Transformasi PD Pasar Ditangan Dirut PD Pasar Ganda R.Tadjo Tallo, SP: “Digitalisasi Tata Kelola Pasar dan Off Taker Komoditi Pertanian Pasar Bimoku”
Kupang, TopNewsNTT.Com||Di tangan Direktur Utama Perumda Pasar Kota Kupang, Ganda Raymond Tadjo Tallo, SP usai dilantik oleh Wali Kota Kupang pada tanggal 20 Desember 2025 untuk masa jabatan periode 2025–2030, dari wawancara dengan media ini mengalami perubahan signifikan baik dari aspek tata kelola struktur organisasi, tata kelola pasar, peningkatan RKPD, dan rencana kerja jangka panjang. Menurutnya sudah 8 bulan sejak ia menjabat dirinya bersama dewan direksi dan jajaran sudah melakukan gebrakan yakni digitalisasi internal pada struktur, tata kelola pasar di semua aspek baik pedagang dan pengelolaan sampah, parkiran, mck dll.
Dirut berusia muda Ganda Raymond Tadjo Tallo, SP menjelaskan bahwa tugas utamanya adalah memetakan potensi pasar, meningkatkan tata kelola pasar yang transparan, serta mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar tradisional.
“Peran PD Pasar ada dua yakni peningkatan pelayanan dan kontribusi terhadap PAD dari pasar tradisional. Dalam peningkatan pelayanan disesuaikan dengan visi misi pimpinan saat ini, terutama peningkatan pelayanan kebersihan sehingga diawal menjabat sembari menyesuaikan dengan dengan kondisi internal pasar dan dengan struktur yang ada maka sudah dibentuk Loket Pengelolaan Sampah di tingkat Pasar yang mengatur peran pedagang, peran petugas pasar baik dari petugas kebersihan dan pengangkutan hingga paling hilirnya itu ada di tingkat TPS bagaimana supaya bisa diangkut disesuaikan dengan waktu dengan petugas dari TPA.” Jelasnya.
Langkah awal yang sudah dilakukannya setelah menjabat yakni digitalisasi tata kelola,
“Sejak tahun 2023, PD Pasar berubah badan hukum dari menjadi Perumda, dan dibutuhkan berbagai perubahan, mulai dari struktur organisasi hingga tata kelola. Dalam penarikan retribusi harus didigitalisasi, lebih transparan dan akuntabel. Perumda Pasar tidak sekedar penarikan retribusi, tapi di jangka panjangnya itu, terutama saya berpikir Perumda Pasar bisa menjadi Off Taker terutama untuk Pasar Bimoku yang posisinya berada diantara dua wilayah yakni Kota Kupang dan Kabupaten Kupang agar semua produk komoditas yang ada di pasar itu bisa ditopang oleh Perumda Pasar sekaligus menjaga stabilitas harga yang ada di Pasar.” Jelas Ganda.
Dirinya mengakui langkah-langkah konkrit yang sudah dilakukan dalam hal penyeseuai dengan struktur internal sudah berjalan 80 persen, antara lain digitalisasi: sudah diterapkan di Pasar Oebobo yaitu dalam hal penarikan retribusi dari metode penarikan konvensional atau penarikan langsung dengan karcis, ke metode digital menggunakan mesin EDC.
Demikian juga dalam sistem pembayaran kontrak kios bagi pedagang saat ini berubah ke digitalisasi. Tidak ada sistem titip uang di juru pungut, tapi nanti ke depannya disiapkan virtual acount sehingga pedagang dapat membayar secara digital dengan menggunakan Virtual Acount.
“Sistem tersebut dibuat selain menciptakan rasa aman dan lebih cepat juga menghindari kemungkinan penyalahgunaan keuangan.” Sebutnya.
Dalam hal tata kelola pasar, tambah Ganda, sudah ada pengaturannnya juga. Dimulai dengan sosialisasi peran pedagang, penempatan tempat sampah, pengaturan jam petugas menyapu di bagian jalan, peran petugas menyapu dalam los, pembentukan SOP terkait kondisi darurat jika terjadi penumpukan sampah, lalu bagaimana mendistribusikan sampah bila ada kejadian penumpukkan di dalam ke tps-tps luar, hingga mendorong kerjasama dengan pihak DLHK sehingga PD Pasar wajib distribusi bagi DLHK.
Sebagai dirut Ganda memiliki target pribadi, yakni ingin menjadikan PD Pasar sebagai Off Taker bagi produk komoditas pertanian yang ada di Pasar Bimoku. “Ke depan PD Pasar bukan sekedar menarik retribusi tapi menjadi off taker produk komoditas pertanian yang ada di pasar Bimoku.” Ujarnya.
Ganda menyebut bahwa setelah dilakukan digitalisasi dalam tata kelola pasar khusus penarikan retribusi sebagai 8 bulan dirinya menjabat, terjadi peningkatan PAD dari deviden yang disetor berupa laba ke kas daerah hingga Agustus 2026 ini sebesar Rp600an juta. Dan sesuai RKA pencapaian tersebut sudah 100 persen dari ketentuan peningkatan 10 persen dari periode sebelumnya. Hingga Desember 2026, dirinya optimis bisa melebihi target 600 juta laba bersih.
Sumber penghasilan PD Pasar diperoleh dari penarikan retribusi harian, sewa kios, parkiran, MCK dan sewa lahan. PD Pasar mengelola 10 pasar yang jadi aset Kota Kupang yakni, Pasar Oebobo, Pasar Oeba, Pasar Kasih Naikoten 1, Pasar Penfui, Asar Stadion Merdeka, Pasar Malam Kamsol, Pasar Tani Kolhua, Pasar Kuanino, dan dua pasar yang belum aktif yakni Alak dan Bimoku.
Diakhir wawancaa, Ganda menitipkan pesan penting bagi para pedagang dan konsumen demi terciptanya situasi yang teratur, bersih dan nyaman dalam pasar:
“Pertama terkait pentaan pasar dan lalu lintas di dalam Pasar, semua punya peran yang sama. Begitu juga dengan pengelolaan sampah, dalam hal bagaimana konsumen saat berbelanja, saat menggunakan kantong plastik, drive true, begitu pun dengan pedagang harus mau ditata dan mau diatur. Bagaimana menjaga peran pedagang untuk menjaga kebersihan di masing-masing kios harus ada kesaadaran diri bahwa semua diatur dengan baik oleh PD Pasar, namun ketaatan serta kerelaan menaati aturan dan menjaga lalu lintas di pasar harus dilakukan bersama-dama. Masalah yang sering terjadi adalah terkadang para pedagang berpikir jika sudah membayar retribusi maka tanggung Jawab kebersihan diserahkan ke petugas PD Pasar saja, itu harus dihilangkan” serunya.|| jbr