Evaluasi dan Komitmen Bank NTT bersama Developer NTT dalam Penyaluran KPR Tahun 2026
Kupang, TopNewsNTT.Com||Bank NTT menggelar pertemuan dan ramah tamah bersama para developer guna melakukan Evaluasi dan Komitmen Bank NTT bersama Developer NTT dalam Penyaluran KPR Tahun 2026.
Evaluasi dan komitmen bersama 30 Developer mitra digelar dalam rangka mencapai target penyaluran KPR FLPL (Fasilitas Likuidasi Penyaluran Perumahan) bagi masyarakat NTT dalam Kegiatan Pertemuan dan Ramah Tamah bersama Developer Mitra Bank NTT di Suba Suka Resto (Rabu, 15/7/2026).
Dengan penandatanganan MoU tersebut, Bank NTT dan Para developer diharapkan makin bekerja keras mwncapai target program Nasioanl 3 juta Rumah dan mengurangi angka deddlock rumah layak huni di NTT.
Selain 30 Developer, hadir pula para Ketua Asosiasi (DPD REI , DPD Apersi, DPD Himperra, DPD Perwiranusa) dan para notaris serta para kepala Divisi Bank NTT.
Pertemuan dan Ramah Tamah diawali oleh laporan Endry Wardono, Kepala Divisi Kredit Mikro, Kecil & Konsumer Bank NTT melaporkan tujuan digelarnya kegiatan ini adalah
1.Sebagai wadah komunikasi dua arah yang terbuka dan konstruktif, seperti kendala teknis di lapangan dan masukan langsung terhadap layanan KPR.
2.Untuk mengevaluasi secara bersama capaian dan dinamika kemitraan
3. Untuk memperkuat sinergi dan menyelaraskan langkah kita ke depan.
Endry juga melaporan realisasi penyaluran KPR yang telah dicapai bersama berdasarakan data terbaru per triwulan II, Juni 2026, sbb:
– Outstanding KPR Komersil Rp 91,313,302,106,- dengan 705 NoA,
– Outstanding KPR FLPP Rp 210,560,650,323,- dengan 2.125 NoA.
Endry menyampaikan bahwa target Penyaluran KPR FLPP TA 2026 mewajibkan Bank NTT memenuhi pencapaian realisasi kredit FLPP sebanyak 357 unit rumah, “Sampai dengan saat ini sudah terealisasi 104 unit rumah, untuk itu kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua Developer yang sudah berkontribusi dan mensupport kami dan semoga ke depannya terhadap sisa target yang kami peroleh dapat tercapai atau bahkan bisa melebihi sebanyak 500 Unit sampai dengan bulan Desember 2026.” Kata Endry.
Hingga saat ini, Bank NTT telah menjalin Perjanjian Kerja Sama dengan 30 mitra developer NTT, dari jumlah tersebut, rincian keanggotaan asosiasinya adalah 25 di antaranya merupakan anggota DPD REI, 2 anggota DPD Apersi, 2 anggota DPD Himperra dan 1 anggota DPD Perwiranusa.
“Masih dengan harapan yang sama meminta dukungan dari seluruh developer, agar Bank NTT dapat mengejar target TA 2026 ini.” Ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen menjalin kemitraan yang sehat dan berkelanjutan, berikut beberapa poin untuk kemajuan bersama ke depan.
1.Penyelesaian sertifikat dan pemecahan sertifikat induk/kolektif
2. Mekanisme buyback guarantee sesuai amanat dalam PKS.
Endry mengingatkan bahwa forum dialog seperti ini sangat penting untuk mendengarkan secara langsung masukan, kendala, dan harapan dari para developer. ‘Kami membuka diri terhadap berbagai saran perbaikan, baik dari sisi proses, kemudahan akses, maupun produk-produk pembiayaan yang dapat kita kembangkan bersama.” Ujarnya.
Bank NTT, ujar Endry akan terus meningkatkan kualitas layanan dan mempercepat proses persetujuan KPR agar dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah impian tentunya tidak terlepas dari dukungan Bapak/Ibu.
Diharapkan forum dialog ini menjadi ajang untuk saling memperkuat komitmen dan mempererat sinergi, dan kemitraan yang telah terjalin dapat terus berkembang dan membawa manfaat bagi kedua belah pihak serta masyarakat luas.
Direktur Kredit Bank NTT Aloysiu Nggeong dalam sambutannya membuka kegiatan mengatakan forum ini akan menjadi ruang diskusi bersama para developer dan Asosiasi Real Estate di NTT dalam hal kerja sama kredit KPR Bersubsidi (FLPP) yang selama ini bekerja sama dengan Bank NTT yakni 30 developer.
“Saat ini, rumah jadi indikator tingkat kesejahteraan masyarakat. Melalui program nasional pencapaian 3 juta rumah secara nasional dan bagi bank NTT 357 rumah kayaj huni.
“Seharusnya dengan kerjasama Bank NTT dan 30 developer yang sudah bekerja sama seharusnya ada penjualan rumah.” Sentilnya.
Untuk meningkatkan penyerapan FLPP 2026, Aloysius mengusulkan pembentukan gerai developer mitra Bank NTT agar masyarakat yang ingin memperoleh informasi terkait perumahan bisa lebih mudah mengakses.
“Kita harus mengembangkan produk tapi kita harus mengavaluasi dan membuat perubahan dalam pemasaran dan pengembangan rumah subsidi. Salah satu indikator keberhasilannya adalah rumah berkualitas dan punya kawasan yang yang future prospect. Jadi bukan hanya rumah tempat tinggal, tapi sistem marketingnya berubah rumah sekaligus jadi objek usaha.” Usulnya.
Kedepan, Bank NTT akan melakukan mitigasi bersama mitra agar meningkatkan lokasi perumahan yang memberi nilai tambah ekonomi bagi pemilik rumah, yakni melengkapinya dengan berbagai fasum yang memadai.
“Kita harus meningkatkan kawasan rumah yang memberikan nilai tambah bagi pemilik dengan menyiapkan lokasi perumahan yang future prospect. Saat ini bnyak perumahan hanya asal dibangun bahkan tanpa fasilitas yang memadai sehingga kawasannya tidak punya future prospect. Dari diskusi ini semoga bisa saling memberikan manfaat lebih bagi debitur.” Kata Aloysius.
Ia optimis dengan komitmen bersama maka target 357 rumah dapat dibangun dalam setahun (2026). “Saya yakin dengan kemitraan kita 7 bulan tersisa kita akan wujudkan target tersebut 100 persen. “Kami berharap Bank NTT bersama Mitra dimomen 64 tahun HUT Bank NTT dengan Motto baru :”Bersama Menuju Puncak” dapat bersama menuju puncank.” Tutupnya.
Terhadap keluhan dan usulan misalnya waktu akad yang lama dan sering diulur, penetapan bunga yang tinggi dan berbagai kendala lain yang diungkapkan para developer dan asosiasi seperti REI NTT, Aloysius menyebutkan bahwa akan dilakukan diskusi internal dan mencoba melakukan beberapa penyesuaian.
“Bank NTT adalah Bank daerah yang mengelola anggaran APBD NTT atau uang rakyat yang scopenya hanya sebatas NTT, beda dengan Bank Himbara lainnya yang selain scopenya nasional modalnya besar. Kita bukan hanya punya misi bisnis tapi sosial dan pembangunan sehingga dalam penatapan bunga dll harus memperhatikan keseimbangan antra berbagai hal demi kestabilan bank NTT. Tapi dari data pencapain Bank NTT dalam penyaluran KPR FLPP 2025 dan pada semester pertama 2026 ada peningkatan.” Sebut Aloysius bangga.
Dalam kegiatan ini diberikan penghargaan kepada 3 perusahaan developer yang mencapai penyaluran terbanyak penjualan rumah KPR FLPP.
Terbanyak Pertama PT Sehat Sejahtera (REI) sebanyak 69 unit, terbanyak kedua penyaluran FLPP sebanyak 38 unit yakni PT Timor Sarana Property (HIMPERA) dan terbanyak ketiga adalah PT Jaya Pesona Indah Property (HIMPERA).|| jbr