Perkuat Kolaborasi dan Pembenahan Infrastruktur, FKLLAJ NTT Dorong Keselamatan Lalu Lintas di Kota Kupang 

Kupang, TopNewsNTT.Com|| 10 Februari 2026 — Upaya menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib di Nusa Tenggara Timur diperkuat melalui Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FKLLAJ) yang digelar di Ruang Rapat Kantor Wilayah Jasa Raharja NTT. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 06 Februari 2026 ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan langkah dalam merespons berbagai tantangan keselamatan jalan di Kota Kupang.

Rapat FKLLAJ ini dihadiri oleh Kasubdit Kamsel Polda NTT AKBP Nuraini Rosyidah, Kasatlantas Polres Kupang Kompol Sudirman, Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Antonio A. Fernandes, perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi dan Kota Kupang, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Bappeda Provinsi NTT, serta Organda.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah validasi data kecelakaan lalu lintas antara Jasa Raharja dan Kepolisian. Penyamaan dan keakuratan data dinilai sangat krusial karena menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program keselamatan, serta evaluasi efektivitas langkah pencegahan yang telah dilakukan. Dengan data yang terintegrasi dan valid, upaya penanganan kecelakaan diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran.

Selain itu, forum juga membahas usulan penyusunan program kerja bersama lintas instansi yang berorientasi pada keselamatan pengguna jalan. Penguatan peran Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FKLLAJ) melalui penyusunan struktur organisasi turut diusulkan agar koordinasi antarinstansi dapat berjalan lebih terarah, sistematis, dan berkesinambungan.

Permasalahan infrastruktur jalan menjadi perhatian serius dalam rapat tersebut. Beberapa ruas jalan di Kota Kupang yang tercatat memiliki tingkat kecelakaan relatif tinggi. Kondisi jalan yang membutuhkan peningkatan kualitas serta minimnya pemeliharaan sarana dan prasarana dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua dan pejalan kaki.

Forum juga menyoroti kondisi angkutan umum dalam kota yang dinilai belum memadai, baik dari sisi jumlah armada maupun kelayakan pelayanan. Situasi ini berdampak pada rendahnya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, yang pada akhirnya mendorong peningkatan volume kendaraan pribadi dan berpotensi menambah kepadatan serta risiko kecelakaan di jalan raya.

Di sisi lain, keterbatasan lahan parkir di sejumlah kawasan strategis Kota Kupang turut menjadi perhatian. Beberapa titik seperti depan RSUD WZ Johannes, Hotel Aston, Pasar Oeba, Pasar Inpres, hingga Cabang Bimoku disebut membutuhkan penataan parkir yang lebih tertib dan terencana. Kondisi parkir yang tidak sesuai peruntukan dinilai dapat mengganggu arus lalu lintas dan mengurangi tingkat keselamatan pengguna jalan.

Penggunaan bahu jalan sebagai area berjualan juga dibahas sebagai persoalan yang perlu ditangani secara terpadu. Aktivitas tersebut tidak hanya menghambat kelancaran arus kendaraan, tetapi juga meningkatkan potensi kecelakaan, khususnya di kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi.

Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja NTT, Sumantri Muhammad Baswan, menegaskan bahwa keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen dan kerja sama lintas sektor. Menurutnya, FKLLAJ memiliki peran strategis sebagai wadah koordinasi dalam menyatukan persepsi dan langkah antarinstansi agar upaya pencegahan kecelakaan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui forum ini, seluruh pihak berharap terbangun sinergi yang semakin kuat dalam menciptakan sistem lalu lintas yang aman, tertib, dan berkelanjutan. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu mendorong perbaikan menyeluruh, mulai dari kebijakan, infrastruktur, hingga kesadaran masyarakat, sehingga keselamatan berlalu lintas di Nusa Tenggara Timur dapat terus meningkat.(**)

pr.hms.jrk