Cetak Praktisi Hukum Berkaliber Nasional, FH Undana Alokasikan 180 Kursi pada Jalur SNBT 2026
KUPANG, TopNewsNTT.Com||Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (FH Undana) memperkuat posisinya sebagai institusi pencetak praktisi hukum unggulan di kawasan timur Indonesia dengan menyediakan 180 kursi pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Kuota tersebut merupakan bagian dari total daya tampung sebanyak 400 kursi yang disiapkan fakultas untuk menyaring talenta hukum terbaik dari berbagai daerah.
Program Studi Ilmu Hukum Undana, yang kini telah menyandang akreditasi “Baik Sekali”, menjadi daya tarik utama bagi calon mahasiswa yang bercita-cita meniti karier sebagai hakim, jaksa, advokat, hingga notaris. Reputasi fakultas ini pun telah teruji melalui sebaran alumninya yang kini menduduki posisi strategis di berbagai lembaga negara maupun sektor privat.
Rekam Jejak Alumni di Panggung Yudikatif Nasional
Kualitas pendidikan di fakultas berjuluk “Kampus Merah” ini tercermin dari kiprah para lulusannya di level nasional. Beberapa nama besar yang menjadi inspirasi antara lain Dr. Daniel Yusmic P. Foekh, putra asli NTT yang kini mengabdi sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi, serta Dr. Robert Lambila, M.H., yang dikenal sebagai salah satu jaksa berprestasi di tingkat nasional.
Selain di lembaga yudikatif, alumni FH Undana juga mendominasi jabatan strategis di eksekutif dan legislatif, termasuk sejumlah kepala daerah di wilayah Nusa Tenggara Timur. Hal ini membuktikan bahwa kurikulum yang diterapkan mampu membentuk kompetensi kepemimpinan dan integritas profesional yang diakui secara luas.
Fasilitas Peradilan Semu dan Inovasi Akademik
Untuk menunjang kemahiran praktis mahasiswa, FH Undana menyediakan fasilitas Moot Court atau ruang peradilan semu yang representatif. Fasilitas ini memungkinkan mahasiswa melakukan simulasi persidangan secara langsung guna mengasah nalar hukum dalam menghadapi dinamika kasus yang semakin kompleks.
Sebagai upaya pengembangan institusi, FH Undana saat ini tengah memproses pembukaan Program Studi Ilmu Kenotariatan guna menjawab kebutuhan tenaga profesional di bidang hukum perdata dan kenotariatan. Selain itu, mahasiswa juga didorong aktif dalam pendampingan hukum di masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan karakteristik wilayah kepulauan dan masyarakat multikultur.
Integritas dan Keadilan sebagai Pilar Karakter
Rektor dan pimpinan fakultas menekankan bahwa FH Undana tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran serta keadilan sebagai fondasi karakter lulusan. Melalui jalur SNBT yang terbuka dan kompetitif, Undana berkomitmen memberikan akses yang adil bagi generasi muda untuk meraih pendidikan hukum berkualitas tinggi.
Bagi calon mahasiswa yang ingin berkontribusi dalam penegakan hukum di Indonesia, pendaftaran SNBT 2026 menjadi peluang strategis untuk bergabung dengan ekosistem akademik yang prestisius. Calon peserta diimbau untuk mempersiapkan diri secara maksimal mengingat tingginya minat pendaftar pada fakultas ini setiap tahunnya.(**
pr.hms.undana
(Ref)