Perkuat Konvergensi, Percepat Penurunan Stunting: Pemkot Perkuat Sinergi Berbasis Data pada Pertemuan Monev Stunting
Kupang, TopNewsNTT.Com||Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan stunting melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Stunting Tahun 2025 serta Analisis Situasi (Ansit) Aksi Konvergensi Tahun 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Kristal Kupang, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefry Edward Pelt, S.H, dan dihadiri oleh para kepala perangkat daerah terkait, camat se-Kota Kupang, kepala Puskesmas, operator PLKB, operator kecamatan, serta operator Puskesmas.
Dalam sambutannya, Sekda Kota Kupang menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja yang terarah, terintegrasi, dan berbasis data yang kuat. Menurutnya, upaya menekan angka stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus melibatkan kolaborasi seluruh perangkat daerah serta dukungan masyarakat.
Sekda menekankan pentingnya anggaran dan kegiatan yang tepat sasaran dalam setiap program penanganan stunting. Ia mengingatkan bahwa anggaran yang disusun dalam dokumen perencanaan tidak boleh hanya menjadi formalitas administratif, tetapi harus diterjemahkan ke dalam program nyata yang menyentuh langsung kelompok sasaran, seperti ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting. Dengan perencanaan yang matang dan penggunaan anggaran yang akuntabel, program penanganan stunting diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan masa depan anak-anak di Kota Kupang.
Selain itu, Sekda juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat melalui peran aktif Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia mendorong seluruh OPD terkait untuk lebih aktif turun langsung ke lapangan dalam memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat. Edukasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga mencakup pola asuh anak, pemenuhan gizi keluarga, sanitasi lingkungan, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan pemahaman yang lebih baik di tingkat keluarga, upaya pencegahan stunting sejak dini dapat dilakukan secara lebih efektif.
Dalam upaya memperluas jangkauan program, Sekda juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat. Para tokoh ini dinilai memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat. Melalui pendekatan berbasis komunitas, pesan-pesan kesehatan dapat disampaikan dengan lebih mudah diterima oleh masyarakat sehingga mendorong partisipasi aktif dalam program penurunan stunting.
Sekda juga menyoroti perlunya pemantauan program melalui platform digital agar perkembangan pelaksanaan program dapat dipantau secara cepat, akurat, dan transparan. Dengan dukungan sistem berbasis data dan teknologi, pemerintah dapat melihat perkembangan intervensi di setiap wilayah, memantau kondisi kelompok sasaran, serta mengidentifikasi hambatan yang muncul di lapangan. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan serta memperkuat koordinasi antarinstansi.
Untuk memastikan program berjalan efektif, Sekda menegaskan bahwa evaluasi harus dilakukan secara berkala dengan data yang akurat setiap tiga bulan. Evaluasi berbasis data menjadi kunci untuk melihat perkembangan capaian program sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Dengan data yang valid dan diperbarui secara rutin, pemerintah dapat memastikan bahwa setiap intervensi benar-benar memberikan dampak terhadap penurunan stunting.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menegaskan tiga fokus utama percepatan penurunan stunting di Kota Kupang. Pertama, setiap kebijakan harus dimulai dari analisis situasi yang berbasis bukti sehingga pemerintah dapat memahami secara tepat lokasi permasalahan, kelompok yang paling membutuhkan, serta layanan yang masih belum optimal. Kedua, seluruh program dan anggaran harus saling terhubung dan diarahkan pada prioritas yang sama agar tidak ada lagi program yang berjalan sendiri-sendiri. Ketiga, pemerintah akan memperkuat pemantauan dan evaluasi secara digital sehingga perkembangan di lapangan dapat dipantau secara rutin dan transparan.
“Melalui kerja yang terarah, terukur, dan akuntabel, kita ingin memastikan setiap anak di Kota Kupang tumbuh sehat dan berkembang dengan baik. Upaya ini juga merupakan kontribusi nyata kita dalam mencapai target nasional penurunan stunting,” tegas Sekda.
Setelah sambutan pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Plt. Sekretaris Bappeda Kota Kupang, Imelda Fonyke Nange, ST., MT., yang menyampaikan hasil Monitoring dan Evaluasi Stunting Kota Kupang Tahun 2025. Selanjutnya Perencana Ahli Muda, Mixon Tamonob, SE memaparkan hasil skor konvergensi stunting se-Kota Kupang, yang menjadi gambaran capaian integrasi program penanganan stunting di berbagai sektor.
Pertemuan ini juga menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Para peserta sepakat untuk menyelesaikan input Aksi Konvergensi pada web Bina Bangda, khususnya pada tahapan Pra Musrenbang, Penandaan Anggaran Tahun Berjalan (2026), serta Penandaan Anggaran Tahun Rencana (2027). Langkah ini diharapkan mampu memperkuat integrasi program penanganan stunting dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Selain itu, disepakati pula bahwa penginputan data sasaran di Posyandu akan dilakukan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK). Pendekatan ini akan menjadi dasar integrasi data stunting dan kemiskinan ekstrem secara spasial melalui peta wilayah. Dengan data yang lebih terintegrasi, pemerintah dapat melakukan pengambilan keputusan yang lebih cepat serta memonitor intervensi secara lebih tepat kepada kelompok sasaran prioritas, khususnya anak dengan kondisi wasting dan keluarga miskin ekstrem.
Penginputan data tersebut akan dilakukan secara bertahap agar tidak membebani petugas di tingkat Puskesmas. Dalam pelaksanaannya, kelurahan juga akan dilibatkan untuk membantu menghadirkan kelompok sasaran ke Posyandu sehingga proses pendataan dapat berjalan lebih optimal.
Sebagai bentuk komitmen bersama, para peserta juga menyepakati bahwa monitoring proses penginputan data akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu tiga bulan. Selanjutnya, monitoring data stunting akan dilakukan secara bulanan guna memastikan kualitas dan akurasi data stunting di Kota Kupang tetap terjaga.
Melalui sinergi lintas sektor, pemanfaatan data yang akurat, serta pemantauan yang konsisten, Pemerintah Kota Kupang optimistis bahwa upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, sehingga setiap anak di Kota Kupang memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan meraih masa depan yang lebih baik.(**)
rilis.hms.setkot.kpg