Tahun 2026: Tamnos dan Taman Fontein Siap Direhab, Pemkot.Kupang Siapkan Anggaran Rp2.3 Miliar
Kupang, TopNewsNTT.Com||Walau di tengah efisiensi anggaran pusat dan APBD Kota Kupang yang minus, Walikota Kupang tetap berupaya menjawab kebutuhan warga kota akan infrastruktur dan fasum di ruang terbuka atau taman dan dalam mengatasi banjir dan genangan air dalam kota Kupang untuk mengurangi kerusakan jalan yang makin parah lagi.
Lewat Bidang Cipta Karya PUPR Kota Kupang, Pemkot Kupang menganggarkan Rp2.3 Miliar pada tahun anggaan 2026 untuk pemeliharaan 2 taman dan 2 paket drainse dalam kota Kupang. Hanya dua paket pekerjaan yang bisa dibiayai lantaran kondisi PAD Kota Kupang yang turun sejak Covid dan penghentian semua jenis anggaran pusat sejak tahun 2025.
Hal ini dijelaskan PPK Taman dan drainase Dani Gambe mewakili Kadis .PUPR Kota Kupang Maxi Dethan beberapa waktu lalu di Kupang.
“Tahun 2026 ini Bidang Cipta Karya memperoleh 2 paket pekerjaan fisik yakni pemeliharaan taman dan drainase. Anggarannya murni dari APBD Kota Kupang tahun 2026. Tahun ini hanya berfokus pada dua titik yakni taman nostalgia dan taman Fontein. Karena sejak tahun 2025 dengan adanya efisiensi, semua jenis anggaran sudah dihentikan pusat.” Tandas Dani.
Namun Dani mengapresiasi Wali Kota Kupang yang begitu gigih berjuang agar anggaran pemeliharaan taman dan drainase tetap harus dilakukan walau hanya 2 paket.
Dani menguraikan bahwa untuk Taman Nostalgia akan dilakukan rehabilitasi dan rekondisi kembali ke kondisi awal.
“Karena kondisi ekstisi, taman saat ini banyak yang keramiknya sudah pecah dan retak-retak, itu yang akan kami tata dan rehab kembali seperti kondisi awal. Dan Paket pekerjaan kedua yang akan dikerjakan adalah di lahan kosong Tamnos dibelakang Gong Perdamaian akan dibangun Lapangan Skate Park yang diperuntukkan untuk anak-anak muda dapat bermain skate bord di sana.” Jelas Dani.
Selain itu akan dilakukan penataan lampu, menambah arena bermain untuk anak-anak dan membangun sarana peralatan olahraga pembentukan tubuh atau restoc bagi anak2 muda yang akan ikut tes polisi dan TNI.” Jelas Dani.
Paket kedua adalah penataan kembali sepeerti kondisi awal Taman Fontein yang sudah terbengkelai setelah seroja.
“Saat ini untuk paket taman dan drainase masih dalam tahap perencanaan, maka jika masih ada sisa anggaran akan dilanjutkan untuk merehabilitasi dan merekondisi Taman Tagepe yang kondisinya saat ini secara kasat mata dilihat sekilas dari luar kelihatan masih bagus tapi sebenarnya di dalam sudah ada kerusakan ringan.” Tambah Dani.
Sekentara itu untuk Paket Drainase tahun 2026 dari sekian banyak permintaan masyarakat, Bidang Cipta Karya hanya kebagian anggaran Rp290 juta.
“Titiknya adalah 100 meter lebih drainase di Kelurahan Airmata, dari arah kuburan ke arah masjid Airmata berupa perbaikan drainase yang rusak.” Jelas Dani.
Paket drainase kedua, tambahnya, adalah sepnkang 150 meter yang berada di titik jalan Fetor Funay kelurahan Kolhua, “lebih tepatnya berada di perempatan, yang belok kiri ke arah SMAN 7 di jalan Eveldine, belok kanan ke arah BTN dan lurus atas ke arah Maulafa. Perempatan itu selama ini terjadi genangan air lumayan banyak akibat pnyumbatan atau sedimentasi, karena itu akan dilakukan rekondisi yakni pelebaran kembali drainse di muara penyumbatan. “Ini terjadi akibat debit air yang besar maka saat hujan terjadi banjir yang membawa material tanah dan menyumbat saluran drainase, maka jika dilakukan pelebaran tidak akan terjadi penyumbatan lagi saat musim hujan. Kita akan bongkar dan melakukan perluasan drainasenya.” Jelas Dani.
Dani dengan anggaran yang hanya sebesar itu, di kedua titik akan diupayakan yang optimal dikerjakan adalah bagian yang sudah rusak parah, patah-patah dan terbongkar akan dibuat baru, sedangkan yang rusak ringan akan direhab saja. “Intinya kami akan msmaksimalkan anggaran yang kecil itu agar drainase kembali berfungsi lagi. Memang permintaan warga banyak, tapi dengan anggaran seperti ini kami hanya berusaha memanfaatkan anggaran yang ada saja dengan memperhatikan skala prioritas.
Dani menambahkan Pemkot.Kupang sejak 2025 sudah tidak memperoleh jenis anggaran apapun dari pemerintah pusat, sementara PAD Kota Kupang belum pulih sejak Covid dan hal ini memperparah kondisi infrastruktur di kota Kupang.
“Karena infrastruktur yang sudah dibangun saja ada masa pakainya, dan ada masa pemeliharaannya. Dan jika tidak diawat akan rusak parah oleh pemakaian dan bencana alam. Sementara di kota Kupang banyak wilayah belum ada jalan, dan ada yang kondisi masih jalan yang belum ada drainase. Dengan pertumbuhan masyarakat dan pembangunan maka akan ada pembukaan wilayah baru karena tumbuhnya pemukiman baru dan jika dibangun jalan aspal otomatis harus ada dranase untuk mencegah genangan air. Tapi karena kondisi saat ini pemerintah akan sulit memenuhi permintaan masyarakat. Semua jenis anggaran yakni DAK, Dana Spesifik Grand (DAU SG) sudah tidak diberikan. Bahkan Dana transfer daerah ke pemkot dipangkas hingga Rp202 M. Tapi bapak Wali Kota Kupang lewat Dinas PUPR Kota Kupang sudah memperjuangkan anggaran untuk itu, guna memenuhi yang bisa dicover dari begitu banyak permintaan dengan melihat tingkat kerusakannya. Semoga tahun ini PAD kota meningkat dan ada perubahan kebijakan dari pusat dana-dana pusat bisa diperoleh daerah maka pemkot bisa memenuhi lebih banyak permintaan warganya.” Tutup Dani.