Disambut Natoni dan Tarian Etnis Timor, Wali Kota Kupang Buka Festival Budaya Kelurahan Naioni

Kupang, TopNewsNTT.Com|| Natoni dan Tarian penyambutan Etnis Timur menyambut kedatangan Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo didampingi sekretaris Dispar Kota Kupang, Anggota DPRD Kota Kupang Dapil Alak Kristian Baitanu, Camat Alak Amsi Lona, plt.Lurah Naioni untuk membuka Festival Budaya Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak bertempat di Kantor Lurah Naioni pada (Jumat, 7/8/2026).

Natoni yang dituturkan oleh Tua Adat Kelurahan Naioni Hendrik Lona sebagai ucapan selamat datanģ, penyambutan dan permohonan kepada Wali Kota Kupang untuk membuka kegiatan Festival Budaya ini.

Wali Kota Kupang dr.Chris Widodo dalam sambutan membuka Festival kembali mengingatkan bahwa kegiatan ini bukan sekedar malaksanakan festival tapi ada makna mendalam yaitu merayakan identitas Kota Kupang yakni keberagaman dan kolaborasi.

“Keberagaman akan selalu menjadi kekuatan yang membentengi persatuan dan jembatan penghubung yang mempersatukan perbedaan ditengah keberagaman etnis masyarakat yang ada di Kota Kupang. Di dalam keberagaman ada harmoni yakni seirama dan seimbang. Harmoni artinya bukan sama tapi seimbang. Itulah kota Kupang. Kita juga sedang merayakan kolaborasi antara semua masyarakat yang berbeda dari berbagai aspek yang bekerja bersama, sehingga terselemggaralah festival budaya ini.” Kata Wali Kota menutup sambutan singkatnya.

Plt.Camat Alak Amsi Lona mengatakan Naioni merupakan kelurahan kelima yang menggelar Festival Budaya dari 12 kelurahan di Kecamatan Alak. Lima Kelurahan tersebut yakni Batuplat, Penkase Oeleta, Namosain, NBS dan Naioni. Partisipasi masyarakat sangat sangat mendukung dengan mulai dari ikut mendukung dengan ikut serta mempersiapkan dan mengisi acara dalam festival di setiap kelurahan.

Amsi mengapresiasi partisipasi masyarakat di setiap kelurahan yang begitu besar yang selalu mendukung pelaksanaan Festival Budaya.

“Budaya yang ada di masyarakat dijaga, dipelihara, dipentaskan oleh masyarakat sendiri. Termasuk dengan pakaian tradisional dan aksesoris, lagu, musik dan alat musik  tarian, bahkan makanan, dan tradisi lain seperti yang akan dipentaskan yakni tutur, pukul gong atau liku sene, tarian adat Lufut Massal, lomba Tarian Lufut. Dengan adanya Festival Budaya Kelurahan semua kekayaan budaya dan tradisi tersebut kembali dimunculkan dan hidup di tengah-tengah masyarakat dan itu cara mempromosikan dan melestarikann budaya lokal kepada generasi muda. Itulah cara masyarakat melestarikan budaya, dan cara pemerintah menggali, melestarikan dan mempromosi budaya.” Cetus Amsi Lona memuji.

Festival Budaya kelurahan Naioni akan dimeriahkan dengan berbagai lomba antara lain “pukul gong” atau “liku sene“, tarian massal Lufut Massal, Lomba Tarian Lufut  yang akan berlangsung selama 3 hari (7-9 Agustus 2026).

Sementara itu Anggota DPRD Kota Kupang Dapil Alak Kristian Baitanu kepada mengatakan sebagai orangtua di kecamatan Alak, dan juga legislatif sangat mendukung kegiatan Festival Budaya ini sebagai cara pemerintah mengangkat, melestarikan dan mempromosilan budaya sebagai kekayaan budaya yang memiliki nilai-nilai positif bagi semua pihak. Juga sebagai kekayaan pariwisata Kota Kupang.

“Keluarahan ada Natoni Tari-tarian, dan menggerakkan ekonomi dengan melibatkan pelaku UMKM. Dan sebagai kaderisasi generasi muda untuk tradisi-tradisi budaya seperti Natoni. Kalau kita tidak memperkenalkan dan melestarikan budaya maka akan punah. Apalagi kota Kupang ini sebagai pusat kota Provinsi, pusat pendidikan, pusat ekonomi,  pemerintahan dan pusat budaya yang harus dilestarikan. Sehingga dari daerah lain datang ke Kota Kupang mereka akan menyaksikan budaya yang ditampilkan di festival budaya setiap kelurahan.” Ujar Politisi Partai Gerindra ini.|| jbr