Menuju Kampus Berkelas Internasional, Undana dan Jiangxi Normal University Buka Peluang Studi dan Riset ke Tiongkok

NTT, TopNewsNTT.Com|Universitas Nusa Cendana (Undana) semakin memantapkan langkah menuju kampus berkelas internasional melalui penguatan kerja sama pendidikan dengan Tiongkok.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi antara Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., dengan delegasi pengajar Pusat Studi Bahasa Mandarin (PSBM) serta pimpinan Jiangxi Normal University (JXSTNU), Kamis (19/2).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Rektor itu dihadiri langsung oleh dua pengajar asal JXSTNU, Shu Tingting dan Yang Lijiang.

Sementara itu, Sekretaris Partai JXSTNU, Pei Hongwei, mengikuti audiensi secara daring melalui sambungan video.

Agenda utama pertemuan membahas evaluasi program yang telah berjalan sekaligus merancang perluasan kolaborasi akademik kedua institusi.

Dalam laporannya, Shu Tingting dan Yang Lijiang menyampaikan perkembangan positif program pembelajaran bahasa Mandarin di lingkungan Undana.

Antusiasme mahasiswa dinilai terus meningkat, tidak hanya dalam aspek kebahasaan, tetapi juga dalam pemahaman budaya Tiongkok.

Sejumlah kegiatan budaya turut memperkaya pengalaman mahasiswa, seperti perayaan Festival Musim Semi (Chinese Spring Festival) dan pelatihan seni gunting kertas (paper cutting).

Kegiatan ini dinilai efektif mempererat interaksi lintas budaya sekaligus memperluas wawasan global mahasiswa.

“Kami berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik mendalami bahasa Mandarin secara serius untuk meningkatkan daya saing mereka di masa depan,” ujar Yang Lijiang.

Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, memberikan apresiasi atas kontribusi para pengajar JXSTNU dalam memperkuat kompetensi mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa penguasaan bahasa Mandarin memiliki nilai strategis, mengingat Tiongkok merupakan salah satu mitra utama Indonesia dalam bidang perdagangan, investasi, dan pendidikan.

“Kehadiran pengajar dari Tiongkok membantu mahasiswa kami memahami bahasa dan budaya secara lebih mendalam. Saya percaya banyak hal yang bisa dipelajari dari Tiongkok, dan kami berkomitmen memperkuat kolaborasi ini,” tegas Prof. Jefri.

Sekretaris Partai JXSTNU, Pei Hongwei, mendorong agar kerja sama tidak berhenti pada pengiriman pengajar, tetapi diperluas dalam bentuk pertukaran dosen dan riset kolaboratif.

Ia berharap pengajar Undana juga dapat berkesempatan mengikuti studi atau penelitian di Tiongkok sebagai bagian dari program timbal balik.

Sebagai langkah konkret, pihak PSBM menyarankan agar Undana mendorong dosen dan tenaga kependidikan untuk mengikuti program peningkatan kapasitas bahasa Mandarin di universitas mitra.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Jefri menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengagendakan kunjungan resmi ke Tiongkok dalam waktu dekat guna memperkuat komunikasi dan merealisasikan kerja sama secara lebih intensif.

Audiensi ini menjadi bukti keseriusan Undana dalam memperluas jejaring internasional.

Melalui kolaborasi lintas budaya dan pendidikan ini, Undana optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki wawasan global, kemampuan bahasa asing yang kompetitif, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja internasional.(**)

rilis.hms.undana