “Ini Baru Festival Budaya Sesungguhya, Atraksi Budaya Dari Semau-Helong hingga Malaka dan Belu”
Kupang, TopNewsNTT.Com|| Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang mengelar Festival Budaya sekaligus memeriahkan perayaan HUT RI Ke-81 tahun 2026. Festival mengangkat Budaya Timor dari Kupang hingga Malaka dengan thema “Nekaf Mese, Ansaof Mese” yang berarti “Satu Hati Satu Jiwa, Sehati Sepikir” yang berlangsung dilapangan wilayah RT 24 Kelurahan Liliba pada (Rabu, 12 Agustus 2026) pukul 16.46 wita.
Kegiatan yang diawali drum band siswa SDI Bertingkat Liliba sebagai sambutan terhadap Wakil Wali Kota dan rombongan, dilanjutkan dengan Natoni oleh para Tetua Adat Timor, Tarian penyambutan Likurai asal Malaka oleh Sanggar Aroma Santa Lum para siswa SDI Liliba dan Tarian Penyambutan pemberian sirih pinang “Bidu Lalokdati” dari etnis Malaka oleh siswa SDI Liliba diapresiasi dan dipuji Wakil Wali Kota Kupang, Serena Corgrova Francis sebagai Festival Budaya paling bagus, dan luar biasa karena penyambutan dengan 4 sajian atraksi budaya yang dipersembahkan oleh generasi muda dan orangtua, yang sangat luar biasa dan membuktikan bahwa budaya memiliki peran ganda dan positif, sebagai jembatan penghubung beragam perbedaan dan pemersatu bangsa.
“Ini baru benar-benar festival budaya, karena benar-benar mengangkat budaya sebagai sajian utama oleh generasi muda. Festival budaya bukan sekedar pesta rakyat, bukan pula sekedar ruang untuk bertemu, tapi juga menjadi ruang bagi warga untuk mengapresiasi keunikan budaya dan pergerakan ekonomi dengan melibatkan para pelaku UMKM sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.” Puji Serena dengan tepuk tangan mengapresiasi.
Agar ekonomi dapat bertumbuh, Serena meminta pengunjung dapat membeli produk UMKM sebagai penghargaan.
“Di sini ada 24 stand dan semua pengunjung mohon mendukung usaha para pelaku UMLM. Saya harap pelibatan Pelaku UMKM jangan hanya berhenti pada event budaya saja, tapi ketua panitia data semua pelaku UMKM dan sampaikan ke Kadis Pariwisata untuk masukkan semuanya ke event Saboak agar sehinga Jumat, Sabtu dan Minggu mereka bisa berjualan, sehingga ekonomi masyarakat bergerak.” Ujar Wawali Serena berpesan.
Selanjutnya kepada generasi muda dirinya mengingatkan bahwa ditengah kemajuan zaman dan teknologi dengan semua dampak positif dan negati ini, jangan sampai generasi muda terlena dan tidak mau mengenal budaya, sehingga mudah kehilangan jati diri bangsa. Lewat event festival budaya ini dirinya mengharapkan kolaborasi semua pihak mendukung setiap program pemkot.Kupang dalam hal menjaga, melestarikan, menguasai, mempromosikan serta mewariskan budaya ke gemerasi muda.
“Mari para orang mengenalkan budaya lokal sebagai jati diri bangsa dan bantu mereka punya prinsip mencintai budaya sendiri. Budaya harus dikembangkan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Silahkan generasi muda menggunakan teknologi dengan kemajuannya, namun gunakanlah untuk membangun bangsa. Namun budaya harus menjadi jati diri setiap pribadi generasi muda NTT.” Serunya bersemangat.
Sementar itu panitia penyelenggara melaporkan event Festival Budaya Kelurahan Liliba tahun 2026 memilih etnis Timor dlm peringatan hut ri Ke-81.
Maksud dan tunjuan festival budaya yakni dalam rangka memperingati HUT RI ke-81, dan dengan semangat nasionalisme ditengah masyarakat merayakan identitas dan jiwa Kota Kupang yang dibangun diatas dasar keberagaman etnis dengan etnis Timor dari Helong sampai Belu dan Malaka demi mengangkat, memperkenalkan, mempromosikan dan melestarikan budaya NTT.
Maksud dan tujuan kegiatan adalam dalam rangka memeriahkan perayaan HUT RI Ke-81 dengan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.
Merayakan identitas Kota Kupang yang dibangun atas dasar keberagaman sulu, etnis dan kolaborasi.
Menggunakan thema adat Timor, dari Helong-Semau, sampai Malaka dan Belu.
Mempererat tali persaudaraan, kebersamaan, serta melestarikan seni budaya lokal di tingkat kelurahan.
Rangkaian kegiatan kebersihan antar RT telah berlangsung dari 10 dan 11 Agustus 2026 dan Puncak Acara dilaksanakan pasa 12-14 Agustus 2026 dengan pementasan seni tradisional, fashion show, lomba cipta menu pangan lokal berbahan jagung dan ubi, gelar budaya yang melibatkan warga Kelurahan Liliba, partisipasi UMKM di sekitar lokasi event budaya.
Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gong dan penyerahan bendera merah putih dari wakil walikota kepada Lurah Liliba.|| jbr