Bangkitkan Pelayanan Musik Gerejawi, SINODE GMIT Gelar Lomba Paduan Suara Sinodal “Simfoni Persaudaraan GMIT 2026”
Kupang, TopNewsNTT.Com| Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) secara resmi mengumumkan penyelenggaraan ajang akbar Lomba Paduan Suara dan Simposium Musik Gereja bertajuk “Simfoni Persaudaraan GMIT 2026”. Mengusung tema “Menyanyikan Kasih Setia Tuhan pada Segala Waktu” (bnd. Mazmur 89:2-3), dan Sub Tema : “Nyanyian yang Menyembuhkan: Gereja Bernyanyi sebagai Kesaksian Iman di Tengah Dunia yang Membutuhkan Pemulihan”, kegiatan ini dirancang sebagai momentum kebangkitan dan pemulihan pelayanan musik gerejawi di seluruh wilayah pelayanan GMIT.
Dalam pernyataan pers, Panitia penyelenggara Lomba Paduan Suara dan Simposium Musik Gereja yang dijelaskan langsung oleh Jeffry Eduard Pelt, SH- Ketua Umum Panitia Simfoni Persaudaraan GMIT 2026 didampingi oleh Ketua Sinode GMIT Pdt.Semuel B.Pandie dan Ketua menjelaskan latar belakang digelarnya Lomba Paduan Suara dan Simposium Musik Gereja ini karena sejak berdirinya pada tahun 1947, paduan suara telah menjadi warisan rohani yang hidup dan mengakar kuat dalam tradisi liturgi GMIT.
“Namun, di tengah dinamika modernisasi, kesibukan hidup, serta perubahan pola pelayanan, aktivitas paduan suara di berbagai jemaat menghadapi tantangan penurunan keaktifan. Ajang “Simfoni Persaudaraan GMIT 2026″ hadir sebagai jawaban konkret untuk menghidupkan kembali roh persekutuan, kedisiplinan, dan kreativitas jemaat melalui media musik gerejawi.” Jelas Pdt.Semuel B.Pandie.
Ia mengatakan, jegiatan ini merupakan wadah perjumpaan bagi jemaat dari 57 klasis yang berbeda latar belakang budaya, dan generasi. “Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan persaudaraan sekaligus memperkuat identitas kelembagaan GMIT dalam aspek iman, pelayanan, dan kesaksian. Langkah ini juga diharapkan dapat menghidupkan kembali tradisi paduan suara agar tetap aktif mengisi liturgi ibadah di seluruh wilayah pelayanan GMIT.” Sebutnya.
“Kegiatan simposium persaudaraan ini adalah kegiatan nyanyian gereja, paduan suara gereja, karena gereja sadar benar bahwa gereja hidup karena nyanyian. Nyanyian itu menjadi ciri khas gereja, dan keterlibatan jemaat serta klasis dalam kegiatan ini, bertujuan untuk peningkatan kualitas nyanyian gereja, tetapi juga dalam kaitan dengan gereja menemukan bakat-bakat baru yang bisa memberi dampak bagi perbaikan studi terutama nyanyian di dalam gereja.”
Sementara itu, Jeffry Eduard Pelt, SH- Ketua Umum Panitia Simfoni Persaudaraan GMIT 2026 mengatakan,
“Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan dan mengembangkan nyanyian di gereja. Oleh karena itu, dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh klasis dan jemaat sangat diharapkan dalam perlombaan yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang.”
KATEGORI DAN KETENTUAN PERLOMBAAN
Perlombaan utama difokuskan pada kategori Paduan Suara Campuran (Mix Choir) dengan ketentuan teknis yang ketat guna memastikan mutu pelayanan yang unggul:
• Komposisi Tim: Setiap kelompok terdiri dari 25 hingga 30 orang penyanyi (tidak termasuk dirigen dan pemain musik) dengan batas usia minimal 17 tahun.
• Representasi: Peserta merupakan utusan resmi yang mendapatkan rekomendasi tertulis dari Jemaat (maksimal 1 tim) atau Klasis (maksimal 2 tim).
• Materi Lagu: Setiap peserta wajib membawakan 3 (tiga) buah lagu, yang terdiri dari 1 lagu wajib ciptaan Pdt. Semuel B. Pandie & Robert R. G. Toumeluk berjudul “Allah yang Setia” (dinyanyikan secara acapella), 1 lagu pilihan bebas rohani berbahasa Indonesia (acapella), dan 1 lagu rohani berbahasa daerah asal peserta yang diperkenankan menggunakan iringan musik instrumen secara langsung maupun minus one.
JADWAL AGENDA KEGIATAN
Seluruh rangkaian kegiatan perlombaan, tes panggung, hingga simposium akan dipusatkan di GMIT Center, Kota Kupang, dengan rincian jadwal sebagai berikut:
Pendaftaran dibuka pada Minggu ke-2 Juli s.d. Minggu ke-2 September 2026 bertempat di Sekretariat Kantor Sinode GMIT / Online via Google Form.
Technical Meeting berlangsung pada Senin, 21 September 2026, Pukul 17.00 WITA – selesai di GMIT Center, Kota Kupang
Tes Panggung : pada Minggu – Senin, 4-5 Oktober 2026 Pukul 10.00 – 18.00 WITA
Panggung Utama yakni di GMIT Center
Upacara Pembukaan : Selasa, 6 Oktober 2026 Pukul 15.00 WITA – selesai di GMIT Center
Perlombaan Hari I :
(Lagu Wajib & Pilihan Bebas) dilkasanakan pada hati Rabu, 7 Oktober 2026, Pukul 09.00 – 21.00 WITA untuk Kategori Paduan Suara Campuran (PSC)
Perlombaan Hari II untuk (Lagu Etnik Rohani Daerah) pada Kamis, 8 Oktober 2026 pada Pukul 09.00 – 16.00 WITA untuk Kategori Etnik Rohani.
Symposium Sinodal akan dilaksanakan pada Jumat, 9 Oktober 2026 Pukul 09.00 – 12.00 WITA dengan Tema: “Kontekstualisasi Musik dalam Ibadah”
Upacara Penutupan & Pengumuman Juara: Jumat, 9 Oktober 2026, Pukul 17.00 WITA sampai selesai bertempat di GMIT Center
SISTEM PENILAIAN & SIMPOSIUM
Untuk menjamin objektivitas dan mutu kompetisi, penilaian akan menggunakan standar Musica Mundi yang dinilai oleh 3 (tiga) dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi musik nasional yang kompeten. Penilaian mencakup empat indikator utama: Intonation (Intonasi), Sound Quality (Kualitas Vokal), Fidelity to the Score (Kesesuaian Partitur), dan Overall Artistic Impression (Kesan Artistik Keseluruhan).
Selain ajang tarik suara, kegiatan ini juga menghadirkan ruang edukasi teologis melalui Symposium “Kontekstualisasi Musik dalam Ibadah” pada tanggal 9 Oktober 2026. Setiap tim delegasi diwajibkan mengirimkan 7 orang utusan strategis pelayanan musik gerejanya-terdiri dari 1 pengurus UPP Litmuger, 1 dirigen, 1 pelatih, serta 4 perwakilan penyanyi (Sopran, Alto, Tenor, Bass) – untuk bersama-sama merumuskan arah pengembangan musik liturgis yang berakar pada budaya lokal, seperti yang tersirat dalam logo resmi kegiatan yang mengadopsi siluet alat musik tradisional Sasando.|| jbr