Kawal Demokrasi, Undana dan Bawaslu NTT Perkuat Literasi Politik Pemilih Pemula
NTT, TopNewsNTT.Com|| – Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyepakati penguatan sinergi dalam pengawasan partisipatif dan pendidikan pemilih. Langkah strategis ini dibahas dalam audiensi resmi antara pimpinan kedua lembaga di Ruang Tamu Rektor Undana, Kamis (7/5/2026).
Kolaborasi ini menitikberatkan pada optimalisasi peran mahasiswa sebagai pemilih pemula yang kritis guna memastikan proses konsolidasi demokrasi di NTT berjalan transparan dan berkualitas.
Revitalisasi Kerja Sama dan Pendidikan Pemilih
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengawasan pemilu. Ia berkomitmen untuk meninjau kembali Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ada agar lebih adaptif terhadap tantangan demokrasi saat ini.
“Kami sangat terbuka karena manfaatnya besar bagi generasi muda, khususnya mahasiswa Undana. Kerja sama ini harus segera diimplementasikan dalam program nyata, bukan sekadar dokumen administratif,” ujar Prof. Jefri.
Ketua Bawaslu NTT, Nonato Da Purificacao Sarmento, menambahkan bahwa perguruan tinggi merupakan mitra pusat dalam aktivitas pendidikan pemilih. Menurutnya, keterlibatan akademisi sangat diperlukan untuk meningkatkan kekritisan masyarakat terhadap proses dan hasil pemilu.
Solusi Hambatan Administratif Pemilih Mahasiswa
Dalam diskusi tersebut, Bawaslu NTT menyoroti kendala klasik terkait pemutakhiran data pemilih bagi mahasiswa rantau di Kupang. Anggota Bawaslu NTT, James Welem Ratu dan Magdalena Yuanita Wake, mengungkapkan banyaknya mahasiswa yang secara faktual berada di Kupang namun masih terdaftar di daerah asal.
Untuk mengatasi hal tersebut, Bawaslu menyarankan langkah proaktif dari internal kampus. “Perlu ada imbauan bagi mahasiswa yang sudah menetap lebih dari enam bulan untuk memperbarui domisili. Hal ini krusial agar mereka dapat masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) sesuai lokasi keberadaan mereka saat pemungutan suara,” jelas Magdalena.
Peningkatan Kompetensi SDM Pengawas
Selain fokus pada pendidikan politik, pertemuan yang juga dihadiri Kepala Bagian Siman Halisi ini membahas pengembangan kapasitas staf Bawaslu yang kini tengah menempuh studi lanjut di Undana. Rektor berpesan agar para staf tetap menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan pelayanan profesional di lembaga pengawas.
Sinergi antara Undana dan Bawaslu NTT ini diharapkan mampu mencetak pemilih cerdas yang tidak hanya menggunakan hak suara, tetapi juga aktif melakukan pengawasan. Komitmen bersama ini diproyeksikan membawa perubahan signifikan bagi kualitas demokrasi dan partisipasi politik di wilayah Nusa Tenggara Timur di masa depan. (**)
Sp.hms.undana