Sherly Ersinta Lawa, S.Pd., Gr., M.Pd (Kepala SLBN Waikabubak), Kepala Sekolah Termuda Tapi Punya Komitmen Besar

Waikabubak, TopNewsNTT.Com|| Mengenal profil Kepala SLBN Waikabubak, Sumba Barat Sherly Ersinta Lawa, S.Pd., Gr., M.Pd yang baru dilantik oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiedes Laka Lena pada Rabu, 25 Maret 2026 lalu.

Perempuan asal Sabu Raijua kelahiran Sumba Baray berusia 39 tahun ini awal meniti karir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yakni sebagai guru sejak tahun 2011 dan bertugas di SMA Swasta Karanu Waikabubak selama kurang lebih 14 tahun.

Sejak 1 September 2024, dirinya ditugaskan sebagai Plt.Kepsek di SLBN Waikabubak, hingga dilabtik pada 25 Maret 2026.

“Saat ditugaskan sebagai Plt.SLBN Waikabubak  menjadi sebuah tantangan besar, karena saya sama sekali belum punya bekal tentang pendidikan di SLB itu seperti apa. Namun sebagai seorang PNS saya harus bersedia ditempatkan di mana saja.” Kisahnya kepada media ini (Rabu, 25/3/2026).

Sherly menjelaskan bahwa SLBN Waikabubak berdiri sejak tanggal 13 Agustus tahun 1985, dan pada tahun 2011 terbagi menjadi 2 sekolah SLBN Waikabubak dan SLBC N Waikabubak dengan jumlah siswa saat ini 68 anak.

“Dari awal sejak saya menjadi PLT di SLBN Waikabubak, saya berkomitmen untuk memberikan pendidikan pada anak-anak istimewa ini seperti anak-anak pada umumnya. Terlebih lagi pada aspek keterampilan, agar setelah lulus,  mereka mampu bertahan hidup dan memiliki rasa percaya diri di tengah-tengah masyarakat umum.” Tegasnya.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Sherly mengungkapkan, sekolah membutuhkan dulungan dari swmua pihak terutama orangtua dan masyarakat.

“Namun justeru harapan dukungan itulah yang menjadi tantangan kami. Yang kami hadapi adalah kurangnya dukungan dari masyarakat dan orang tua siswa akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak istimewa ini, Orang tua masih pesimis terhadap pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. Dan sering kali kami mendapatkan jawaban penolakan: ‘biar saja mereka di rumah, mau jadi apa juga mereka nanti dengan kekurangan fisik ini”. Ungkap Sherly sedih.

Namun tantangan tersebut bukannya menyurutkan semangat dan komitmen memberikan pendidikan dan keterampilan terbaik, malah memacu semangat mereka.

“Saya dan rekan-rekan guru terus mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada orang tua dan masyarakat bahwa dalam keistimewaan anak-anak ini ada kelebihan mereka yang justru tidak dimiliki oleh orang lain. Kami juga sering memposting kegiatan anak-anak di Medsos sehingga bisa dilihat oleh masyarakat luas.” Ujarnya.

Sebagai Kepala Sekolah, dirinya mengakui untuk mewujudkan tujuan sekolah, sekolah butuh berbagai sarana dan prasarana pendukung pendidikan seperti komputer,  karena di SLB melaksanakan Ujian TKA, ANBK & US seperti sekolah umum.

“Di SLBN Waikabubak anak-anak diberikan pelajaran kognitif seperti di sekolah umum, ada juga keterampilan yang  dajarkan pada mereka (khusus SMP & SMA) yaitu keterampilan menjahit, kecantikan, tata boga, perbengkelan, pertukangan, perkebunan, desain grafis, membuat aneka souvenir / kreasi muti & cetak batako (2 hal ini yang menjadi Program Unggulan sekolah).” Sebutnya bangga.

Sherly memaparkan bahwa siswa SLBN Waikabubak juga mendapatkan pendidikan untuk bertahan hidup yang disebut program khusus (Prosus) dimana anak-anak dilatih untuk mampu mengurus diri mereka secara mandiri tidak terlalu bergantung pada orang lain, atau biasa disebut kegiatan bina diri, mulai dari menyikat gigi, mencuci tangan, menyetrika pakaian, mengenal lingkungan sekitar bagi anak tuna netra dan masih banyak lagi.

“Kegiatan Prosus ini kami sesuaikan dengan kebutuhan anak termasuk di dalamnya melatih anak berbahasa isyarat tuna rungu, belajar menulis dan membaca huruf braille bagi anak tuna netra, belajar berjalan dan pijat bagi anak tuna daksa. Saya percaya anak-anak istimewa ini akan maju jika dibekali dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Mereka mampu menciptakan karya, menciptakan lapangan kerja, dan mampu bersaing dengan anak-anak dari sekolah umum.” Ujarnya optimis.

Seperti diketahui, dirinya turut dilantik oleh Gubernur NTT pada Rabu, 25 Maret 2026 lalu di Aula El Tari Kompleks Kantor Gubernur NTT dalam pelantikan 104 Kepala SMA/SMK/SLB.|| jbr