Wali Kota Apresiasi KKBD sebagai Komunitas yang Berlayar Memberi Manfaat Nyata bagi Kota Kupang

Kupang, TopNewsNTT.Com|| Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan apresiasi tinggi kepada Kerukunan Keluarga Bima Dompu (KKBD) Kota Kupang yang dinilainya telah berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial dan kebinekaan di Kota Kupang. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) VI KKBD Kota Kupang di Aula Rumah Singgah KKBD, Jalan Taebenu Liliba, Minggu (8/2).

Turut hadir Ketua Umum KKBD Wilayah Provinsi NTT, H. Arifin, S.Sos., M.M., Ketua Umum KKBD Kota Kupang, Saiful, SKM., M.Kes, Dewan Pembina dan sesepuh KKBD Wilayah NTT dan KKBD Kota Kupang, Para Kepala Perangkat Daerah Lingkup Kota Kupang, Ketua FOSIMATA Kota Kupang, para ketua paguyuban perantauan se-Kota Kupang, ketua kelompok/aris­an/majelis taklim Bima Dompu se-Kota Kupang, serta seluruh peserta Muscab VI KKBD Kota Kupang.

Wali Kota menegaskan kehadirannya di tengah agenda Muscab, meskipun berlangsung di hari libur, merupakan bentuk penghormatan atas peran besar KKBD dalam perjalanan pembangunan Kota Kupang. Menurutnya, kemajuan Kota Kupang saat ini tidak terlepas dari kontribusi berbagai komunitas, termasuk KKBD yang telah lama hadir dan berkarya di berbagai bidang. “KKBD sudah menyumbang banyak bagi Kota Kupang, mulai dari ide, gagasan, pemikiran, hingga karya nyata di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Wali Kota.

Ia juga mengapresiasi keberadaan Rumah Singgah KKBD yang tidak hanya dimanfaatkan oleh warga Dompu, tetapi juga terbuka bagi masyarakat dari latar belakang daerah lain. Hal tersebut dinilainya sebagai bukti bahwa sebuah komunitas sejati tidak hadir hanya untuk kepentingan internal, tetapi memberi manfaat bagi sesama.

Dalam sambutannya, Wali Kota menggunakan analogi kapal untuk menggambarkan peran komunitas. Menurutnya, komunitas tidak diciptakan untuk sekadar “bersandar di dermaga”, melainkan untuk “berlayar” menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat. “Keluarga Bima Dompu bukan komunitas untuk gagah-gagahan atau sekadar berkumpul, tetapi telah menjadi kapal yang berlayar membelah lautan persoalan dan memberi solusi nyata,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa membangun kota tidak semata-mata tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang membangun kualitas manusia, kenyamanan hidup, pendidikan, kesehatan, serta sikap saling menghormati dalam keberagaman. Ia menyebut KKBD sebagai salah satu mosaik indah dalam kebinekaan Kota Kupang, bersama berbagai komunitas kedaerahan lainnya.

Wali Kota juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus menjalin kerja sama dengan KKBD, termasuk membuka ruang dukungan melalui mekanisme yang tersedia, baik di bidang sosial kemasyarakatan maupun peningkatan fasilitas penunjang kegiatan organisasi.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota kembali menegaskan prinsip meritokrasi dalam pemerintahan, yakni memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada aparatur berdasarkan kompetensi, kinerja, dan integritas, tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.

Menutup sambutannya, Wali Kota Kupang mengucapkan selamat atas pelaksanaan Muscab VI KKBD Kota Kupang. Ia berharap musyawarah tersebut berjalan lancar, penuh hikmat, serta mampu melahirkan kader dan program terbaik yang membawa organisasi semakin berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan Kota Kupang. “Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tetapi jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Kita memilih berjalan jauh, demi Kota Kupang yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KKBD Provinsi NTT, H. Arifin, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa keberadaan warga Bima Dompu di Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur bukanlah hal baru. Menurutnya, komunitas Bima Dompu telah hadir sejak masa penjajahan, dengan jejak sejarah yang masih dapat ditemukan hingga kini, termasuk makam tokoh Kerajaan Dompu di kawasan Batu Kadera.

Lebih lanjut, H. Arifin menjelaskan bahwa warga Bima Dompu di Kota Kupang tersebar di berbagai profesi, mulai dari aparatur sipil negara, dosen, guru, pengusaha, nelayan, petani, anggota kepolisian, hingga tenaga kesehatan. Ia juga memaparkan bahwa Rumah Singgah KKBD Kota Kupang dibangun di atas tanah seluas 500 meter persegi milik warga Bima Dompu yang dikelola oleh KKBD, sebagai wujud kepedulian bersama untuk menampung mahasiswa, calon anggota kepolisian, serta warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara, tanpa membedakan latar belakang suku dan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Ketua KKBD Provinsi NTT juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Wali Kota Kupang terhadap KKBD sejak sebelum menjabat, serta berharap ke depan Pemerintah Kota Kupang terus memberi ruang dan kesempatan bagi warga Bima Dompu untuk berkembang dan berkontribusi lebih luas dalam pembangunan Kota Kupang.

Ketua Panitia Muscab VI KKBD Kota Kupang, Muhlis, S.E., menyampaikan bahwa sebagai salah satu organisasi kekerabatan, KKBD Kota Kupang selama ini telah berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam mendukung pembangunan dan menjaga harmoni sosial di Kota Kupang. Oleh karena itu, musyawarah dipandang sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi, persaudaraan, dan solidaritas di antara sesama keluarga besar Bima Dompu.

Panitia juga menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan Muscab VI KKBD Kota Kupang adalah untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan organisasi, pengelolaan keuangan, serta pelaksanaan keputusan organisasi selama satu periode kepemimpinan sebelumnya. Selain itu, musyawarah ini bertujuan memilih dan menetapkan Ketua serta Formatur KKBD Kota Kupang, merumuskan langkah-langkah strategis pengembangan organisasi, serta menyusun pokok-pokok program kerja untuk satu periode kepemimpinan berikutnya.(**)

sp.hms.prokopim.kotakpg