Wagub Johni Asadoma Resmikan NTT Mart Sabu Raijua, Tekankan Standarisasi Kualitas Produk

SabuRaijua, TopNewsNTT.Com|| Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma secara resmi melauncing NTT Mart by Dekranasda Sabu Raijua pada Rabu, 18 Februari 2026. NTT Mart By Dekranasda Sabu Raijua tersebut terletak di Pasar Nataga, Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua dengan menghadirkan produk-produk UMKM Lokal masyarakat.

NTT Mart By Dekranasda Sabu Raijua yang dilaunching tersebut menjadi NTT Mart ke-22 di NTT. Hal tersebut menandai keseriusan Pemerintah Provinsi NTT untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dengan kehadiran NTT Mart sebagai sarana pemasaran produk di seluruh 22 kabupaten/kota se-NTT.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma mengungkapkan, pentingnya standarisasi dan modernisasi produk UMKM melalui hilirisasi untuk menambah nilai jual produk. “Upaya hilirisasi produk dengan standar modernisasi tersebut perlu dilakukan secara konsisten agar mampu meningkatkan kualitas produk UMKM sehingga mampu bersaing di pasar lokal, nasional bahkan internasional,” ujar Wagub Johni.

“Kehadiran NTT Mart di Sabu Raijua ini juga dapat mendorong daya produksi produk UMKM lokal yang terus meningkat untuk dapat dijual ke luar daerah sehingga membantu upaya menekan defisit neraca perdagangan NTT,” jelas Wagub Johni

“UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan IKM (Industri Kecil Menengah) sangat berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu untuk meningkatkan daya jual dan memikat para pembeli, maka perlu dengan hilirisasi dari barang baku / mentah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Hal tersebut juga menjadi bagian implementasi OVOP (One Village One Product) atau Satu Desa Satu Produk,” jelasnya.

Wagub mengutarakan, NTT Mart menjadi tempat istimewa karena membantu penjualan produk-produk masyarakat yang tentu menjadi identitas dari kekayaan dan potensi alam lokal yang menjadi kebanggaan daerah.

“Kita ingin agar stok produk-produk UMKM yang dipasarkan di NTT Mart Sabu Raijua ini selalu tersedia sehingga ada keberlanjutan dari penjualan produk. Disamping tersedianya produk secara berkelanjutan, juga senantiasa menarik minat setiap orang diantaranya para tamu dari luar yang datang di Sabu Raijua bisa singgah di NTT Mart ini untuk membelanjakan oleh-oleh,” jelas Wakil Gubernur

“NTT Mart bukan sekadar pusat perbelanjaan atau toko modern sebagaimana yang kita kenal. NTT Mart adalah platform pemasaran produk lokal yang menghubungkan produsen, UMKM, petani, nelayan, pengrajin, serta seluruh pelaku usaha di NTT dengan konsumen di tingkat lokal, nasional bahkan internasional,” jelas Johni.

Sementara itu Wakil Bupati Sabu Raijua Thobias Uly mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua siap berkomitmen mendukung Program NTT Mart untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kami tentunya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pengelolaan NTT Mart agar berjalan baik dan mencapai tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelas Thobias.

“Kami juga senantiasa mengajak seluruh pelaku usaha, terutama industri rumah tangga dan UMKM serta IKM di Sabu Raijua, agar memanfaatkan NTT Mart sebagai sarana pemasaran produk, termasuk membuka kerja sama dengan pelaku usaha di luar daerah sehingga produk-produk Sabu Raijua dapat dikenal dan dinikmati lebih luas,” jelas ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Zeth Sony Libing menjelaskan selain aspek produksi UMKM, NTT Mart juga menekankan pentingnya standarisasi kemasan yang menarik dan integrasi sistem pemasaran digital (online) untuk menjangkau pasar global secara otomatis. “Dengan adanya 22 titik NTT Mart di seluruh provinsi, diharapkan produk lokal NTT dapat dikenal luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku industri kreatif di tingkat akar rumput,” ungkapnya.

Untuk diketahui berbagai produk UMKM/IKM yang dipasarkan di NTT Mart by Dekranasda tersebut diantaranya berbagai produk kuliner lokal seperti Gula Sabu, Gula Semut, Virgin Coconut Oil, Keripik Tempe, Jagung Goreng, Kacang Goreng, Keripik Pisang, Kacang Ting-Ting, Makaroni, Bumbu Balado, Cemilan Onde Ketawa, Rempeyek Kacang, Stik Kelor, Tortila Jagung, Kacang Telur, Stik Bawang, Sereal, Kacang Atom, Pangsit Goreng, Peraggu Jagung, Kacang Gula Merah, Cemilan Biji Ketapang, Abon lkan Tuna, Aneka Cookies dan Aneka Cemilan Hasil Laut

Adapun produk kriya & fashion diantaranya Aneka Hasil Produk Tenun Ikat Sabu Raijua, Kerajinan Daur Ulang, Kerajinan Rajutan Handmade, Keraiinan Tempurung Kelapa, Kerajinan Pandai Besi dan Kerajinan Anyaman Daun Lontar.(**)

rilis