Jembatan Kesenjangan Industri, Undana dan Celerates Kolaborasi Cetak Talenta Digital Unggul
Kupang, TopNewsNTT.Com||Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil langkah proaktif untuk mempersempit jarak antara dunia pendidikan dan industri teknologi informasi. Melalui audiensi daring bersama Celerates (PT Mitra Talenta Grup) pada Kamis (30/4/2026), Undana menjajaki kerja sama strategis guna memperkuat kompetensi digital mahasiswa serta mempercepat penyerapan lulusan di pasar kerja nasional.
Fokus utama kolaborasi ini adalah penguatan konsep _link and match_ yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan akses ke _talent database_ , program magang bersertifikat, hingga penyaluran kerja langsung ke jejaring industri mitra Celerates.
*Akselerasi Kompetensi melalui Proyek Nyata*
Dalam pertemuan tersebut, Celerates memperkenalkan _Celerates Acceleration Program_ (CAMP), sebuah skema Studi Independen Mandiri yang dirancang untuk memberikan pengalaman industri secara intensif. Selama empat bulan, mahasiswa akan dibimbing oleh praktisi ahli untuk menyelesaikan proyek nyata ( _real project_ ) dalam ekosistem digital yang kompetitif.
Koordinator Program Studi Ilmu Komputer Undana, Yanto Triwahyuadi Polly, S.Kom., M.Sc., menilai sinergi ini sebagai kebutuhan krusial bagi prodi berbasis teknologi. Menurutnya, keterlibatan praktisi akan memberikan wawasan yang melampaui teori di ruang kelas.
“Kami akan segera merumuskan format kerja sama yang paling efektif agar mahasiswa mendapatkan nilai tambah yang signifikan. Tujuannya adalah memastikan lulusan Ilmu Komputer Undana tidak hanya memiliki gelar akademik, tetapi juga keterampilan teknis yang siap pakai,” ujar Yanto.
*Peningkatan Kapasitas Dosen melalui ToT*
Selain menyasar mahasiswa, kemitraan ini juga menyediakan ruang bagi penguatan kapasitas tenaga pengajar melalui skema _Training of Trainer_ (ToT). Program ini memungkinkan para dosen untuk memperbarui pemahaman mereka mengenai tren teknologi terkini langsung dari pakar industri, sehingga kurikulum pembelajaran di kampus tetap relevan dengan standar profesional global.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Sains dan Teknik (FST), Prof. Dr. Dra. Maria Agustina Kleden, M.Sc., memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Ia menekankan bahwa setiap kerja sama harus berdampak nyata pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.
“Fakultas mendorong agar setiap peluang pengembangan kompetensi digital segera dioptimalkan. Kerja sama ini harus memberikan dampak positif yang terukur, baik pada kualitas lulusan maupun kualitas kurikulum kita,” tegas Prof. Maria.
*Subsidi Khusus dan Keberlanjutan Program*
Menanggapi isu pembiayaan, pihak Celerates berkomitmen memberikan subsidi khusus bagi mahasiswa Undana yang mengikuti program mandiri ini agar tidak memberatkan secara finansial. Komitmen ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kemitraan institusi dalam mencetak talenta digital dari wilayah Indonesia Timur.
Audiensi ini akan ditindaklanjuti dengan pertemuan teknis untuk menyusun draf Perjanjian Kerja Sama (PKS). Jika seluruh proses administrasi rampung tepat waktu, program penguatan kompetensi digital ini ditargetkan mulai berjalan pada semester mendatang, sekaligus mempertegas posisi Undana sebagai institusi yang adaptif terhadap dinamika transformasi digital nasional.(**)
sp.hms.undana
(IyL)
*Editor : Ollien Manggol*
*Foto : Dokumentasi Humas Undana*