Asosiasi KDKMP NTT Dukung Yayasan Sabana Sumba Dalam Perlindungan Korban Kekerasan Seksual Di Sumba Timur
NTT, TopNewsNTT.Com|| Asosiasi KDKMP NTT mendukung Yayasan Sabana Sumba dalam menjalankan misi kemanusiaan dengan memberikan perhatian khusus dalam bidang kemanusiaan khusunya pendampingan penyitas korban kekerasan sexual, penelantaran anak di daerah Sumba Timur. Hal ini dijelaskan Dickson Xaverius Haba kepada media ini pada Jumat, 15 Mei 2026.
Menurut Dicson, keterlibatan Asosiasi KDKMP NTT bersama Yayasan Sabana Sumba murni dari rasa kemanusiaan sebagai sesama orang NTT yang tergerak oleh fakta banyaknya korban kekerasan seksual dan penelantaran oleh keluarga sendiri yang terjadi di NTT, khususnya Sumba Timur lewat proposal permohonan bantuan yang diterimanya.
Menurut Dicson Yayasan Savana Sumba sudah melakukan pendampingan terhadap korban melalui penyediaan rumah aman yang telah lakukan selama 2 tahun terakhir.
“Keterlibatan Asosiasi KDKMP NTT bukan sekedar dalam pemberian bantuan fisik tapi juga berkoordinasi untuk meminta perhatian pemerintah dan aparat penegak hukum dalam hal mendukung dan menuntaskan kasus kekerasan seksual yang dilakukan orangtua dan kerabat terdekat.” Ujar Dicson.
Menurut Dicson, Yayasan Sabana Sumba yang berkedudukan di Jln.Cendana, Kawangu, Kecamatan Pandawai menyampaikan Permohonan Bantuan Perlindungan Dan Pemulihan Anak Penyintas Kekerasan Berbasis Gender pada 5 Mei 2026.
Yayasan Sabana Sumba diketuai oleh Rambu Dai Mami, hadir oleh sebuah panggilan kemanusiaan di tengah mereka yang mengalami ketidakadilan, luka, dan keterbatasan, “mereka hadir bukan sebagai penyelamat, tetapi sebagai pendamping yang berjalan bersama, mendengar tanpa menghakimi, dan menguatkan tanpa merendahkan. Kami meminta dukungan Asosiasi KDKMP NTT untuk program Perlindungan dan Pemulihan Anak Penyintas Kekerasan Berbasis Gender yang kami jalankan di Kabupaten Sumba Timur.” Ujar Dicson.
Saat ini Yayasan Savana Sumba tengah melakukan pendampingan terhadap : 5 anak korban penelantaran dan 7 anak penyintas kekerasan seksual (termasuk 1 bayi usia 10 bulan) yang tinggal di rumah aman sementara dan 12 anak dampingan lainnya yang tinggal bersama keluarga.
“Anak-anak ini membutuhkan pendampingan psikologis, dukungan pendidikan, perlindungan hukum, serta pemenuhan kebutuhan dasar secara berkelanjutan. Asosiasi KDKPM NTT akan memberikan dukungan untuk membantu keberlangsungan proses perlindungan dan pemulihan anak- anak tersebut.” Tegas Dicson.
Dicson mengungkapkan bahwa masih banyak kasus perempuan dan anak di Kabupaten Sumba Timur yang menjadi korban kekerasan seksual dan penelantaran yang masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama. “Keterbatasan ekonomi, rendahnya pemahaman perlindungan anak, serta minimnya akses layanan psikologis dan hukum memperburuk kondisi anak-anak korban. Yayasan Sabana Sumba merupakan lembaga berbasis komunitas dan relawan yang fokus pada pendampingan masyarakat marginal, khususnya perempuan dan anak korban kekerasan.” Jelas Dicson yang juga ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih.
Saat ini Yayasan Savana Sumba mendampingi 24 anak korban kekerasan, 12 anak tinggal di Rumah Aman Sementara dan 12 anak berada di lingkungan keluarga. Rentang usia mereka anak-anak tersebut adalah dari bayi hingga remaja tingkat SMA, dengan kasus meliputi Kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga dan Penelantaran anak.
Selain itu, terdapat juga individu dengan gangguan kesehatan mental di lingkungan dampingan yang membutuhkan perhatian khusus.
Kasus yang ditangani meliputi kekerasan seksual oleh anggota keluarga (ayah, kakek, saudara), kekerasan seksual oleh oknum tenaga pendidik perkosaan dan kekerasan seksual berkelompok, kekerasan dalam rumah tangga dan ancaman terhadap anak, kehamilan pada usia anak dan bayi prematur dan anak putus sekolah akibat trauma
Sebagian kasus telah diproses hukum, namun masih banyak yang membutuhkan pendampingan lanjutan, termasuk kendala biaya seperti tes DNA untuk pembuktian kasus.
Dalam pelaksanaan pendampingan, Sabana Sumba menghadapi beberapa keterbatasan yakni kapasitas rumah aman yang terbatas (hanya memiliki dua kamar), keterbatasan biaya operasional dan dukungan relawan anak ibu menyusui yang belum dapat tertampung optimal, pendampingan psikologis belum maksimal karena keterbatasan tenaga profesional dan kebutuhan dasar anak -anak dan bayi belum terpenuhi secara optimal.
Sebagai bentuk komitmen dan keberlanjutan pelayanan, para relawan dan pendamping di Sabana Sumba secara mandiri berupaya memenuhi sebagian kebutuhan operasional melalui kegiatan usaha sederhana, seperti: penjualan kain tenun lokal, Penjualan makanan dan jajanan pangan lokal sesuai musim, Usaha kecil seperti berjualan bakso, nasi kuning, ikan kering dll. Upaya ini menjadi bentuk gotong royong dan kepedulian bersama, namun hasilnya masih sangat terbatas dan belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pendampingan dan pemulihan anak secara optimal.
Yayasan Savana Sumba memiliki tujuan umum yakni memberikan perlindungan dan pemulihan menyeluruh bagi anak penyintas kekerasan berbasis gender dan ODGJ, serta tujuan khusus yakni memulihkan kondisi psikologis anak dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh pendamping seperti menyulam, menjahit, membuat makanan dari pangan lokal, 2. 2. Berupaya memenuhi kebutuhan dasar anak, 3. Menjamin keberlanjutan pendidikan, 4. Memberikan pendampingan hukum, Menciptakan lingkungan aman bagi anak.
Yayasan Savana Sumba selama ini suda melakukan kegiatan-kegiatan seperti pemenuhan kebutuhan dasar anak dan bayi, konseling dan trauma healing, dukungan pendidikan (biaya sekolah dan perlengkapan sekolah), pendampingan ibu usia anak, pendampingan hukum (pelaporan hingga persidangan), advokasi dan koordinasi dengan pihak terkait.
Dari semua upaya tersebut mereka berharap anak-anak tersebut memperoleh 24 anak mendapatkan pendampingan intensif ï‚· Anak mengalami pemulihan psikologis secara bertahap, anak tetap melanjutkan pendidikan, kasus hukum mendapatkan pendampingan yang layak dan lingkungan keluarga lebih mendukung perlindungan anak.
Biaya yang dibutuhkan per bulan adalah Rp15.870.000 untuk seluruh kebutuhan anak-anak san pengurus Rumah Aman.
Yayasan juga mengarapkan bantuan berupa pakain,sepatu layak pakai , buku bacaan dan dalaman baru.
Bagi semua pihak yang peduli, Yayasan membuka donasi terbuka lewat rekening Yayasan Sabana Sumba Di Nomor Rekening BRI : 4790 0102 3588 539 Cabang : Waingapu.
Konfirmasi dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi: Rambu Dai Mami (082146322285), Arnold Yansen (0823923 3618), Virginia Vita (082213678949).
Yayasan juga terbuka untuk bentuk dukungan lainnya seperti bantuan langsung, kemitraan program, maupun kunjungan ke lokasi pendampingan. Setiap dukungan yang diberikan akan digunakan secara transparan dan dipertanggungjawabkan penggunaannya.
Yayasan Sabana Sumba hadir sebagai mitra masyarakat dan pemerintah dalam upaya perlindungan anak, khususnya bagi mereka yang belum terjangkau layanan secara optimal. Dalam keterbatasan yang ada, para relawan tetap berupaya menjaga keberlangsungan layanan melalui berbagai usaha mandiri. Namun demikian, kebutuhan yang semakin kompleks menuntut adanya dukungan yang lebih luas agar pendampingan dapat dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan. Kami mengundang berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam menghadirkan perlindungan, pemulihan, dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak penyintas kekerasan di Sumba Timur.|| juli br
Sumber : asosiai KDKMP NTT dan Yayasan Sabana Sumba