Sinergi Undana-Cahroen Pokhand: Jembatan Emas Mahasiswa Menuju Industri Peternakan

Sinergi Undana-Charoen Pokphand: Jembatan Emas Mahasiswa Menuju Industri Peternakan Global

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan raksasa industri peternakan, Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Rapat Rektor, Rabu (6/5/2026), sebagai upaya memperkuat kedaulatan pangan sekaligus kesiapan kerja lulusan di era industri.

Melalui kemitraan ini, Undana menjadi universitas ke-25 di Indonesia yang bergabung dalam program beasiswa pendidikan Charoen Pokphand. Selain dukungan finansial, sinergi ini membuka akses bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam ekosistem industri melalui praktik kerja dan penelitian.

Relevansi Kurikulum dan “Menara Gading”

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret agar institusi pendidikan tidak menjadi “menara gading” yang terisolasi dari realitas dunia kerja. Menurutnya, kurikulum dan riset dosen di Undana harus bersifat membumi serta adaptif terhadap kebutuhan industri modern.2

“Kami memastikan bahwa setiap pengetahuan yang diajarkan di kelas memiliki relevansi kuat dengan dinamika lapangan. Kerja sama ini adalah jembatan emas bagi Undana untuk menyelaraskan kekuatan pendidikan dan penelitian,” ujar Prof. Jefri.

Beasiswa dan Standardisasi Kompetensi

Puncak acara ditandai dengan penyerahan simbolis beasiswa kepada 10 mahasiswa berprestasi dari Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP). Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp3.500.000 per semester. Namun, beasiswa ini menuntut tanggung jawab tinggi, yakni kewajiban mempertahankan Indeks Prestasi (IP) minimal 3,00 untuk menjamin kualitas dan daya saing mahasiswa.

Direktur Charoen Pokphand Eastern Indonesia, Christian Tiono, mengungkapkan bahwa kontribusi Undana terhadap industri mereka sangat signifikan. Saat ini, sekitar 60 persen tenaga kerja di grup perusahaan mereka merupakan lulusan Undana.

“Data ini menunjukkan bahwa Undana adalah pemasok utama sumber daya manusia berkualitas bagi industri peternakan, khususnya di Indonesia Timur. Kami membuka pintu luas bagi mahasiswa untuk melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) agar mereka digembleng langsung oleh praktisi andal,” jelas Christian.

Kuliah Umum dan Visi Kewirausahaan

Rangkaian agenda dilanjutkan dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) di Aula FPKP sebagai panduan teknis pelaksanaan program. Kegiatan ditutup dengan kuliah umum bertajuk “Outlook Industri Perunggasan Indonesia: Hari Ini Mahasiswa, Besok Pengusaha?”. Sesi ini dirancang untuk membekali calon dokter hewan dan sarjana peternakan dengan wawasan strategis mengenai peluang serta tantangan di sektor perunggasan nasional.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memegang ijazah, tetapi juga profesional muda yang memiliki kompetensi teknis dan jiwa kepemimpinan untuk menjaga kedaulatan pangan Indonesia di masa depan.(**)

sp.hms.undana